Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Rumah Masa Lalu

Bertahun tahun aku melewati jalan yang sama. Ya, jalan yang membuatku menghentikan langkah kaki. Entah mengapa setiap kali aku memandang jalan sepi di samping rumah tetanggaku itu aku merasa menjadi bagiannya. Aku merasa bahkan yakin bahwa dulu aku pernah tinggal di sana. Aku tahu kedengarannya aneh, bagaimana mungkin itu terjadi. Sejak aku lahir sampai lulus perguruan tinggi, kami tak pernah pindah rumah. Walaupun demikian, aku yakin kalau dulu pernah menempati jalan di samping rumah itu.
Masih terbayang jelas dalam benakku, saat itu aku masih duduk di bangku TK nol besar. Pagi itu aku berjalan jalan dengan gembira. Aku mendengar kabar dari Ibu bahwa sebentar lagi kami akan pindah rumah. Saking gembiranya, aku menceritakan rencana ini kepada teman teman. Tetapi …sampai keesokan harinya, tidak ada tanda tanda atau persiapan sedikit pun bahwa kami akan pindah. Aku sangat kecewa, tetapi tak mau bertanya tanya.

“Ah, Adik ini ada ada saja, “ujar Bapak setelah mendengar penuturanku. “Dari lahir sampai kamu diwisuda ya rumahmu di sini.”
“Pokoknya Adik yakin kalau dulu sebelum tinggal di sini, pernah tinggal di tempat lain.”
“Kapan?”
Aku menggeleng, “Tidak tahu, Pak. Tapi yang jelas bayangan itu ada terus dalam ingatanku.”
Bapak menatapku sambil tersenyum. Beliau meletakkan koran yang hendak dibaca. “Kalau begitu bisa kamu tunjukkan tempatnya ?”
Aku mengangguk mantap, kusebutkan sebuah tempat. Giliran Bapak yang mengangguk angguk.
“Benar kan, Pak?”tanyaku penasaran. Kutatap bapakku yang masih tersenyum itu.
“Oh, jalan di samping rumah Pak Fulan itu…Dulu, ari arimu pernah ditanam di sana.”
Aku terdiam. Tak percaya dengan pendengaranku sendiri. Jadi benar, aku pernah tinggal di sana walaupun itu hanya sebagian kecil dari tubuhku.
Entah mengapa bukan hanya soal jalan sepi itu, aku pun yakin bahwa dulu aku pernah tinggal di sebuah asrama para karyawan di kompleks perumahan tempat tinggalku. Meskipun berkali kali ibuku mengatakan tidak, tetapi bayangan diriku bermain main di teras asrama itu selalu menari nari dalam ingatan.
Hanya saja aku tak ingin lagi mendesak ibuku untuk masalah yang satu ini. Toh tidak penting apakah aku pernah tinggal di sana atau tidak. Jadi kusimpan saja rasa penasaran itu sampai bertahun tahun. Sampai suatu ketika Ibu bercerita bahwa sebelum beliau menikah dengan Bapak pernah menjadi penghuni asrama itu.
Mungkin itu alasan mengapa aku merasa yakin pernah berdiam di sana. Hanya saja aku heran, jika waktu itu Ibu belum menikah apalagi melahirkan kakakku dan aku, mengapa aku yakin pernah tinggal di sana?

========================================
Pengirim : Putri Fatimah
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Masa laLu kU
  2. Cinta dan Masa Lalu
  3. Tiada Masa Lalu
  4. Ingatan masa lalu
  5. Masa Lalu
  6. Masa lalu yang penuh makna
  7. Misteri Rumah Hantu di Pondok Indah
  8. Mengingat masa lalu bersamamu
  9. Kenanganku di masa lalu
  10. Bayang Masa Lalu
Previous Topic:

Cerita sejenis

Rumah Tua Kakek Buyutku

Rumah tua peninggalan kakek buyutku sudah berusai empat puluh tahun. Selain bentuknya yang antik, kesan seram sudah [Read More]

Hantu berwajah aslinya

Cerita ini terjadi waktu aku masih kuliah dulu. Suatu sore,aku lagi asyik ngobrol dengan teman sekamarku di kost [Read More]

Villa puncak

pada waktu perpisahan kelas 3SMK kami sekelas menginap di sebuah villa di puncak,namun anehnya pada villa tsb tangga u/ [Read More]

Lukisan Kuno

Dirumah kosong disebelah rumahku terdengar suara jeritan seorang gadis meminta tolong.Tapi saat kudekati suara itu [Read More]

Hantu kandang ayam

jam dinding menunjukan pukul enam tiga puluh selepas mahgrib. aku ingin pulang kerumah karana aku baru saja bermain di [Read More]

Setan Perempuan Item Tongos

Saya, masih bujangan dan turut kakak di semper barat dan menempati rumah yang tanahnya bekas ada pohon LONTAR katanya [Read More]

2x Sepedaku diangkat Dedemit

Kampung kurus, adalah nama perkampungan dekat dengan Gereja Tugu, Yang terkenal akan keroncong TUGU, disitu aku tinggal [Read More]

Batu Combong

Aku adalah seorang desa yang hidup dikota dengan ini kuceritakan singkat nan jelas. Sehari harinya mengajar renang pada [Read More]

Speda Diangkat oleh makhluk la

Pada sore menjelang magreib aku ada pangggilan untuk melaksanakan sholat magrib tapi sewaktu itu aku belum nyampe [Read More]

Penghuni yang ingin bermain

Siang itu seperti hari hari libur biasanya aku isi dengan kegiatan merapihkan rumah, yang selama 5 hari aku tinggal [Read More]