Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Arena Permainan Semu

Dan untuk engkau wahai jiwa perempuan yang sedang terjebak oleh arena permainan semu dalam kehidupan, terpenjara oleh sempitnya pandangan mata dan dangkalnya pikiran, engkau yang telah membunuh imajinasinya dan tak mau menghidupkannya lagi; kebanggaan, kepuasaan serta kemunafikanmu akan menjadi arena pembunuh cahaya hidupmu. Netramu akan semakin rapat menutup hingga gelap dan terang tak dapat kamu rasa maupun lihat. Kau takkan pernah mampu memikirkan apa yang tak pernah kamu pikirkan, kau takkan pernah bisa dan berani berbuat atau menjalankan sesuatu yang tak pernah orang lain lakukan. Piciklah dia yang melihat hanya pada jalan yang ditapaknya dan dinding yang disandarinya.

Bebaskan dirimu dari penjara akibat ucapan dari bibirmu yang mengandung racun, bebaskan matamu dari batasan sempit pandanganmu akan hari ini, esok dan akan datang. Bebaskan hari harimu dari kebiasaan menceritakan kekurangan orang lain untuk menjatuhkannya atau mengadu domba atau bermuka dua dan berkata dengan lidah bercabang.

Maka kau akan melihat sesuatu yang tak pernah engkau lihat dalam dunia lampaumu. Kau dapat berpikir tentang apa yang tak pernah atau belum kamu pikirkan. Temui teman dan objek observasi untuk memuaskan nafsumu selama ini dan, ulurkan tangan dengan ungkapan indah bak mutiara seraya ikhlas meminta pintu maaf mereka. Dan kau, teman kau, dan siapapun akan mengerti bahwa dari dua harta kehidupan, yakni keindahan dan kebenaran, yang pertama akan kalian temukan dalam hati yang mencinta dan yang kedua dalam tangan seorang pekerja. Sebuah saran untukmu wahai engkau yang sedang terpenjara oleh kebebasan, jangan melihat hari esok dari memori hari ini melainkan melihat hari esok dengan memori hari esok.

Sebagai manusia dewasa seperti tentunya tidak mudah untuk melihat tanpa mengkerangkakan terlebih dahulu. Sebab, setiap netra dan kepala orang dewasa sudah penuh dengan kerangka dan kriteria. Namun, sesulit dan sesukar apapun, ia tetap bisa diusahakan dan dipelajari. Anda bebas memilih cara Anda sendiri. Seperti saran seorang bijak seperti J.Krisnamurti, Kahlil Gibran, M Gandhi, atau yang saat ini sangat saya gandrungi seperti Rhenald Khasali, AA Gym, maupun Gede Prama dalam artikelnya menyarankan kita melakukannya dengan cara mengurangi menggunakan kata seharusnya, seyogyanya, idealnya, dan kata kata sejenis. Karena setiap kali kata kata seperti itu datang, atau spirit yang sama berkunjung, saya usahakan untuk menetralisirnya dengan spirit : dia adalah dia, saya adalah saya.

Hari ini adalah hari ini, hari kemaren adalah hari kemaren. Rumah adalah rumah, kantor adalah kantor. Belum sempurna memang, karena saya masih menyandang status sebagai manusia biasa. Namun, ada lebih banyak senyuman yang muncul dari sang hidup, ketika saya sudah mulai sedikit bisa melihat. Menyelam hanyalah menyelam. Melihat hanyalah melihat. Ini yang disebut oleh Steve Hagen dengan the journey into now.

Perjalanan menyelami hari ini di sini, di tempat ini, dan di waktu ini. Perjalanan meninggalkan kebiasaan mencela, mencari muka, merasa paling benar, pintar dan berjasa tak semudah melepas burung dari perangkap laba laba. Jika ada yang berhasil atau gagal, maka senyum merupakan wajah tunggal sang hidup atau sebaliknya, ketika engkau tetap asyik dengan kebiasaan memenjarakan jiwamu, maka cahaya sang hidup akan redup dan padam menuju hari esok atau hari depan yang tak lain hanya berisi sebuah baying bayang semu saja.

Maka marilah kita tidak usah memilih milih dan mengkotak kotakkan, karena kita berada di bumi yang sama. Kau buta dan aku tuli dan bisu, maka marilah bersentuh tangan dan mengerti.

(Tarsih Ekaputra ,Adcomm 080303, buat seorang teman dan bukan sebuah nasehat)

========================================
Pengirim : tarsihekaputra
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Hanya Permainan
  2. Permainan Nasib Manusia
  3. Lamunan Semu
  4. Rintihan Seorang Anak Terhadap Ibu
  5. Permainan Gasing; Warisan Kearifan Tradisional yang Patut Dipertahankan
  6. Hari ini, Esok dan Lusa
  7. Bayangan semu dirimu
  8. Belajar
  9. Permainan Logika
  10. Manusia yang baik
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Beriman bukanlah kata-kata

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal [Read More]

Kereta langit
Kereta langit

Konon kabarnya, di langit kita tinggallah seseorang. Ia mempunyai sebuah kereta yang siap diluncurkan kapan saja dan [Read More]

Negeriku

Ketika dunia sudah bertambah tua manusia malah semakin menjadi beramai ramai menghancurkan bumi tempat dia dilahirkan [Read More]

Kisah Frank

Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan [Read More]

Sakit Hati

satu hal lagi yang kupelajari dari peristiwa sky is falling dan pembenarannya selain persimpangan adalah hakekat sebuah [Read More]

Sang Pemerkosa Menebus Dosa

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama [Read More]

Penjara Pikiran

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk [Read More]

Jendral yang selalu menang

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena [Read More]

Sukses dalam tujuan

dalam hidup ini harus dapat menerima apa adanya Orang ingin sukses hendaknya pantang menyerah memusatkan tujuannya Niat [Read More]

Manusia yang baik

Bismillahirrohmanirrokhim Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh “ Manusia yang baik “ Dengan [Read More]