Kini……
Hujan bisa menari
kini…..
Awan bisa berbisik
Kini, masih mengenangnya
kini, terus mengingat dan melaluinya
hanya kini,
terus bicara pada matahari dimalam hari
dan tertawa pada rembulan di siang hari
Kini, aku menjadi insan tak berperi
Untaian kata kata dan airmata
Kini menjadi permata yang menggantung di leher batas khatulistiwa
Yang membuat percikan yang bersemburat di kaki jingga
Kini……
Aku tak lagi menanti
Aku hanya menemani cermin langit mengisi hari
hanya saja aku tak ingin mati
menemani, kini
Yang selalu saja kulalui hanya menanti
tanpa mengikuti jejaknya lagi.
========================================
Pengirim : Pivin
========================================
Related posts:











