Kembali ke dusun dimana aku lahir,
aku tak menemukannya lagi kenangan,
dimana dulu pernah lekat di benak ini kemanapun pergi,
yang ada adalah puing dan debu,
serta tatapan tatapan kosong tetangga yang remuk hatinya juga,
dan sepi ini seperti semadi,
segalanya adalah milikNYa.
Memandang runtuhan yang membunuh saudaraku,
menimbunnya saat mereka tengah sibuk menyambut pagi, adalah pandangan hampa yang tak kutemukan lagi titik sudutnya. Aku takkan menangis, karena ini hanyalah cara kembalimu padaNya, biarlah senyap ini beruraikan air matahatiku yang pasrah.
Di langit masih ada awan,
berarak dari samping ke samping,
di sanakah arwah mereka yang telah tiada?
Aku tak mengucap selamat jalan,
kerna mungkin akupun telah tak ada.
========================================
Pengirim : Uung K.S.
========================================
Related posts:











