Senja ini langit berasap, kota pengap
kelabu tapi bukan mendung
hanya kandungan karbon
meracuni paru
o kami merindukanmu hujan
Pohon merangas, unggas unggas liar tersedu, haus
(kami yang tersisa, dari ulah manusia beringas, yang tertinggal satu satu
mencoba bertahan, entah sampai kapan)
Kabut asap dimana mana
membatasi arah pandang
selimuti pohon pohon tak rindang
hutan gambut, hutan hijau, hutan rumput, hutan tak berambut
semua terbakar
Sumatera, Kalimantanku…
hutan Jawa tinggal kenangan
hanya secuil surga tropis yang berusaha dipertahankan
orang orang yang peduli, hanya dalam hitungan jari
Panas merambati pori sampai ke hati
meninggalkan sesak di dada
di benak
di otak
panas, ganas, uap membekap
napasku sesak
gerah
Entah apalah arti teriak orang orang pencinta hijau
kekuasaan tetap saja membakar hutan hutan
ketamakan menyulut titik titik api di hutan hutan botak…
(masihkah layak disebut hutan?)
Medan, August 14, 2005
========================================
Pengirim : Putireno Baiak
========================================
Related posts:











