Cukup aku lelah menantikannya
Adilkah aku merasakan ini?
Namanya terlanjur terukir di hati
Diam diam menusuk hingga aku terluka
Redup jiwa tanpa kehadirannya di hadapku
Adakah aku di hatinya?
Pandangan matanya menyejukkan jiwaku
Uluran tangannya lemahkan pikirku
Tidakkah aku terlalu mencintainya?
Risau menghampiri tidurku
Adakah aku di mimpinya?
Padanya aku telah terikat
Aku bernafas karenanya
Malamku dihias wajahnya
Untuknya aku hidup
Nadiku berdetak memandang senyumnya
Garis nasib entah kemana membawaku
Kini ku terbang menembus angan
Arungi cakrawala hasrat
Sembuhkan diri yang telah terluka karenanya
========================================
Pengirim : ruth
========================================
Related posts:











