Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar

Sarikata.com adalah website yang berisi kumpulan cerita seru,cerita indonesia,cerita motivasi,cerita renungan,kata mutiara,cerita lucu,artikel yang selanjutnya terlengkap di Indonesia

Thursday May 24th 2012

Negara Anti Rakyat

Negara (baca: pemerintah) menelantarkan rakyatnya. Negara tidak berpihak kepada rakyatnya. Ajaib? Absolutely Karena negara tidak akan pernah berdiri kalau rakyatnya nggak ada. Bayangkan kalau sebuah negara misalnya, semua rakyatnya pindah ke negara lain karena kecewa. Yang tersisa cuma pejabat penyelenggara pemerintahan saja. Padahal tugas pejabat ini ya mengatur rakyat. Lha kalau rakyatnya kecewa terus pindah semua?

Contoh tadi memang ekstrim, provokatif dan ajaib. Negara mana pula yang mau menampung 200 juta lebih rakyat Indonesia, jika semuanya ingin pindah kost? Tapi mari kita sederhanakan eksodus tadi dengan membacanya sebagai kekecewaan rakyat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Masih ajaibkah? Mari kita lihat beberapa contoh.

Digulirkannya otonomi daerah yang digembar gemborkan sebagai sitem yang konon lebih adil dan berpihak ke daerah, ternyata cuma menghasilkan pemerataan korupsi yang gila gilaan di daerah.

Pendidikan Dasar yang KATANYA GRATIS, faktanya TETEP BAYAR Ini sangat membingungkan. SPP memang nggak perlu bayar, tapi tetep aja ada pungutan ini itu.

Alokasi anggaran yang seringkali tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Berikut contoh yang terjadi di beberapa daerah (http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0610/07/104437.htm):

Di Kabupaten Ciamis, misalnya, anggaran 2004 untuk penanganan gizi buruk hanya Rp 10 juta, sementara jamuan makan pemerintah Rp 4 miliar lebih.

Di Kota Yogyakarta, anggaran 2004 untuk pemberdayaan perempuan hanya Rp 40,616 juta, sementara anggaran dana purnatugas DPRD Rp 98 juta per orang.

Di Kabupaten Subang, bantuan ibu hamil risiko tinggi keluarga miskin 2004 hanya Rp 10 juta, sementara anggaran perjalanan dinas DPRD Rp 2,3 miliar.

Di Kulon Progo, anggaran untuk posyandu anak balita 2004 hanya Rp 4 juta, sementara anggaran pembangunan dermaga Rp 135 miliar.

Di Provinsi Yogyakarta tahun 2001, anggaran pemberdayaan perempuan Rp 0, sementara anggaran belanja DPRD Rp 9,7 miliar.

Ini hanya super sedikit contoh yang terjadi di sekitar kita. Jadi, kalau Anda saya ajak untuk membaca kembali kalimat pertama tulisan ini: Negara menelantarkan rakyatnya, sepakatkah Anda? Yang pasti, jawaban paling jujur ada di hati dan kepala kita masing masing.

========================================
Pengirim : Tata Danamihardja
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Hebatnya Anggota Parlemen Kita
  2. Negara Khayalan
  3. Demi Negara Atau Demi DUIT Negara
  4. Suara rakyat (itu apa?)
  5. Undang undang Dasar Negara Purbadewa
  6. Sekolah Anti Korup
  7. Perubahan ancaman pada Negara merubah model dan tingkat Kejahatan
  8. Rakyat Sebutanku
  9. Pesta Rakyat
  10. Rp. 3.120.000.000,00 itu cuma
Next Topic:

Leave a Comment

*

Himbauan dari Sarikata.com

Tolong bantu Sarikata.com untuk tetap eksis hingga masa mendatang dengan mengklik iklan / banner yang ada di website ini. Terima kasih.

Sarikata.com adalah website yang berisi kumpulan cerita indonesia, cerita motivasi, cerita seru, cerita renungan, kata mutiara, cerita lucu, cerita pendek, cerita puisi, cerita dongeng, cerita astrology, cerita fabel, cerita humor, cerita iptek, cerita kasih / cinta, info kesehatan, cerita misteri, artikel renungan, artikel motivasi, artikel iptek, artikel kesehatan, artikel ilmu pengetahuan, artikel misteri yang terlengkap dan terbesar di Indonesia.

Kumpulan cerita seru,cerita indonesia,cerita motivasi,cerita renungan,kata mutiara,cerita lucu,artikel yang selanjutnya terlengkap di Indonesia