Aku mempunyai seorang sahabat yang sebenarnya dia adalah orang pertama yang menarik hatiku saat ku masuk dalam salah satu sekolah negeri di Jakarta.Hari demi hari kulewati dengan diam,tanpa kuungkapkan rasa.Aku hanya bisa berdoa semoga suatu saat nanti,ia akan mengerti perasaanku.Pernah suatu kali ia mengetahui perasaanku ini lewat seorang temanku.Akupun malu.Tak tahu harus berbuat apa.Akhirnya aku dan tak lagi berbicara.Saat aku sudah berada di kelas yang terakhir kalinya di sekolah itu,aku tak menyangka,kini kami begitu dekat.Bahkan sangat dekat.Aku juga tak tahu mengapa ia akhirnya menyatakan ingin selalu berada di sampingku.Awal ku merasa ini hanyalah sebuah harapan.Karena aku mengerti dirinya yang denagn mudahnya mencintai seorang wanita.Tapi aku juga tak bisa membohongi perassanku sendiri.Hubungan kamipun berjalan apa adanya.Aku tak ingin membahas hubungan kami.Sampai suatu hari,ia mengatakan bahwa ia tlah mempunyai setangkai mawar yang harus ia rawat.Ini adalah sebuah sayatn yang begitu sakit di hatiku.Dan aku baru menyadari bahwa mungkin ia tak kan pernah mengertiku.Tapi ia selalu bilang kalau ia sayang padaku.Dia selalu meninggikanku lebih dari mawarnya sendiri.Aku bingung,apakah mungkin ia menginginkanku?Dari sikapnya yang begitu khawatir jika ku dekat dengan pria lain.Tapi ia tak pernah mengataknnya padaku.Sampai sutu ketika ia mengatakan itu dan ia ingin agar aku bisa menjadi miliknya.Aku tak ingin terluka tuk yang kesekian kalinya.Namun aku tak bisa mengingkari bahwa dialah yang biasa menjadi sahabat sekaligus saudara bagiku.Aku sadar sebagai insan Tuhan.Sahabat kan lebih abik dari apapun Akhirnya dia dapat memahami diriku.Tapi kenapa?Kenapa justru saat waktu akan memisahkan kami?Dan akhirnya kamipun berpisah.Kini aku memulai hidup baruku sendiri.Tanpa dia.Tapi ku selalu berusaha tuk tetap menjaga hubungan silaturahmi dengannya.Tapi aku tak pernah mendapat respon baik darinya.Sobat,apakah kau melupakanku?Dia menghilan begitu saja.Tanpa pamit.Mungkinkah ia telah menjadi milik oarang lain lagi?Aku tak boleh bersuuzon.Ya,Allah semoga apa yang kupikirkan tidaklah benar.Apapun yang terjadi,aku kan tetap ada untukmu.Hingga kau kembali Ya…aku akn berusaha tuk tetap menepati janji yang pernah terucap.Meski kau tlah mengingkarinya…
========================================
Pengirim : Mirna Mardianah
========================================
Related posts:











