Seorang pengusaha lanjut usia duduk di hadapan para direkturnya. Baru sajaia menggoreskan tanda setuju untuk menaikkan upah buruhnya di atasketetapan. Ini adalah yang ke sekian kalinya. Beberapa direktur mengajukankeberatan, “Bila kita lakukan ini setiap tahun, beberapa tahun lagi kitaharus tutup usaha ini.” Sang pengusaha menjawab dengan pelan dan dalam,”Itu berarti kalian harus bekerja lebih keras lagi. Bila usaha ini takmampu memberikan upah yang layak bagi pekerjanya, lebih baik kita bukausaha lain. Aku tak dirikan pabrik ini untuk menjadi raksasa ekonomi. Akuhanya ingin kita bekerja demi kesejahteraan orang yang ada di sini danmereka yang membeli produk kita. Aku percaya, hanya bila kita bekerja demikesejahteraan banyak oranglah, kita menjadi raksasa yang sesungguhnya.”Takkah kita merugi, wahai tuan pengusaha? “Ah, anak muda Rasa bahagiayang ada dalam dada ini tak mungkin terbayarkan. Bila kau catat itusebagai pendapatan dalam penghitungan rugi laba, ia kubawa hingga akhirhayat. Sedangkan uang akan sirna begitu kau belanjakan. Tahukah kau usahamacam apa ini? Inilah usaha bertransaksikan kasih sayang. Inilah usahaberjual belikan cinta kasih,” demikian bisik tuan pengusaha itu sambilmengedipkan sebelah matanya.

========================================
Pengirim : Conan
========================================

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *