Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Negara Anti Rakyat

Negara (baca: pemerintah) menelantarkan rakyatnya. Negara tidak berpihak kepada rakyatnya. Ajaib? Absolutely Karena negara tidak akan pernah berdiri kalau rakyatnya nggak ada. Bayangkan kalau sebuah negara misalnya, semua rakyatnya pindah ke negara lain karena kecewa. Yang tersisa cuma pejabat penyelenggara pemerintahan saja. Padahal tugas pejabat ini ya mengatur rakyat. Lha kalau rakyatnya kecewa terus pindah semua?

Contoh tadi memang ekstrim, provokatif dan ajaib. Negara mana pula yang mau menampung 200 juta lebih rakyat Indonesia, jika semuanya ingin pindah kost? Tapi mari kita sederhanakan eksodus tadi dengan membacanya sebagai kekecewaan rakyat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Masih ajaibkah? Mari kita lihat beberapa contoh.

Digulirkannya otonomi daerah yang digembar gemborkan sebagai sitem yang konon lebih adil dan berpihak ke daerah, ternyata cuma menghasilkan pemerataan korupsi yang gila gilaan di daerah.

Pendidikan Dasar yang KATANYA GRATIS, faktanya TETEP BAYAR Ini sangat membingungkan. SPP memang nggak perlu bayar, tapi tetep aja ada pungutan ini itu.

Alokasi anggaran yang seringkali tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Berikut contoh yang terjadi di beberapa daerah (http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0610/07/104437.htm):

Di Kabupaten Ciamis, misalnya, anggaran 2004 untuk penanganan gizi buruk hanya Rp 10 juta, sementara jamuan makan pemerintah Rp 4 miliar lebih.

Di Kota Yogyakarta, anggaran 2004 untuk pemberdayaan perempuan hanya Rp 40,616 juta, sementara anggaran dana purnatugas DPRD Rp 98 juta per orang.

Di Kabupaten Subang, bantuan ibu hamil risiko tinggi keluarga miskin 2004 hanya Rp 10 juta, sementara anggaran perjalanan dinas DPRD Rp 2,3 miliar.

Di Kulon Progo, anggaran untuk posyandu anak balita 2004 hanya Rp 4 juta, sementara anggaran pembangunan dermaga Rp 135 miliar.

Di Provinsi Yogyakarta tahun 2001, anggaran pemberdayaan perempuan Rp 0, sementara anggaran belanja DPRD Rp 9,7 miliar.

Ini hanya super sedikit contoh yang terjadi di sekitar kita. Jadi, kalau Anda saya ajak untuk membaca kembali kalimat pertama tulisan ini: Negara menelantarkan rakyatnya, sepakatkah Anda? Yang pasti, jawaban paling jujur ada di hati dan kepala kita masing masing.

========================================
Pengirim : Tata Danamihardja
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Negara Khayalan
  2. Demi Negara Atau Demi DUIT Negara
  3. Suara rakyat (itu apa?)
  4. Undang undang Dasar Negara Purbadewa
  5. Sekolah Anti Korup
  6. Perubahan ancaman pada Negara merubah model dan tingkat Kejahatan
  7. Hebatnya Anggota Parlemen Kita
  8. Rakyat Sebutanku
  9. Pesta Rakyat
  10. Rp. 3.120.000.000,00 itu cuma
Next Topic:

Cerita sejenis

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang [Read More]

Kakek Tua dan Segenggam Beras

seorang kakek tua renta dengan baju lusuh dan karung dekil di pundaknya dengan nafas terasa sesak dengan mata berkaca [Read More]

Hidup di Jakarta

rintik hujan yang turun membasahi bumi jakarta,tempatnya kaum urban yang mengadu nasib. Dalam ketenangan dan himpitan [Read More]

Aku berubah, aku merubah, aku

Pada porosnya dunia berputar 24 jam sehari, gelap dan terang merupakan bagian dan element dari perputaran dunia. Dunia [Read More]

Prasangka / Praduga

Prasangka bisa di artikan kata praduga. Dengan arti tujuan yang di duga masih terlalu dini untuk di simpulkan. Di duga [Read More]

Manusia berpunuk

Bercita cita setinggi gunung yang siap meledak. bila di rentangkan akan seluas samudra biru. sedangkan engkau di [Read More]

Polyraga dan Monojiwa

Raga ini tercipta dengan berbagai bentuk dan keunikan masing masing. Dengan sedikit tambahan pernak pernik dan [Read More]

Bagus dan Usaha

Bagus itu relative tetapi usaha itu mutlak. Manusia berparas bagus adalah relative, tergantung selera manusia lain yang [Read More]

Dunia tanpa cikal bakal

Hidup tanpa tujuan merupakan hidup yang hampa. Hampa merupakan suatu ruang sendiri yang menyita waktu dan mengarahkan [Read More]

Kemiskinan

zaman serba moderen sekarng ini masih banyak masyarakat yang miskin baik miskin pengetahuan ataupun kemiskinan materi, [Read More]