Kameradku yang Malang�
Kamerad, jika kamu bersalah atau terjebak dalam kesalahan yang membuat kamu sempit dan penat pikir, boleh saja Kamerad berharap ada yang membacakan Firman tuhan pada Matius 11 � 12. Dengan harapan kamerad terhibur dan yang membacakannya menjadi lentera dan dewa penyelamat yang melebihi �Tuhan� itu sendiri.
Atau Kamerad boleh tertawa terbahak bahak, atau menangis sejadi jadinya agar bisa keluar dari jebakan kesalahan akibat �dalih Tuhan� sebagai kebohongan. Tapi Kamerad, ada yang lebih jitu yang pasti belum pernah Kamerad praktekkan untuk mengubah dalih kebohongan manusia sebagai dalih kasih �Tuhan� seperti dalam Al Kitab.
Begini Kamerad, ketika aku ketahuan selingkuh walau dalam tanda kutip baru lewat �udara� saja, cobalah Kamerad mencari kata kunci sebagai alasan. Misalnya mengikuti kegiatan �pelayanan� atau �pengajian� atau apalah nama bekennya. Di jamin kamerad memiliki dalih kebenaran absolud yang tak berani orang bantah. Karena ngebantah dalil ini berarti ngebantah �tuhan�. Manjur kan kamerad.
Jangan dulu Kamerad bicara soal liberalisme dalam bersikap karena Kamerad pasti tak kuasa menahan aktivitas liberalisme itu sendiri, lebih lebih jika itu menyangkut pertanyaan making love or having seks.., sulit Kamerad. Karena kecenderungan dunia cosmo yang rata rata masyarakatnya adalah kaum perempuan dan laki laki modern menganggap �Seks sebagai media untuk menjalin atau meng goal kan sesuatu� saja. Tak ada cinta dalam �komitmen� manusia modern Kamerad. Yang ada hanyalah mengaktualisasikan se efektif mungkin �kelamin� kita dalam setiap pergaulan.
Kamerad, apakah kamu pernah dalam satu hari melakukan hubungan persetubuhan sebanyak 2 kali dengan orang yang berbeda? Kalau pernah, SELAMAT Kamerad telah menjadi orang atau laki laki metro seksual, atau kalau perempuan adalah wanita modern yang memiliki cara pandang barat. Surga �tuhan� pasti menanti kedatangan Kamerad.
Cinta � Alasan � persembahan �tuhan�
Kamerad, kalau ingin menikmati dunia modern dan dianggap sebagai kalangan berwawasan dan berkelas, maka katakanlah Cinta. Dan untu menyempurnakannya Kamerad harus menggunakan Cinta itu sebagai alasan untuk membohongi sidungu yang menganggap cinta adalah komitmen yang harus di jaga.
Kamerad, Cinta dan pengkhianatan itu sama menurutku. Karena cintalah dasar paling kuat dan akurat untuk menghancurkan komitmen dan kesejatian. Maka, Kamerad, kalau mau selamat �Katakan Cinta, dan lakukan pengkhianatan cinta dengan kebohongan kebohonga dan dalih persembahan �tuhan�. Semakin banyak persembahan dan pelayanan terhadap �tuhan tuhan� yang Kamerad lakukan, maka semakin leluasalah Kamerad menutup kebohongan kebohongan yang kamerad lakukan.
Atau kala seorang kawan berpuisi:
Merasa dirinya nabi dalam makna kata kata
Dalam mabuk lelaki pun ia terbahak walau kemudian menangis
Dan penyair dungu hanya menunduk dan bertekuk dinikmatnya selangkangan itu
Sambil matanya melotot di balik kehampaan botol bird an sebutir inex
Dan terus mempertanyakan, persembahan seperti apa yang layak untuk �tuhan�.
Jadi, alasan paling sempurna yang harus Kamerad lakukan ketika kesalahan/kebohongan Kamerad ketahuan adalah �bilang kalau yang kamerad lakukan �selingkuh� itu hanya untuk mencari support saja dan bukan sebagai pengkhianatan �perselingkuhan�. Dan kalau alasan kamerad tak bisa diterima, ya kamerad tinggal bilang �ya sudah kalau kamu tak bisa percaya lagi�. Maka kalau demikian Kamerad dengan leluasa dapat melanjutkan permainan kebohongan kamerad. �Kan sudah ada mainan baru�.
Betul kan Kamerad???? Selamat mencoba untuk lepas dari anggapan feodalmu Kamerad
Kamerad,
asap mengebul dari tungku pertama, di susul tungku kedua hingga tungku keseribu. hanya berselang dalam itungan menit, setiap hari.
tubuh tubuh lesu kian melemah dalam kepongahannya.
si kecil dalam kepolosannya sudah harus menerima hembusan asab seribu tungku. nafasnya sesak namun tetap tak berdaya.
ia jadi pusat perhatian sekaligus pusat kepongahan oleh tubuh tubuh tua yang pongah karena tak tau tuanya.
tanggung jawab dan komitmen hanya ada di ujung bibir yang terus mencericit seperti curut.
lompat kesanakemari menyalakan tungku tungku itu.
beremberember air menyiram, tungku tungku itu tetap nyala secara bergantian.
mati tungku pertama hidup tungku keseribu, disusul tungku kedua hingga tungku kesembilanratus sembilan puluh sembilan.
entah sampai kapan
rumah seribu tungku terus menyala
dihuni bara sejuta asmara
Kamerad, lucu memang hidup ini. Apakah kamerad tahu bagaimana aku berjuang untuk apa yang disebut �komitmen�. Di jaman modern ini, Kamerad, ternyata �komitmen� itu sangat sangat artifisial dan abstrak. Betapa Kamerad tahu, selama aku kenal kau, Kamerad, setiap hariku kuhiasi wajah mungil ceria yang tak tahu apa itu dunia. Begitu bangganya aku dengan �komitmen� itu, Kamerad�
Apakah salah ketika semua itu artifisial dan abstrak bagi orang medern lalu aku menangis.. Cengeng memang Kamerad, tak kalah cengengnya para pendalih �tuhan� itu. �pendalih� cinta itu. �pendalih permainan komitmen itu�.
Tak ada bahasa yang pas, tak ada ketulusan yang benar benar tulus, Kamerad. Yang ada semua kalah dengan laju komunikasi modern yang tak ubahnya �kelamin� sebagai dewa. Bahkan mungkin �kelamin sebagai tuhan�.
Ya sudah, Kamerad. Aku pikir kita harus segera merobek bendera revolusi melalui gelombang gelombang kebohongan yang tak kalah dahsyatnya dengan gelombang tsunami.
Aku baru percaya sekarang, Kamerad, bahwa �bencana gempa berkekuatan 8,9 skala richter lalu terjangan gelombang tsunami yang cepatnya hampir 600 km/jam itu memang dahsyat. NAMUN masih ada yang lebihlebihdanlebih DAHSYAT dari itu, Kamerad. �Bencana peradaban kita lebihlebih maha dahsyat dan menakutkan�. Kemunafikan, kepicikan, kebohongan berdalih �tuhan tuhan� dan paling tampak dan berbangga para juru penolong yang mendewakan �kelamin� sebagai gerbang interaksi dan bukan sebagai mediasi sebuah persekutuan abadi.
ATAS DASAR ITULAH, Kamerad�AKU memutuskan untuk tidak �menyembah Agama�, untuk tidak pernah peduli dengan �pelayanan� berdalih. Karena aku hanya akan menemukan �tuhan tuhan� kecil bagi orang orang putus arah saja. Ternyata aku hanya percaya TUHAN dan bukan Agama…
========================================
Pengirim : tarsihekaputra
========================================
Related posts:











