Tersebutlah seorang Demang diwilayah kerajaan Sukadana ( Ciamis) Sekarang, tidak banyak yang diceritrakan soal kelebihan Demang ini cuma dia berkuasa di daerah yang cukup Makmur di tanah yang subur

Yang diceritrakan disini hanya soal Hoby demang ini yang kemudian berbuntut panjang , adapun kegermaran Demang ini adalah ” Marak “istilah dalam bahasa sunda yang maksudnya menangkap ikan di sungai dengan cara membendung aliran sungai dan mengalirkan airnya ke tempat lain sehingga sungai disebelah hilir bendungan menjadi surut airnya bahkan sampai mengering kemudian para peserta Marak ramai ramai mengambil ikan di sungai yang airnya telah kering tersebut ,

Demang Kalapitung sebagai Komandan Marak mengeluarkan peraturan yang harus ditaati oleh seluruh peserta yaitu ” Barang siapa yang mendapatkan ikan yang paling besar harus diserahkan kepada Demang kalau tidak dikenakan sangsi tidak boleh ikut marak pada musim marak berikutnya ” dan bagi yang mentaati peraturan ini diberikan Reward oleh Demang yaitu diangkat sebagai ” Ketua Parakan “disesuaikan dengan nama sungainya Misalnya Ketua Parakan Cisarakan , yang menguasai sungai Cisarakan mulai dari hulu sungai

Karena memang sejak jaman dahulu sampai sekarang kegemaran petinggi biasanya diikuti oleh bawahannya biar klop gitu , petinggi suka Golf anak buah juga harus siap siap kredit stik golf meskipun yang sekend kemudian olah Raga Golf maju karena didukung petinggi , jaman dahulu pun begitu Demang suka marak Rakyatnya pun Harus Suka soal kolam Rakyat jadi kekurangan air itu bisa diatur kemudian,

Yang terjadi kemudian di tiap dusun dibuat tempat parakan dengan cara membangun saluran air baru untuk mengalihkan aliran air sungai yang sudah baku, sehingga terjadilah beberapa parakan disepanjang sungai itu mulai dari Parakan satu , parakan dua sampai ada Parakan lima di Cikembar ( ngaco jauh jauh dari Ciamis sampai Cikembar ) ===( ini dongeng boleh saja ngaco )

Pada musin marak tahun ini ketua Parakan satu mengajukan usul agar di ijinkan marak pada minggu pertama, usul tersebut disetuji juragan Demang maka dicarilah hari yang baik setelah memalui perhitungan kalender kuno hari Parakan satu jatuh pada hari minggu .

Maka berkumpulah seluruh penduduk disepanjang sungai Cisarakan yang akan diparak tersebut, setelah airnya surut dimulailah pengambilan ikan dengan berbagai cara terserah masing masing, Waktu Marak berakhir menjelang Ashar dan ikan yang paling besar diserahkan kepada Tuan Demang untuk di bakar dan dimakan langsung di pinggir sungai seluruh penduduk berpesta pora begitu pun keluarga Tuan Demang asyik menikmati , setelah menganugrahi Gelar ketua parakan Kepada yang menyerahkan ikan paling besar , Sang ketua Parakan yang baru diangkat ini punya hak untuk menarik Cukai dari seluruh peserta denga cara mengambil seekor ikan yang besarnya termasuk rata rata dari hasil tangkapan masing masing peraturan ini cukup adil pada waktu itu.

Ketika Ikan bakar Tuang Demang sudah matang dan tercium wanginya mulailah pesta makan besar Tuang Demang langsung mencomot daging ikan bagian perutnya agak kebawah sedikit karena memang derah itu yang paling di sukainya , sedangkan bagian kepalanya dibiarkan tidak dimakan padahal bagian ini banyak mengandung DHA ( waktu itu belum tahu apa itu DHA ),akhirnya daging ikan yang besar itu habis tinggal tulang nya dan bagian kepala yang masih utuh .

Waktu Tuan Demang mau mencomot daging yang ada dibagian kepala tiba tiba mata ikan itu berkedip kedip seperti masih hidup. Semua yang sedang makan serentak menghentikan makannya kaget dan takut ada Ikan sudah dibakar dan dimakan dagingnya masih bisa berkredip ( makanya kata orang tua kalau makan ikan itu sebaiknya bagian kepalanya dulu kemudian baru bagian bawahnya ) persis kalau manusia makan manusia juga begitu dari atas dulu bagian kepala : kening , hidung , bibir , dada dan seterusnya dan seterusnya

Saking Kagetnya Tuan Demang sampai berteriak dan memerintahkan agar kepala ikan itu dibuang kesungai.Aneh bin ajaib Ikan yang tinggal kepala dan tulang tersebut setelah masuk air sungai hidup lagi dan berenang masuk ke lubuk yang dalam . Acara marak langsung bubar semua orang berbisik bisik sepanjang jalan menceritrakan kejadian yang baru saja dialami oleh Tuan Demang dan keluarganya.mereka mulai takut jangan jangan sungai itu ada penghuninya .

Ternyata dugaan mereka memang benar ikan tersebut adalah jelmaan Putra mahkota kerajaan Jin yang berkuasa di Sungai itu. Sang Putra mahkota kerajaan Jin langsung lapor ke Babehnya Jin Juga, bahwa Demang Kalapitung dan Rakyatnya telah menangkap dia kemudian membakar dan memakan dagingnya, Tentu saja Sang Prabu Jin murka bukan kepalang , dan dia langsung mengeluarkan Dekrit Jin bahwa negara Jin dalam keadaan Darurat militer siaga I untuk berperang melawan manusia. Tapi sang penasehat kerajaan Jin memberikan pertimbangan kepada Sang Prabu Jin, menurut Dewan pertimbangan Agung kerajaan Jin (kalau di Indonesia ketuanya Achmad Tirto Sudiro ) “Tidak Ada Prajurit yang bersalah ” yang salah adalah komandannya , Jadi yang harus dihukum adalah Demang Kalapitung. Rakyat kademangan itu tidak perlu diserbu oleh balatentara Jin.selain akan banyak korban dari kedua belah pihak, kekerasan Tidak akan menyesaikan masalah

Sang Prabu Jin setuju dan mengeluarkan Surat Perintah ( bukan Super Semar ) Untuk mengkap demang Kalapitung dan membawanya ke kerajaan Jin untuk di adili. Perintah segera dilaksanakan , sehingga pada malam senin tanggal 12 bulan Cip Gwee ( Negara jin menggunakan kalender Cina kata yang dongeng ) atau tanggal 15 bulan Syafar menurut kalender kademangan, Demang kalapitung berhasih diciduk di rumah kediaamannya kemudian di bawa menghadap Raja di kerajaan Jin untuk di mintai pertanggungan jawabnya .

Sidang segera dimulai Dakwaan dibacakan sesuai dengan pengaduan Putra mahkota, Sang Prabu Jin yang bertindak sebagai hakim tunggal menawarkan kepada terdakwa apakah mau didampingi pengacara atau tidak Tuan Demang menolak didampingi pengacara,karena selain harus membayar mahal pengakuan Tuan demang adalah tidak bersalah .

Pada persidangan ini terjadi tanya jawab dan adu argumentasi antara penuntut umum dari kerajaan Jin dengan Tuan Demang sendiri, tututan yang diajukan penuntut Umum adalah Demang kalapitung dan Rakyatnya telah bersalah melanggar keteretiban umum negara Jin dengan cara mengeringkan Sungai untuk beberapa Jam dan menangkap putra mahkota kemudian membakarnya dan memakan dagingnya.sesua dengan pasal 39 KUUHAPKJ ( Kitab Undang undang Hukum Acara Pidana Kerajaan Jin ) berbunyi Mata untuk mata bisa diterjemahkan sebagai berikut : kalau membakar dibakar kembali dan memakan dimakan kembali ,

Demang Kalapitung Tetap menolak bersalah karena yang dia bakar dan dia tangkap adalah berwujud ikan bukan berwujud bangsa Jin jadi mana dia tahu Ikan itu adalah Putra Mahkota kerajaan Jin, salah sendiri kenapa dia berwujud Ikan dan Tidak berubah wujud waktu ditangkap ? ( Pembelaan yang masuk akal )

Tapi Sang penuntut yang sudah dibayar mahal oleh Putra mahkota tetap ngotot Demang Kalapitung bersalah dan harus dihukum Mati. jalan kompromi sudah tertutup .

Tinggal kebijaksanaan Sang Prabu Jin. Prabu Jin yang sangat bijaksana tetap menawarkan jalan kompromi karena secara logika alasan yang dikemukakan Demang kalapitung bisa diterima,terjadilah kompromi untuk mendapatkan solusi terbaik win win solution biar tidak ada yang dipermalukan ( Istilah Gus dur ) kompromi yang ditawarkan sang Prabu adalah sebagai berikut :

Demang kalapitung karena Hoby nya yang telah merugikan masyarakat penghuni sungai dan pemilik kolam di bagian hilir sungai, tetap harus dihukum dengan hukuman ber ubah menjadi Ikan dan hidup disungai sampai ada seorang pemancing yang menangkap Ikan jelmaan Demang itu dan melepaskannya di kolam , maka pada saat itu Demang Kalapitung akan ber ubah kembali menjadi manusia.

Sebelum Sang Prabu Jin mengetuk kan palu tanda keputusan berlaku demang kalapitung mengacungkan tangan sambil mengajukan keberatan atas keputusan itu , adapun keberatan yang diajukan Demang Kalapitung adalah sebagai berikut : ” Bagaimana kalau si Pemancing Ikan tersebut langsung membunuh Ikan yang dipancingnya berarti Demang Kalapitung langsung mati ?” ini sama dengan hukuman mati dan tentu saja tidak dapat diterima oleh Demang Kalapitung ,

Usul diterima untuk dipertimbangkan maka Sidang di skors untuk berunding dan mengadakan Lobby antara penggugat dan tergugat, kemudian sang Raja Jin menawarkan salah satu kesaktian yang dimilikinya yaitu : kalau Ikan jelmaan Demang itu mau dibunuh maka Demang Kalapitung tinggal menyebutkan nama Raja Jin yaitu ” Angkara Murka ” maka Ikan Jelmaan Demang akan menghilang dari hadapan si Tukang mancing dan kembali ke Sungai menjadi Ikan. tapi ada lagi persyaratan yang di ajukan penggugat yaitu Demang Kalapitung dan Rakyatnya tidak boleh lagi mengadakan Acara marak di Sungai, untuk mengambil ikan di sungai hanya diperbolehkan dengan cara di pancing karena memancing adalah Hoby yang tidak merusak kelestarian alam sehingga harus mendapat dukungan semua pihak baik Bangsa Jin maupun Bangsa Manusia (kabar gembira bagi pembaca yang hoby mancing karena dapat dukungan dari bangsa Jin ) dan pengumuman itu harus segera di buat dan ditandatangani oleh Demang Kalapitung untuk di sebar luaskan kan di wilayah kademangan.

Kemudian demang menulis pengumuman tsb sesuai permintaan dan menandatangani nya seorang petugas langsung memperbanyak pengumuman itu di photo copy ( di kerajaan Jin waktu itu sudah ada mesin Photo Copy )

Karena tidak ada lagi jalan lain untuk mengajukan keringanan sang Demang terpaksa menerima hukuman dengan syarat tersebut, Maka jadilah ia seekor ikan yang besar berwarna merah dan hidup di sungai tempat dia biasa Marak.

Kehidupan pertama sebagai ikan dijalani dengan canggung oleh Demang Kalapitung dia tidak bisa makan apa apa bahkan minum air pun belum berani dan masih terasa mual maklum belum terbiasa, karena seumur hidup baru kali ini jadi ikan. Ikan Jelamaan Demang Cuma berani makan lumut. Beberapa waktu berlalu perasaan demang sudah bertahun tahun karena tidak betah hidup di dalam air,sampai suatu saat dia melihat bayangan orang yang sedang mancing di pinggir sungai , setelah dia cari cari akhirnya terlihat olehnya ada kail terbalut cacing yang masih bergerak gerak dia ragu ragu mau menggigit kail itu selain jijik harus makan cacing juga nanti kalau nyangkut sakitnya pasti bukan alang kepalang , tapi kalau dibiarkan tidak di coba berarti selamanya dia akan tetap sebagai ikan , akhirnya dia nekad menggigit cacing itu sehingga kail nya nyangkut di bibirnya tidak dapat dibayangkan betapa sakitnya bibir dikait pancing kemudian di tarik sekuat tenaga Ikan jelmaan demang hampir pingsan, lain halnya dengan yang mancing dapat ikan besar langsung bersorak kegirangan tiba tiba Orang yang mancing itu mengambil pemukul dan siap dipukulkan pada kepala ikan jelmaan Demang itu karena takut ikannya lepas lagi ke sungai , sebelum benar benar pingsan si Ikan jelmaan Demang sempat kaget dulu dan mengucapkan ” Angkara Murka ” ( nama Raja Jin sesuai perjanjian ) sedetik kemudian ikan jelmaan Demang itu hilang dari padangan Tukang mancing. belum sempat habis kagetnya tukang mancing kakinya sudah membawa dia lari pulang kampung karena ketakutan, kemudian dia berceritra tetang kejadian yang barus saja dia alami,

Dari Ceritra mulut ke mulut dengan di tambah bumbu disana sini ( seperti dongeng ini ) akhirnya ada ceritra baru tetang sungai tempat Marak dulu sekarang di huni oleh Ikan siluman ( padahal dari dulu juga ada tapi kalah beken sama ikan jelmaan Demang ini ) sejak saat itulah orang jarang ada yang berani memancing di sungai itu.

Ikan Jelmaan Demang semakin tersiksa karena tidak ada lagi yang berani mancing di sungai , tapi lama lama dia jadi terbiasa makan apa saja yang di temukan di sungai dari pada mati kelaparan.

Waktu pun berlalu satu persatu , sungai angker yang berisi ikan siluman sudah dilupakan orang sampai suatu saat seorang kakek kakek memancing di sungai, dan kailnya dengan umpan cacing terlihatoleh Ikan jelmaan Demang , karena pingin cepat kembali jadi manusia bagaimanapun juga jadi manusia lebih enak dari pada jadi ikan, Ikan Jelmaan Demang nekad lagi makan Cacing Umpan kail si Kakek kemudian di tarik ada yang narik pancingannya si Kakek juga serentak menarik pancingannya tapi si Ikan sekarang udah belajar taktik supaya tidak terlalu sakit begitu di tarik dia langsung loncat ke pangkuan si kakek yang kebetulan mancing sambil pakai kain sarung. Si kakek sangat kaget ada ikan di pancing langsung loncat ke panggkuannya, ketika di lihat ikannya sangat bagus berwarna merah dengan sisik mengkilap, si kakek sayang mau membunuh ikan hasil tangkapannya lagi pula kalaupun di masak enggak bakalan habis di makan sendirian, nanti saja kalau cucunya datang berkunjung dia akan bakar Ikan merah tersebut , untuk sementara biarlah ikan ini di tanam dulu di kolam.

Akhirnya Si kakek membawa ikan yang masih hidup itu dengan cara di bungkus dengan sarung yang di basahi dengan air sepanjang jalan supaya ikan itu bisa tetap hidup sampai dia lupa bahwa di balik sarungnya dia enggak pakai celana kolor, jadi waktu bagian bawah sarung diangkat burung si kakek kelihatan nongol , sampai orang orang pada bengong dan tidak berani bertanya karena menganggap si kakek sudah gila ini satu keuntungan bagi si Ikan jelmaan Demang karena si kakek tidak terganngu perjalanannya sehingga bisa cepat sampai di Rumahnya kebetulan kolam si Kakek ada di pinggir Rumah,tanpa banyak omong lagi si kakek langsung menceburkan Ikan yang dia tangkap ke kolamnya kemudian Ikan merah Jelmaan Demang berenang di kolam si kakek sambil di amati oleh si Kakek karena takut kalau ikan tersebut mati waktu di bawa pakai kain sarung tapi ternyata ikan tersebut tetap sehat, alangkah senangnya si Kakek ,

Setelah beberapa saat tiba tiba air di kolam tersebut menjadi goyang ber ombak kemudian tanpa di sangka sangka oleh si Kakek dari tengah kolam muncul sesosok tubuh manusia yang kemudian menjelma menjadi orang berpakaian merah. Si kakek sampai loncat mundur saking kaget dan takut,tapi karena orang tua yang sudah legok tapak genteng kadek ( Pribahasa sunda yang artinya banyak pengalaman ) Si Kakek cepat sekali mengendalikan diri kemudian dia mengamati orang yang baru muncul dari kolam ikan tersebut , ternyata dia mengenali orang tersebut adalah Tuan Demang Kalapitung yang menurut cerita yang dia dengar hilang beberapa waktu yang lalu,

Setelah Demang Kalapitung menceritrakan semua kejadian yang dia alami sejak marak waktu itu sampai dia menjadi manusia kembali si Kakek baru mengerti , tapi Tuan Demang minta dengan sangat kepada si Kakek agar jangan menceritrakan hal ini kepada orang lain kecuali kepada Cucu pertama dari anak paling tua ,dan seterusnya kakek kepada cucunya sampai ke panulis,( jadi bila membaca ceritra ini anda juga hanya boleh menceritrakan lagi kepada cucu anda dari anak yang paling tua ,ini permintaan pemegang Lisensi bukan apa apa siapa tahu kualat kalau penulis sih enggak bakalan kualat karena yang pegang Lisensi dan hak paten dari ceritra asli ini bukan saduran atupun terjemahan ) dan sebagai reward dari penulis atas kesetiaan anda para pembaca mentaati ketentuan ini Insya allah anda akan dikaruniai umur yang panjang karena harus menceritrakan Dongeng ini keada Cucu anda tercinta. Amin….. dan bila anda melanggar ketentuan ini penulis tidak bertanggung jawab kalau anda belum sempat punya cucu keburu almarhum

Tamat Deh Tapi kalau mau di tambah boleh boleh saja misalnya Si Kakek dapat Reward kemudian diangkat jadi Penasehat kademangan dengan Gelar anu anu misalnya terserah deh ( Reward melulu maklum yang namanya Reward itu cuma omong melulu KKO kenyataannya Non Sens 100 Per Sens )

========================================
Pengirim : Juarman
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone