AKHIR AKHIR ini, sering kita temukan berbagai macam tempat menawarkan berbagai macam pengobatan dan jimat sebagai tempat untuk menemukan solusi atau jalan keluar dalam hidup. Seperti yang kita ketahui, kita sebagai manusia memiliki keinginan untuk berbahagia atau membahagiakan orang lain. Ada pula yang ingin mendapatkannya dengan cara jalan pintas. Bahkan, ada yang menghalalkan kemusyrikan Bangga dengan jimat, membanggakan bacaan bacaan tertentu dan tak jarang di antara mereka telah tertipu dengan doa/bacaan/wiridan yang harus dibayar dengan uang. Subhanallah Sejak kapan Rasulullah mengajarkan jual beli doa ?

Harus diakui, kita sebagai menusia pasti tidak luput dari masalah, baik itu sifatnya ujian, musibah, cobaan bahkan azab. Dalam kehidupan sehari hari saja banyak kita temukan saudara saudara kita yang sedang ditimpa kesusahan. Ada yang belum mendapatkan jodoh, ingin sekolah di tempat favorit, ingin mendapatkan pekerjaan yang layak, bermasalah dengan orang tua, ingin disenangi orang, ingin disenangi oleh atasan dan masalah masalah lainnya.

Masalah ujian dari Allah pun bukan hanya itu saja. Ada juga yang sedang ditimpa ujian kesenangan yang menyebabkan seseorang lupa kepada penciptanya, Allah SWT. Ketika diberi jabatan dia lupa shalat, ketika diberi kemasyhuran kemudian dia menjadi sombong, ketika diberi kepintaran dia menjadi takabur dan merendahkan orang lain serta ujian kesenangan kesenangan lainnya. Itulah manusia, diberi susah dia berkeluh kesah, diberi kesenangan dia menjadi sombong dan kikir.

Lalu, bagaimana sih cara mendapatkan hidup yang sesuai yang diinginkan oleh Allah dan Rasul?

Harus diingat bahwa manusia yang sempurna di hadapan Allah adalah manusia yang ditinggikan derajatnya oleh Allah, bukan oleh manusia. Masalah yang dititipkan dan ditimpakan Allah kepada hamba Nya tiada lain adalah agar dia diangkat derajatnya oleh Allah kalau dia bersabar dengan ujian seraya menyempurnakan ikhtiarnya. Seseorang yang mampu menampilkan kesabaran dan mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah, pasti akan menemukan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapinya.

Menyempurnakan ikhtiar bukanlah berarti mendatangi dukun, paranormal, orang pintar dan sejenisnya. Sudah jelas, bukannya kita semakin dicintai Allah tetapi akan semakin jauh dengan Allah karena sudah mempercayai sesuatu selain Allah, MUSYRIK Naudzubillahi min dzalik

Lalu apa resep yang paling jitu untuk menghadapi kehidupan di dunia dan di akhirat itu?

Mari kita simak Sabda Rasulullah saw: “Barang siapa yang mengerjakan shalat malam/tahajjud dan membaguskan shalatnya, maka akan diberikan/dimuliakan Allah di dunia dan di akhirat. Lima di dunia dan empat di akhirat. Yang lima di dunia yaitu:
1. Dia dijaga Allah dari berbagai masalah dan bencana, apapun bentuknya.
2. Berkat ketaatannya nampak dari wajahnya yang bersinar dan menampakkan keceriaan.
3. Lisannya mampu mengucapkan kata kata yang penuh hikmah.
4. Dia akan disenangi dan disayangi oleh hamba hamba Allah yang sholeh dan semua manusia.
5. Dia dijadikan sebagai orang yang bijaksana dan mengerti arti hidup.
Yang empat di akherat :
1. Dia dibangkitkan dari alam kuburnya dalam keadaan wajah yang putih.
2. Diringankan dari hisab.
3. Ketika melewati jembatan sirotol mustaqim, bagaikan kilat yang menyambar.
4. Kitab amalnya diserahkan dengan tangan kanan oleh malaikat Allah.”

Inilah sebenarnya jawaban bagi setiap manusia yang mendambakan keindahan, ketenangan, kesejahteraan, keselamatan dan kebahagiaan hidup. Dengan melaksanakan shalat tahajjud dengan istiqomah (konsisten), pasti dia akan mendapatkan pertolongan dari Allah atas segala masalah/bencana yang dihadapinya. Setiap perbuatannya akan menjadi contoh bagi yang lain dan akan selalu disenangi oleh setiap manusia.

Ucapannya meskipun amat sederhana tetapi memiliki kekuatan untuk menggugah orang lain dan tak jarang menggetarkan hati manusia bagi yang mendengarkan kata katanya. Kemanapun dia pergi akan selalu dimintakan petuah dan nasehat nasehatnya. Dan, kedatangannya akan senantiasa dirindukan oleh siapapun, baik yang tua maupun yang muda. Kehadirannya bukan menambah masalah, melainkan menjadi solusi bagi yang sedang bermasalah.

Wah, kalau sudah seperti ini yakin bahwa dia benar benar akan mengetahui cara hidup yang baik dan bagaimana menghadapi kehidupan dunia yang sifatnya sementara ini. Masalah akan dihadapinya dengan senyum bahagia, karena dia tahu bahwa Allah sedang menyayanginya dan akan mengangkat derajatnya.

Itu baru di dunia Tak terbayangkan bagaimana bahagianya di saat maut menjemputnya. Orang yang mampu menyempurnakan ibadah, berhati bersih dan rajin shalat tahajjud, tatkala menghadapi maut bagaikan melihat lambaian tangan bidadari yang akan mempertemukan dengan kekasihnya, Allah SWT. Sungguh menjadi pertemuan yang amat dirindukan.

Jadi, tidak ada lagi bagi kita untuk berkeluh kesah dan sengsara dengan hidup seandainya dia mampu melaksanakan shalat tahajjud dengan istiqomah dan mengharap ridlo Allah saja. Yakinlah, doanya akan dikabulkan, pribadinya agung, dan senantiasa optimis menghadapi setiap cobaan hidup serta selalu menampilkan senyum dalam kondisi apapun.

Mudah mudahan, tulisan yang amat singkat dan sangat sederhana ini menggugah dan mengingatkan kita akan sebuah ibadah yang senantiasa dilaksanakan oleh Rasulullah dan kekasih kekasih Allah, Shalat Tahajjud. Semoga kita menjadi orang yang selalu dicintai Allah. Amin

========================================
Pengirim : NANDUNG
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone