Kalau anda punya uang sebesar RP. 3.120.000.000,00 mau ngapain? Saya yakin yang ada dipikiran anda andalah bagaimana membantu rakyat endonesya yang rata rata miskin. Saya yakin pula hal itu akan anda lakukan kalau anda tidak bekerja sebagai pegawai negeri tingkat eselon, sebagai pejabat pemerintah, dan atau sebagai anggota parlemen. Sebab kalau anda bekerja pada ketiga lembaga itu, saya yakin anda tak akan berpikir untuk kepentingan rakyat.
Contohnya adalah 24 orang anggota DPR yang terhormat dari Badan Urusan Rumah Tangga. Mereka berduapuluh empat plus asisten pribadi ataupun anggota keluarganya memakai uang sebesar Rp. 3.120.000.000,00 hanya untuk PLESIRAN KE MESIR. Huekkkk�.
24 orang anggota DPR yang terhormat itu beralasan kalau plesiran itu adalah Studi Banding. Setiap orang dari 24 orang yang terhormat itu mendapatkan jatah uang jalan sebesar Rp.130.000.000,00 [seratus tiga puluh juta rupiah]. Suatu jumlah yang tidak kecil bagi kita rakyat biasa. Banyak rakyat endonesya yang curiga kalau kepergian mereka itu bukanlah dalam rangka Studi Banding.
Mereka yang tak setuju atas kepergian itu lebih menganggap kalau 24 orang anggota DPR yang terhormat itu sekedar jalan jalan menghabiskan anggaran. Padahal Pimpinan DPR yang juga terhormat telah mengeluarkan surat agar yang berisi �Tidak ada program Studi Banding Ke Luar Negeri�. Tapi menurut salah satu makhluk Tuhan dari 24 orang yang terhormat itu, Saya pikir adalah SK yang salah. Jadi kalau pimpinan DPR itu ingin membuat SK seperti itu, mereka harus melewati paripurna. Ajak ngomong semua anggota dewan. Kenapa begitu ? Karena pimpinan itu dengan anggota Dewan yang lain punya hak yang sama,” kata Mas Joko, seonggok daging dari 24 daging yang berangkat ke Mesir pada sekitar pukul 03.30 WIB, Jumat (16/12) dari Terminal II D Bandara Soekarno Hatta. Surat pimpinan DPR itu dinilai nggak beres.
Salah seorang teman saya, seorang pegawai negeri di bidang pendidikan bilang, teman temannya kemarin mengajaknya jalan jalan dalam rangka penelitian. Ketika ia bertanya tentang obyek penelitian, teman temannya itu menyatakan, �Masalah obyek penelitian sih gampang. Yang penting ada proposal saja. Tokh yang penting bagi bagian anggaran itu adalah teks dalam proposal, bukan realitasnya. Yang penting kita bisa menghabiskan sisa anggaran tahun ini. Dari pada dikembailkan, mending kita pakai jalan jalan �
Itulah salah satu contoh lain bagaimana cara orang orang di negara korup ini menghabiskan anggaran. Buat mereka, yang penting punya proposal dan sudah menyiapkan laporan kegiatan. Itu saja Yang penting ada yang ditulis buat kepentingan administrasi saja. Masalah apakah di Mesir itu ada studi banding atau di tempat lain ada penelitian, itu urusan keduaratus lima puluh sembilan
Tapi saya pribadi PERCAYA kalau ke 24 batu bernyawa itu benar benar melakukan studi banding ke Mesir. Mereka bukan sekedar membandingan tentang Undang Undang Perjudian. Tapi yang lebih prioritas adalah membandingkan bagaimana kekayaan mereka dibandingkan dengan anggota parlemen atau pejabat atau orang kaya di Mesir. Nah, tingkat kekayaan inilah yang akan mereka upayakan untuk mereka terapkan setelah kembali ke negaranya. Sepulang dari Mesir, jangan heran kalau ada selera baru dalam benak 24 orang terhormat plus anggota keluarganya itu. Makin banyak saja kaum borjuis bego dan memuakkan di negeri ini. Huekkkk�
Terakhir, Rp. 3.120.000.000,00 hanya di DPR saja. Berapa banyak anggaran di lembaga lainnya dalam pemerintahan negara korup ini? Berapa banyak anggaran yang akan dihabiskan untuk kepentingan kaum borjuis? Inilah fakta yang selalu dilupakan oleh rakyat endonesya, kalau mereka itu selalu diperas dengan bekerja keras, membayar pajak dan retribusi, dan uangnya untuk kepentingan dan kesejahteraan kaum borjuis. Nyadar ga lu?
========================================
Pengirim : mataharitimoer
========================================
Related posts:











