Franz M. Susseno, mencoba menggariskan definisi tentang Kaum Intelektual menurutnya mereka adalah ahli berfikir dalam masyarakat �Profesi� mereka adalah refleksi, analisa kritis, wawasan masa depan, pencaharian alternatif alternatif, yang memilki fungsi beraneka warna di masyarakat, mereka merupakan garam intelektual masyarakat yang mencegah kehidupan intelektual bangsa menjadi tawar dan basi.
Mereka adalah unsur yang kritis, kreatif, alternatif yang dapat membuka wawasan baru, yang jauh jauh sebelumnya memperingatkan kalau masyarakat mau masuk jalan buntu, yang menentukan usaha usaha yang mematikan, mentumpulkan.
Edward Said, si intelektual besar Palestina dan warga AS, juga merumuskan panggilan kaum intelektual sebagai berikut: Mereka adalah �pencipta sebuah bahasa yang mengatakan yang benar kepada yang berkuasa�.
Karena itu kaum intelektual memainkan peranan paling besar dalam negara dan masyarakat yang tidak demokratis. Disitu mereka sering mengambil alih oposisi. Mereka yang mampu untuk mengatakan hal hal sedemikian rupa hingga disatu pihak tidak bisa langsung dipersalahkan, di lain pihak mewujudkan kritik yang tajam. Orang intelektual adalah orang yang pintar mengatakan hal hal oposisional sedemikian rupa hingga ia gets away with it. Karena ia betul betul menguasai seni bicara, dan di lain pihak tidak langsung tergantung dari seorang atasan yang berhak menentukan apa yang boleh dikatakan, ia dapat mengatakan hal hal yang tidak berani dikatakan oleh kaum politisi.
riz
========================================
Pengirim : faris wangge
========================================
Related posts:











