Pepatah kuno bilang begini: “Tidur lebih awal, dan bangun lebih pagi membuat orang sehat, kaya, dan bijaksana.” Dan, ajaibnya, ada saja ilmuwan yang tergerak menelaah lebih dalam kata kata bijak tersebut, untuk membuktikan bagaimana sih kekayaan mempengaruhi kesehatan seseorang dikaitkan dengan kualitas tidur?

Seharusnya, pakai logika saja, tanpa harus mengeluarkan banyak dana untuk biaya riset, pepatah tersebut masuk akal. Jelas saja, orang yang punya banyak uang dan tidak mempunyai masalah dengan hal hal seperti “bisa makan atau tidak esok hari?”, cenderung tidur lebih enak dan nyenyak. Dan kalau tidurnya enak, baik dari sisi kualitas mau pun kuantitas, tentu tubuhnya lebih sehat .

Amerika tentu berbeda dengan Indonesia. Kalau di Amerika dana penelitian begitu berlimpah sehingga ilmuwan bisa melakukan riset apa saja. Di Indonesia, ilmuwan begitu kerepotan mencari sponsor sehingga sulit sekali melakukan riset terhadap kasus kasus yang menarik.

Namun, apa pun alasannya, baik juga membuktikan pepatah kuno atau hal hal apa pun secara lebih ilmiah.

Para peneliti yang bekerja pada awal tahun ini, sebagaiman ditulis Reuters Health mengumpulkan sejumlah data yang secara signifikan menunjukkan bahwa orang yang punya banyak uang cenderung tidur lebih nyenyak dibanding orang miskin. Dan kualitas tidur ini sangat mempengaruhi kondisi mental dan fisik seseorang.

Ditengarai pula, orang berduit lebih kecil kemungkinannya menderita penyakit penyakit kronis. Mereka, lebih panjang umur dan memiliki kualitas mental yang lebih bagus. Tetapi alasan yang lebih detil, komprehensif dan ilmiah, bagaimana uang bisa membuat orang tidur lebih nyenyak, hidup lebih lama, sehat dan bijaksana, belumlah ditemukan secara pasti.

“Penelitian kami, hanya mengindikasikan bahwa kualitas tidur yang dipengaruhi kondisi sosial ekonomi seseorang berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan. Temuan ini, mungkin bisa dikembangkan lebih mendalam dalam riset lanjutan, bagaimana kondisi sosial ekonomi mempengaruhi kualitas tidur? Dan bagaimana tidur bisa berdampak pada kualitas mental dan panjang umur?” demikian dikatakan Dr. Philip J More dari George Washington University, Washington DC.

Hasil riset yang dipublikasikan pada Maret 2002 dalam Journal Psychosomatic Medicine ini, antara lain mengungkapkan faktor tempat tinggal yang kurang nyaman, dan situasi yang tidak tenang menyebabkan mengapa orang miskin tidak bisa tidur nyenyak? Faktor banyaknya utang yang harus dilunasi, tingginya tekanan hidup, stres dan kurangnya akses pada pelayanan kesehatan juga ikut berpengaruh.

Riset dilakukan dengan mewawancarai lebih dari 1000 orang dewasa berusia antara 18 –89 tahun, seputar lamanya tidur dan bagaimana kualitas tidur mereka setiap malam. Para peneliti juga melihat bagaimana kesehatan mental mereka dengan memperhitungkan seberapa sering mereka merasa stres, putus asa, gelisah, , sedih dan tak berdaya.

Disebutkan, orang dewasa dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki penghasilan lebih baik, dan dilaporkan oleh penelitian ini, orang orang dengan ciri ciri tersebut memiliki kualitas mental yang lebih baik pula dibandingkan mereka yang berpenghasilan rendah.

Dalam situasi di Indonesia, temuan ini patut dipertanyakan. Banyak orang berpendidikan tinggi, sangat kaya, dan santun dalam pergaulan, memperoleh uangya dari hasil korupsi dan perputaran uang ilegal. Jadi bagaimana mungkin mereka memiliki kualitas mental yang lebih baik?

Demikian pula indikasi yang menyatakan orang kaya tidur lebih nyenyak dan berpengaruh posistif pada kesehatan fisiknya. Kalau di negara ini orang kaya yang korup bisa tidur nyenyak, sangat mungkin, karena mereka orang orang bebal dan tidak punya nurani. Bahwa kemudian mereka memiliki kesehatan fisik lebih baik, masih patut dipertanyakan. Apakah iya orang dengan mental korup, mampu mengatur pola makannya dengan tertib dan tidak rakus memakan apa saja..?

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone