aku pernah diajarkan bahwa mencintai artinya adalah rela melepaskan orang yang kita cintai, asalkan dia bahagia.
sahabatku melakukannya….
dia mencintai seorang cowok, dia membantu si cowok mendapatkan cewek impiannya, dia membiarkan si cowok bercerita tentang betapa cantiknya sang pacar, dia memberikan solusi ketika si cowok dan pacarnya bertengkar, dan ketika si cowok bertunangan… dia ikut tersenyum, menangis terharu dan merasa sangat bahagia.
aku tidak mengerti… dan bertanya pada sahabatku. “BAGAIMANA MUNGKIN IA MAMPU BAHAGIA DENGAN KONDISI JELEK SEPERTI ITU???”. Ia malah tertawa dan berkata ” aku percaya suatu saat akan tiba giliranku bersamanya “. aku masih tidak mengerti… aku berharap aku akan memahaminya.
Desember 2004… Mereka berdua … ya sahabatku dan orang yang dicintainya, meninggal dihari yang sama, pada jam yang sama bahkan mungkin pada detik yang sama. sedangkan pacar si cowok dan aku masih hidup dan berkeliaran di bumi.
sahabatku benar… Inilah waktu dimana akhirnya mereka bersama sama. Mungkin sekarang dia menertawakan aku dan berkata ” TERBUKTI KAN? AKU BISA BAHAGIA DALAM KONDISI YANG JELEK, KARENA AKU TAHU SUATU HARI DIA AKAN BENAR BENAR MENJADI MILIKKU”.
Untuk pertama kalinya aku harus mengakui aku kalah dan sahabatku adalah pemenangnya.
========================================
Pengirim : ayie-fe
========================================
Related posts:











