Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Saturday February 4th 2012

Asep sunandarsunarya

Asep Sunandar Sunarya Asep, yang lebih dikenal dengan panggilan Asep Sunarya, dalang wayang golek yang menciptakan si Cepot. Wayang yang rahang bawahnya bisa digerak gerakkan jika berbicara, juga dapat merentangkan busur dan melepaskan anak panah, tanpa bantuan tangan dalang. Dengan karyanya itu, dia pantas disebut sebagai pendobrak jagat wayang golek di Indonesia.

Selain si Cepot, wayang denawa atau raksasa juga dibuat sedemikian rupa, sehingga otak kepalanya bisa terburai berantakan ketika dihantam gada lawannya.

Dia dipuji dan juga dikritik dengan karya terobosannya itu. Namun, kritikan itu makin emacu semangat dan kreativitasnya. Keuletannya membuahkan hasil, namanya semakin populer. Terutama setelah Asep meraih juara dalang pinilih I Jawa Barat pada 1978 dan 1982. Kemudian paada 1985, ia meraih juara umum dalang tingkat Jawa Barat dan memboyong Bokor Kencana.

Pengakuan atas kehandalan dan kreativitasnya mendalang, bukan saja datang dari masyarakat Jawa Barat dan Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Dia pernah menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnete di Charleville Prancis. Dari institut itu dia mendapat gelar profesor.

Asep Sunarya lahir 3 September 1955 di Kampung Jelengkong, Kecamatan Baleendah, 25 km arah selatan Kota Bandung. Bernama kecil Sukana, anak ketujuh dari tiga belas bersaudara keluarga Abah Sunarya yang dikenal sebagai dalang legendaris di tanah Pasundan.

Sejak kecil, terutama sesudah remaja, ia sudah berambisi menjadi dalang. Makanya, setamat SMP, ia mengikuti pendidikan pedalangan di RRI Bandung. Meski ayahnya seorang dalang legendaris di kampungnya, Asep memilih belajar dalang dari Cecep Supriadi di Karawang.

Berbeda dengan pendahulunya yang mendalang tempat tempat tertentu saja, Asep justru tekun mensosialisasikan wayang golek yang inovatif ke kampus kampus, hotel hotel, gedung gedung mewah dan televisi. Upayanya membuahkan hasil. Wayang golek populer di berbagai tempat. Penampilannya yang selalu menarik perhatian mengundang decak kagum penonton baik anak muda maupun orang tua.

Popularitas dalang yang telah menikah lima kali dan mempunyai sembilan anak ini pun semakin tinggi. Tidak saja dia diundang pentas mendalang di dalam negeri, tetapi juga di berbagai kota di Benua Asia, Amerika dan Eropa. â–ºe ti/tsl

========================================
Pengirim : dodol
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Tuhan, Engkau Pertemukan Dengan Kakakku
  2. Ir. Soekarno Berdiri di Atas Kaki Sendiri
  3. Malam
  4. Pram tidak bangga menjadi Jawa
  5. Sajak seorang Pelarian II
  6. Sunan Kalijaga
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Ajip Rosidi

Nama: Ajip Rosidi Lahir: Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, 31 Januari 1938 Isteri: Hj Patimah Profesi: Sastrawan [Read More]

Pengumpul dan pengarang kitab

IMAM MALIK Nama penuhnya ialah Malik bin Anas. Dia berasal daripada suku Zi Asbah kaum Arab di Yaman. Beliau dilahirkan [Read More]

Junjunganku

Sejenak, Renungkanlah dalam dalam. Dengan hati, jiwa dan pikiranmu tentang “Aku”. [Read More]

Binti Syati (Putri Pantai)

Binti syati�, sebuah nama pena yang mungkin sudah usang dan sudah dilupakan oleh sebagian orang. Sebuah nama yang [Read More]

Pramodye yang Dahsyat

Pramoedya Ananta Toer, sosok yang bagi The San Fransisco Chronicle, selain seorang pembangkang paling masyhur adalah [Read More]

Soe Hok Gie

SOE HOK GIE, Primus Inter Pares Soe Hok Gie, dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, putera keempat dari Soe Lie Piet [Read More]

Ahmad Wahib

Ahmad Wahib adalah seorang aktivis muda yang kritis yang pernah bergabung dalam Ormas HMI namun karena berbeda prinsip [Read More]

Sahabatku

Aku punya seorang teman. Namanya Heriyanto. Ia sangat peramah. Nama kerennya Hento alias Rivi. Ia punya kebiasaan [Read More]

Galileo Galilei

Galilei dilahirkan di Pisa, Italia pada tanggal 15 Februari 1564 dari pasangan Vincenzo Galilei dan Guilia Ammannati. [Read More]