Pada suatu pagi, seperti biasanya ayah membaca koran di beranda depan. Sedangkan Ibu memasak di dapur. Anak anaknya ada yang mandi, belajar, dan ada yang masih tidur.

Namun semua anak telah siap sekitar pukul tujuh. Mereka selalu menyapa ayah dan ibu mereka. Pagi Ayah , Pagi Ibu . Si Sulung sudah siap berangkat ke kuliah, si tengah berangkat ke sekolah dan si ragil masih bersama ibu.

Setiap pagi hari, mereka selalu melihat ayah membaca koran. Sesekali mereka bertanya kepada ayah ada berita apa ayah. Dan ayah segera tersenyum dan menjawab pertanyaan anak anaknya.

setelah bertahun bertahun, kebiasaan ayah selalu menarik bagi anak anaknya. Betapa tidak. anak bertambah wawasannya dan koran itu selalu menempel pertama kali ditangan ayah.

Namun, hari itu hari lain dari pada yang lain. Pagi tu memang ayah berada di beranda depan. Memang, koran menempel di tangan ayah. Tetapi kepala ayah sedikit tertunduk, dan posisi koan agak kebawah.

sebagai anak, mereka tidak berani mendekat kepada ayah sebelum mereka mandi. Namun, ketika ditanya oleh anaknya, ayah tidak menjawab. Mungkin ayah baru konsentrasi membaca.

Namun, setiap kali ditanya anaknya ia terdiam
setelah didekati ternyata koran ayah terbalik. Dan lebih kaget mata ayah terpejam. Ia meninggal dalam posisi membaca koran.

“Sungguh kebiasaan ayah sanggupkah kuteruskan sampai akhir hayat kami,” seru hati anak anak itu.

========================================
Pengirim : Mulyadi
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone