Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Puisi Untuk Sahabat

Puisi Untuk Sahabat

Malam semakin larut, dingin semakin menusuk rusuk
Mendung langit sang dewi malam bersembunyi di balik awan kelabu
Hanya suara binatang malam yang menemani kesunyian hamba
Hamba semakin tenggelam dalam kesunyian hati

Hamba mencoba membuka jendela hati yang telah mati
Bersama berjuta topeng hamba jalani hidup
Suara jerit hati telah hamba ingkari
Ribuan wajah tertawa

Hati hamba telah mati……
Ya Rabb hamba hanya meminta cinta
Hati hamba telah beku……
Ya Rabb hamba hanya meminta kasih

Sepi……sunyi……dingin…….
Dimanakah teman sejati
Sepi……sunyi……dingin…….
Dimanakah sahabat sejati

Hamba yang keturunan Adam bertanya
Tentang teman sejati yang terluka
Hamba anak dari Adam dan Hawa bertanya
Tentang sahabat yang terluka

Ya Rabb cukuplah hamba yang terluka
Biarkan teman sejati hamba berlari mengejar mimpi
Ya Rabb cukuplah hamba yang menderita
Biarkanlah sahabat hamba menari dan tersenyum pada dunia

Air mata hamba ku persembahkan pada nirwana
Walau hamba sadar itu tidaklah cukup
Air mata hamba ku persembahkan pada nirwana
Hanya menambah keperihan sahabat hamba

Ya Rabb……Ya Rabb……Ya Rabb……
Hamba hidup di dunia hanya memuja cinta
Ya Rabb……Ya Rabb……Ya Rabb……
Hamba lupa tetesan dan anugerah kasihMU

Hamba yang selalu berkeluh kesah tentang hidup hamba
Tidak pernah peduli dengan derita sahabat
Sahabat maafkanlah sahabatmu yang hina ini
Ya Rabb terimalah hamba yang bodoh ini sebagai khalifah sahabat sahabat hamba

========================================
Pengirim : gie
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. padaMu
  2. Dari Sahabat untuk Sahabat
  3. Kau, tetap sahabat sejatiku
  4. Untuk Sahabat
  5. Tanggapan Untuk Kasih Tak Sampai
  6. Terluka Karena Sahabat
  7. Sahabat Sejati
  8. Sahabat Sejati
  9. Sahabat
  10. Puisi Untuk Ibu

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]