“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu.
Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh.
Apakah pernah terlintas dalam pikiranmu tentang aku.
Walaupun saat dirimu sedang “high”.
Sial aku benci keadaan ini.
Aku benci jadi nomer dua dalam hidupmu.
Tapi aku bahagia jadi yang pertama ketika kau ada masalah.
Bajingan, kau pikir aku tong sampah?!!”
Related posts:











