Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar

Sarikata.com adalah website yang berisi kumpulan cerita seru,cerita indonesia,cerita motivasi,cerita renungan,kata mutiara,cerita lucu,artikel yang selanjutnya terlengkap di Indonesia

Thursday May 24th 2012

Pertemuan Dua Hati

Di tengah keramaian suasana Dubai Mall yang terletak di jantung kota Dubai, Uni Emirat Arab, tampak seorang pemuda berjalan menyusuri pertokoan dan butik yang terdapat di mall tersebut. Huh…susah sekali menemukan hadiah untuk anak orang kaya. Hmm…tas Gucci sudah, sepatu channel…dia juga sudah punya…parfum juga sudah banyak…apa lagi doooong…. Gerutu Hakeem sembari melirik ke arah sebuah kertas catatan kecil yang sejak tadi tergenggam di tangannya. Kertas catatan itu berisi barang barang favorit yang sudah dimiliki oleh Latifa, calon tunangannya.

Raut kesal tergambar di wajahnya yang tampan. Wajar saja bila Hakeem merasa kesal. Sudah berjam jam dia berjalan menyusuri butik dan outlet outlet yang terdapat di Dubai mall, namun belum juga menemukan hadiah yang pantas bagi Latifa. Latifa, gadis kaya raya, yang konon memiliki kecantikan mirip dengan Sheikha Roudha Al Maktoum, Putri bangsawan Dubai, sudah memiliki semua barang yang hendak di beli oleh Hakeem.

Di tengah kebimbangannya, datanglah sang penyelamat yang bernama sama dengan sang calon tunangan, Latifa. Hakeem, apakau kau adalah Hakeem si sopir? Tanya Gadis muda yang bernama Latifa. Mendengar ada seseorang yang berbicara kepadanya, Hakeem segera membalikkan badan dan terkejutlah dengan apa yang di lihatnya. Nona Latifa….ini sungguh suatu kejutan…bagaimana kabar anda nona? ujar Hakeem dengan senyum mengembang. Latifa hanya tersenyum, di rapihkannya sejenak kerudung berwarna hitam yang menutupi rambutnya. Aku baik baik saja, bagaimana denganmu? Sepertinya kau sudah berubah. Tanya Latifa sambil tersenyum manis. Berdegup kencang jantung Hakeem ketika melihat sesungging senyum dari sang bidadari. Mulutnya tiba tiba saja membisu, tidak bisa berkata apa apa. Hatinya berdesir dan ia kembali teringat akan kenangan indah di masa lalu.

Empat tahun yang lalu, Hakeem bekerja sebagai seorang supir pribadi untuk keluarga terpandang di kota Dubai, yaitu keluarga Al Marri. Saat itu keluarga Al marri, tengah mencari seorang pria muda untuk bekerja sebagai sopir pribadi putri kesayangannya, Latifa. Sikap Latifa yang cerewet, sombong dan manja, membuat para sopir terdahulu enggan bertahan lama. Paling paling hanya 2 3 bulan saja mereka bisa bertahan, setelah itu mengajukan pengunduran diri.

Melihat kesempatan datang, Hakeem yang saat itu baru saja lulus dari Universitas, memutuskan untuk menerima pekerjaan ini. Hakeem sendiri bukanlah seorang pemuda miskin yang harus berjuang untuk mencari sesuap nasi. Ia adalah seorang pemuda berotak cerdas, ramah dan tampan yang berasal dari keluarga kaya di kota Abu Dhabi. Berbeda dengan kebanyakan anak orang kaya lainnya, Hakeem tidak bersikap sombong dan selalu ramah kepada setiap orang yang di kenalnya. Tak heran bila ia dekat dengan banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat.

Meskipun begitu Hakeem memiliki kelemahan yang sangat fatal. Meskipun terkenal sebagai pemuda berotak cerdas dan memiliki banyak prestasi, Hakeem malas untuk bekerja. Baginya bekerja di kantor atau semacamnya adalah pekerjaan yang membosankan. Ia juga terkenal karena sikapnya yang boros dan suka menghambur hamburkan uang. Hal inilah yang membuat kedua orang tuanya yang saat itu sedang bermukim di Perancis, menghentikan bantuan keuangan dan menyuruhnya untuk bekerja.

Bagaikan cerita dalam dongeng tentang seorang pangeran yang berubah menjadi pengemis. Tindakan yang di lakukan oleh kedua orang tuanya, membuat dirinya seperti kebakaran jenggot. Ia tidak memiliki uang cukup untuk hidup mewah. Para pelayannya terpaksa di pecat karena ia tidak memiliki uang lagi untuk membayar mereka. Tabungan yang dimilikinya juga sudah ludes karena sering di gunakan untuk balap mobil dan jamuan makan malam yang mewah. Satu satunya yang ia dapat hanyalah uang pas pasan untuk hidup sebulan dan rumah mewah milik kedua orang tuanya.

Apalah artinya rumah mewah tanpa pelayan. Yang pasti hanya membawa kesialan semata. Semenjak tidak memiliki pelayan untuk membersihkan rumah, keadaan rumah menjadi terlantar. Kotor dan penuh dengan debu. Akhirnya setelah 3 bulan berusaha bertahan di rumah mewah dengan uang seadanya, Hakeem memutuskan untuk bekerja. Di titipkanlah rumah mewah milik kedua orangtua kepada salah seorang kerabat dekat dan ia pun bertolak menuju ke Dubai.

Singkat cerita ia melamar pekerjaan di kediaman keluarga Al Marri dan akhirnya di terima. Mereka menempatkannya sebagai sopir pribadi Latifa, putri semata wayang dan anak kesayangan dari Mr. Husaain Al Marri. Melalui dialah Hakeem menyadari bahwa hidup ini penuh dengan perjuangan. “ Hakeem antarkan aku ke sekolah..Hakeem, jemput aku jam 3 sore di salon…Hakeem….Hakeem…� itulah kata kata yang sering di ucapkan oleh Latifa saat itu. Sikap Latifa yang manja, egois dan seenaknya membuat Hakeem stress bukan kepalang. Entah sudah berapa banyak makian dan cacian yang di terimanya ketika bekerja sebagai sopir pribadi Latifa. Ingin rasanya ia balas memaki gadis manja itu, namun ia kembali teringat niatnya akan bekerja untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Meskipun begitu ia tetap bertahan dan mencoba menghadapi sikap Latifa.

Hari berganti hari dan tahun pun silih berganti. Tak terasa sudah 1 tahun berlalu sejak ia mulai bekerja di rumah keluarga Al Marri. Pekerjaan sebagai supir telah membuatnya sadar bahwa mencari uang bukanlah hal yang mudah. Pandangannya mengenai hidup pun mulai berubah. Ia tidak lagi memiliki sikap boros dan bertekad akan menerima pekerjaan yang di tawarkan oleh ayahnya, bila mereka pulang ke Abu Dhabi nanti. Di lain pihak hubungan antara Latifa dan Hakeem yang semula hanya bersifat pekerjaan telah berubah menjadi persahabatan. Sikap hakeem yang sabar, jujur dan bersahaja membuat sikap latifa berubah dari gadis manja menjadi seorang gadis yang ramah. Seiring dengan berjalannya waktu, benih benih cinta pun tumbuh diantara mereka berdua.

Akan tetapi kesadaran keduanya akan perbedaan status dan keinginan orang tua Latifa untuk menjodohkannya dengan seorang pemuda asal Abu Dhabi membuat Hakeem dan Latifa saling menahan diri untuk mengatakan perasaan masing masing. Hingga suatu hari Hakeem mendapat kabar bahwa kedua orang tuanya akan pulang ke Abu Dhabi. Kepulangan kedua orang tuanya ke Abu Dhabi adalah untuk membuka cabang perusahaan baru, di mana Hakeem akan di tempatkan sebagai salah seorang staff. Mereka merasa bahwa pengalaman hidup telah merubah sikap Hakeem menjadi lebih baik. Karena itu mereka meminta hakeem untuk berhenti dari pekerjaannya dan secepatnya bertolak menuju abu dhabi. Dengan perasaan bahagia bercampur sedih, karena harus berpisah dengan sang pujaan hati, ia mengajukan pengunduran diri sebagai sopir pribadi keluarga Al Marri dan segera pulang ke Abu Dhabi.

Sejak saat itu ia tidak pernah menghubungi atau menerima kabar dari Latifa. Ia kemudian menjalani hidup sebagai manager dari cabang perusahaan milik orang tuanya. Di habiskanlah seluruh waktunya untuk bekerja dan bekerja. Ia sudah menjadi seorang workalcoholic. Tak lagi terbersit di pikirannya untuk kembali menemui Latifa dan mengatakan kebenaran tentang jati dirinya. Baginya kisah cintanya dengan Latifa hanya kisah lama yang tidak perlu di ingat. Toh Latifa sudah bertunangan dengan pria lain. Sudah tidak ada kesempatan lagi baginya untuk mendapatkan Latifa. Dengan berjalannya waktu dan kesibukan kantor yang di hadapinya, perlahan kenangan akan kisah cintanya dengan Latifa terlupakan.

“Hakeem, apa kau masih bersamaku? Haloo�…. Pertanyaan latifa menyadarkan Hakeem dari lamunannya. “Ah maaf…anda bicara apa tadi?� Tanya hakeem dengan gugup dan malu. Aku tadi bertanya padamu tentang apa yang sedang kau lakukan di mall ini. Tapi sepertinya kau sedang berada di tempat lain. hehehe… Ujar latifa sembari tertawa. Melihat mantan pujaan hatinya tertawa ia pun ikut tersenyum. Aku sedang mencari hadiah untuk calon tunanganku. “Tapi sepertinya susah sekali�. “Ia anak orang kaya dan sudah memiliki semuanya�. Ujar hakeem sambil menyodorkan secarik kertas yang berisi barang barang favorit yang sudah di miliki oleh calon tunangannya itu.

Hmmm…Latifa bergumam sembari membaca tulisan di kertas tersebut. Agak lama ia berdiri mematung dan berpikir. “Hmmm…bagaimana kalau kau belikan kalung perak yang di hiasi liontin berbentuk hati saja�. Ujar Latifa menyarankan. Mana mungkin aku memberikan kalung perak padanya? Dia kan anak orang kaya. Begitu melihat pemberianku ia pasti akan langsung membuangnya ke tong sampah. Jawab Hakeem ragu ragu.�Bagi wanita perak atau emas tidaklah penting�. “Yang terpenting itu perhatiannya�. Balas Latifa meyakinkan.

Mendengar ucapan Latifa yang sepertinya cukup meyakinkan, Hakeem memutuskan untuk membelikan seuntai kalung perak yang di hiasi oleh liontin berbentuk hati. Kalung itu sendiri di pilihkan oleh Latifa yang bersedia menemaninya untuk membeli hadiah untuk sang calon tunangan. Waktu terus berjalan dan tibalah waktunya untuk berpisah kembali. Setelah selesai membeli hadiah untuk calon tunangan dan menemani Latifa berbelanja, Hakeem kembali mengucapkan salam perpisahan.

“Sampai jumpa nona Latifa, senang bertemu dengan anda. Ujar hakeem dengan suara tercekat. Di jabatnya tangan Latifa dengan erat dan terlihat matanya mulai berkaca kaca.
Hatinya merasa sedih karena harus berpisah kembali dengan wanita yang pernah dan masih di cintainya. Begitu pula Latifa, matanya mulai berkaca kaca dan tidak dapat mengucapkan sepatah kata apapun kecuali ucapan perpisahan. “Selamat tinggal Hakeem, semoga kau bahagia bersamanya�. Ujar Latifa sembari melepaskan tangannya dari genggaman Hakeem�. Tinggallah Hakeem yang menatap Latifa dari kejauhan dengan pandangan berkaca kaca. “Selamat tinggal cinta pertamaku, kini aku akan menjalani kehidupan cintaku yang lain�. Gumamnya dalam hati.

Sore harinya di hotel Dubai Palace yang terletak di tengah kota Dubai, tampak suasana yang lain dari biasanya. Ruangan ballroom hotel tersebut di dekorasi dengan nuansa romantis. Berbagai macam bunga menghiasi ruangan tersebut. Sementara itu di salah satu kamar hotel, tampaklah Hakeem sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran Latifa, gadis yang akan di tunangkan dengannya. Dengan balutan busana khas arab, yaitu “Kandoorah ( baju panjang khas arab) berwarna putih yang di padukan dengan “Ghottrah ( penutup kepala khas arab), Hakeem terlihat sangat tampan. Meskipun begitu ia merasa sangat gugup. Sampai sampai ia merasa enggan untuk menemui calon tunangannya.

“Hakeem, Latifa dan keluarganya sudah datang. Mari kita turun.� Ujar sang bunda dengan senyuman yang menyejukkan. Di peluklah sang putra yang berdiri di hadapannya dengan lembut, sembari berkata: “Ibu turut bahagia untukmu anakku�. Melihat kesejukkan yang terpancar dari sikap sang bunda, sedikit demi sedikit kegugupan di hatinya mulai sirna. Sang ayah yang sedari tadi berdiri di depan pintu tak kuasa menahan haru melihat putra semata wayangnya akan bertunangan. Sang ayah pun memeluk Hakeem dan mengucapkan selamat kemudian mereka pun bergegas menuju ke arah ruangan ballroom.

Ketika memasuki ruangan ballroom terkejutlah ia dengan apa yang di lihatnya, Latifa Al Marri, wanita pujaan hatinya, dalam balutan busana Kandoorah dan sheelah berwarna merah muda, berdiri di dampingi oleh kedua orang tuanya.“Latifa Al marri?� “apa yang sedang ia lakukan di sini?� Lalu di manakah Latifa Husaain, gadis yang akan di tunangkan padaku ?� gumam Hakeem di dalam hati. Latifa pun tak kalah terkejut. Ia merasa sangat gugup sampai sampai tidak bisa berbicara sepatah kata apa pun juga.

Melihat sikap putra putri mereka yang tertuduk malu dan saling mengalihkan pandangan, kedua orang tua dari pihak perempuan dan laki laki tertawa terbahak bahak. “Lihatlah sikap anak anak kita ini, malu malu, seperti belum pernah kenal saja�. Celetuk Mr. Al Marri. Ayah dari latifa. “Mungkin mereka masih malu malu untuk mengungkapkan perasaannya�. Timpal Mrs. Mansour, ibu dari Hakeem. para sahabat dan handai taulan yang saat itu hadir di tengah tengah pesta pun ikut tertawa.

Mendengar ucapan orang tua mereka, Latifa dan Hakeem semakin tidak mengerti. Apa yang sebenarnya terjadi? bukankah aku seharusnya bertunangan dengan Latifa Hussain? Tanya Hakeem kepada ayahnya dengan penuh rasa heran. Putra anda berkata benar Mr. Mansour, seharusnya aku bertunangan dengan Ahmed, pemuda asal Abu Dhabi. Lalu mengapa sekarang aku di tunangkan dengan Hakeem? ujar Latifa menimpali.

Mendengar pertanyaan kedua anak mereka, baik Mr, Mansour maupun Mr. Al Marri tak mampu menahan tawa. lalu dengan tenang di jelaslah duduk perkara yang sebenarnya. Sebenarnya kami sudah berencana mempertunangkan kalian sejak Hakeem mulai bekerja sebagai sopir di rumah keluarga Al Marri. Mr. Al Marri sendiri adalah sahabat lama keluarga Al mansour, namun karena kami tidak ingin memaksakan kehendak, maka kami menunggu perkembangan selanjutnya dari hubungan kalian.

Ternyata kalian sudah saling jatuh cinta. Jadi tidak bohong bila kami mengatakan bahwa Hakeem akan di tunangkan dengan wanita yang bernama Latifa Hussain Al marri dan benar pula bahwa Latifa Al Marri akan di tunangkan dengan Hakeem Ahmed Al mansour. Jelas Mr.Mansour panjang lebar sembari menyebutkan nama panjang mereka berdua.

Mendengar penjelasan dari orang tua mereka, kedua kekasih itu menghela nafas panjang. Kegembiraan pun tampak di wajah mereka. senyum manis pun tak henti hentinya menghiasi wajah mereka.Malam itu penantian mereka akan cinta sejati telah terwujud. Dua hati yang telah terpisah oleh jarak dan waktu kini telah di ikat oleh ikatan nan suci dan berharap agar selalu terikat selamanya.

TAMAT

========================================
Pengirim : nanda
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Titik Es Dalam Hati
  2. Titik Es Dalam Hati
  3. Ungkapan Hati
  4. Pertemuan Itu
  5. Hati hati pengguna komputer
  6. Pertemuan ini
  7. Menunggu Kekasih Hati
  8. Pertemuan
  9. Pertemuan Itu
  10. Pertemuan yang indah
Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

*

Himbauan dari Sarikata.com

Tolong bantu Sarikata.com untuk tetap eksis hingga masa mendatang dengan mengklik iklan / banner yang ada di website ini. Terima kasih.

Sarikata.com adalah website yang berisi kumpulan cerita indonesia, cerita motivasi, cerita seru, cerita renungan, kata mutiara, cerita lucu, cerita pendek, cerita puisi, cerita dongeng, cerita astrology, cerita fabel, cerita humor, cerita iptek, cerita kasih / cinta, info kesehatan, cerita misteri, artikel renungan, artikel motivasi, artikel iptek, artikel kesehatan, artikel ilmu pengetahuan, artikel misteri yang terlengkap dan terbesar di Indonesia.

Kumpulan cerita seru,cerita indonesia,cerita motivasi,cerita renungan,kata mutiara,cerita lucu,artikel yang selanjutnya terlengkap di Indonesia