Bulan ini aku mengalami 30 hari yang paling sulit karena aku kehilangan sahabatku. Sherly, sahabatku bukannya pergi ke luar kota, keluar propinsi, ke luar negri, ke luar benua atau ke luar dari bumi. Dia tetap berada disini tetapi tak tahu kenapa dia terasa sangat jauh.

Sebenarnya aku tahu dia sangat sibuk meraih nilai tertinggi dalam semester pendek dan berbagai kesibukan lainnya. Tetapi yang aku sayangkan dia seperti melupakan aku. Biasanya kami menghabiskan waktu bersama dikelas, dikantin dan di sudut lain kampus ini. Bersahabat dengan dia adalah salah satu hal terbaik dalam hidupku. Sherly sangat sabar menghadapi diriku yang mudah meledak dan segala keegoisanku. Dia bagaikan pengganti kakak yang tidak aku miliki.

Kehadiran Kak Boy, kekasih Sherly sepertinya juga makin menjauhkan Sherly dariku. Biasanya kami pulang kuliah bersama sama, tetapi sejak kehadiran Boy hal itu tak pernah terjadi lagi.

Memang kami masih bertegur sapa jika bertemu di kampus, tetapi aku yakin Sherly tidak tahu apa yang terjadi padaku selama 30 hari ini. Dia tidak tahu kalau banyak hal yang mengerikan yang terjadi padaku. Dia tidak tahu kalau aku tertabrak sepeda, kehilangan hasil pekerjaan dan mungkin dia juga tidak tahu kalau hatiku pacah berkeping keping.

Sebenarnya persahabatan kami bagaikan simbiosis parasitisme. Aku selalu menyusahkan dirinya tetapi dia jarang sekali mendapatkan keuntungan dariku. Aku tak pernah memberikan apa apa padanya karena aku memang oarng yang tidak punya. Aku juga tidak bisa mengirimkan esemes atau yang lainnya karena aku memang tidak memiliki barang yang menjadi kebanggaan semua orang itu.

Walaupun aku selalu menyusahkan tetapi aku tetap berharap persahabatan kita bisa tetap abadi dan semua semuanya berjalan baik lagi dengan bergantinya waktu.

========================================
Pengirim : j~mie
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone