“siapakah aku?”
“aku ini dari mana?”
“apa ada kebenaran yang paling hakiki?”
“apakah Tuhan ada?”
“benarkah kepercayaan yang kuanut selama ini?”
“dari manakah alam semesta?”
Pertanyaan pertanyaan ini sering muncul dalam benakku akhir akhir ini. Kurasakan sungguh goncangan dalam nuraniku. Aku hanya bisa terdiam termenung memikirkan apa jawaban dari semua pertanyaan ini. Semua kegalauan jiwaku ini mulai dari sini…
Selepas SMA aku memutuskan masuk fakultas filsafat jurusan ilmu filsafat di suatu perguruan tinggi. Sungguh jauh dari bayanganku sebelumnya. Ternyata masuk jurusan ini bukan sekedar studi, bukan hanya belajar teori teori, dan menjual mimpi mimpi. Dari pertama kali menginjakkan kakiku di tanah para manusia yang mengaku pencinta kebijaksanaan ini, kurasakan hawa hawa kebebasan pikiran. Lima hari masa orientasi memang belum cukup untuk bisa memahami kampusku ini, masih banyak kebingungan dan pertanyaan dalam hati seperti mengapa banyak orang berpenampilan aneh di kampusku?; mengapa fakultasku dikatakan fakultas pemberontak? dan masih banyak lagi. kebingungan semakin bertambah ketika aku mulai masuk kuliah. aku banyak mendapat pelajaran yang sebelumnya belum pernah kudapatkan. Juga pertanyaan yang semula tak pernah ada dalam pikiranku, seperti
“siapakah aku?”
“aku ini dari mana?”
“apa ada kebenaran yang paling hakiki?”
“apakah Tuhan ada?”
“benarkah kepercayaan yang kuanut selama ini?”
“dari manakah alam semesta?”
Sungguh di sini prinsip prinsip yang telah aku pegang diguncang hebat termasuk prinsipku mengenai agama dan memahami Tuhan itu seperti apa.
aku takut tersesat dan tak dapat kembali dalam rimbaraya filsafat ini. Walau keseharianku nampak seperti biasa namun dalam jiwaku sedang terjadi pertarungan seru antara nurani dan zat yang mencoba mempengaruhi diriku.
Sungguh aku merasa seperti orang tak punya aliran. tidak hedonis, tidak religius, tidak utilitarianis, tidak materialis,pokoknya tidak masuk aliran apa pun. Bila hidupku adalah kapal di tengah lautan, kapal kecil itu sedang diombang ambingkan badai besar.
hingga kini telah berjalan hampir 2 bulan aku hanya bisa mencoba menjawab pertanyaan pertanyaan itu dalam hatiku sendiri.
Seperti apa pun yang mengguncang jiwa, aku berusaha sepenuh peluh ingat Sang Mahabijaksana karena aku percaya kalau kita berusaha,berpikir, dan berpegang yang baik kita akan dapat yang baik pula.setiap pohon punya buah yang berbeda beda, begitu juga setiap orang punya pikiran yang beda beda.Biarlah orang berpikir Tuhan telah mati tapi aku berusaha tetap teguh pendirian.Semoga perahu kehidupanku dalam proses bergelut dalam waktu semakin menuju ke Pelabuhan Abadi tempat Sang Pencipta yang paling pertama berada.
========================================
Pengirim : J_a
========================================
Related posts:











