Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Kumpulan puisi Firman Taqur

Cinta, Inikah makna itu

Tubuhmu membiusku nafsu
Atas nama cinta aku menyetubuhimu
Kau ragu di antara cinta dan norma
Namun tanganku telah menjelajah auramu
Kau membadai dengan desah yang gelisah
Kau resah �.
Kau gundah �
Namun, kau tak marah �
Kau hanya diam saat temaram itu menghujam
Kita tak bicara
Kau tanpa basa aku tak berkata
Mata indahmu meratapku harap
Aku seka air bening di kelopak itu
Malam itu, kau tampar berahiku

Pab_Cianjur
05 Mei 2003
08.10 am

Makanya Aku Bilang Juga Apa

Makanya aku bilang juga apa
Celanamu jangan terlalu terbuka
Jadinya kamu diperkosa
Tapi suka sama suka kan waktu itu
Nah, itu salahmu
Habis kamu selalu mengumbar durja
Dan aku tinggal menunggu saja

Makanya aku bilang juga apa
Jalanmu itu terlalu menganga
Jadinya aku terpesona
Kamu bikin konak saja
Jangan salahkan aku kalau permatamu dicuri
Tapi permata itu sekarang murah harganya
Aku bisa beli dalam sekali transaksi
Nah, siapa salah kalau begitu

Ah, kamu
Bikin aku bingung saja
Saat itu kamu terlihat begitu lugu nan ayu
Eh, kemarin kamu bergumul penuh nafsu
Dasar durjana bermuka dua
Kamu setan atau manusia

Pab_Cianjur
27 Mei 2003
13.20 pm

Sudah,
Diam Sajalah Jangan Banyak bicara

Untuk Nuril, aku ini musuh feminist

Aku pria perkasa, penakluk kaum hawa
Kamu dicipta dari tulang rusuk tak lurus yang aku punya
Makanya, sudahlah diam saja dan jangan banyak bicara
Apalagi minta keadilan dalam mendapat bagian
Sudah diam jangan banyak berkoar
Kamu hanya boleh bicara, bila aku bertanya
Kamu hanya boleh berkata, bila aku bercerita
Selebihnya diam.

Kamu tak pantas untuk berusaha
Apalagi meminta hak yang sama
Diam saja di rumah
Tunggulah aku dari tempat kerja
Lantas sambut dengan gembira
Tanyakan apa ada resah dihariku
Apa ada gundah dihatiku
Selebihnya kamu cukup mendesah

Pab_Cianjur
27 Mei 2003
12.45 pm

Wanita � wanita

Wanita � wanita �
Katanya kamu perhiasan dunia
Berarti satu makna dong dengan emas permata
Dan itu pasti mahal harganya
Tapi kemarin aku beli kamu seratus ribu saja
Bahkan tetanggaku bicara cukup dua puluh ribu satu gaya

Wanita � wanita �
Emas permata itu kamu buang kemana

Pab_Cianjur
27 Mei 2003
14.00 pm

Aduh, Mana Tahan

Pinggul digoyang � dada bergetar
Tubuhmu melepuh dalam irama mendayu
Sungguh aduhai kamu di remang itu
Aroma merebak, gelora nafsu menggebu
Kamu mendesah, bibirmu basah
Para penikmat terjaga tak sanggup bicara
Wah, kamu hebat bergerak � eh kok merangkak
Jadinya para durjana ngakak � terbahak bahak

Huhf, bau nafas setan dan asap keiblisan
Pinggul digoyang � gairah meradang
Dada bergetar � hasrat menggelepar
Remang remang lantai neraka
Kamu iblis, kamu sungguh menggoda

Lho, kenapa bajumu dibuka
Pinggul digoyang, dada bergetar
Aduh, mana tahan �jahanam

Pab_Cianjur
27 Mei 2003
14.30 pm

Juwita Malam, Aku Mencintaimu

Juwita malam,
Aku datang ini bukan untuk membeli itu
Aku hanya ingin menyatakan cinta padamu
Maukah kamu menjadi kekasihku?
Aku yakin cinta itu masih ada dihatimu
Tunjukkan tak usah sungkan
Biarkan aku menjadi bara bagi cinta padammu
Tak mengapa tubuh indahmu itu untuk siapa
Aku hanya ingin mencintaimu

Juwita malam,
Mentari sepertinya akan menjelang
Berkemaslah segera untuk pulang
Aku menunggumu di sini, di taman ketulusan
Besok malam sebelum kamu berkencan
berilah aku jawaban

Pab_Cianjur
24 Juni 2003
12.30 pm

========================================
Pengirim : firman taqur
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Kumpulan puisi
  2. Kumpulan Puisi Tulus
  3. Kumpulan puisi (Pramboedie)
  4. Kumpulan Puisi Tentang Ibu
  5. Kumpulan Puisi Perenialisme
  6. Kumpulan Puisi 2 Hari
  7. Puisi Sabilla
  8. Kumpulan Kata Mutiara (1)
  9. 3 Puisi Dino F. Umahuk
  10. Permpuan Menggugat
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]