Mulai 20 April 2002, di ufuk Barat sesaat setelah matahari
terbenam, warga bumi dapat menyaksikan lima anggota tatasurya
lainnya Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus yang berjajar
hampir membentuk garis lurus. Fenomena yang oleh para astronom disebut
planetary alignment ini dapat diamati dengan mata telanjang tanpa perlu
alat bantu pengamatan benda langit.

Sebenarnya fenomena planetary alignment pernah terjadi 5 Mei 2000 lalu,
sayangnya tidak dapat diamati dari bumi karena posisi matahari.

Setiap kali para astronom mengabarkan akan adanya fenomena planetary
alignement selalu saja diikuti ketakutan akan terjadinya kiamat. Seperti
fenomena pada 5 Februari 1962, dimana matahari, bulan, Merkurius, Venus,
Bumi, Mars dan Saturnus berada pada satu garis lurus. Kecemasan
bertambah karena secara bersamaan terjadi fenomena gerhana matahari
total. Meski akhirnya tidak ada laporan terjadinya gempa dan banjir
seperti yang ditakutkan, banyak orang masih meyakini fenomena itu dapat
membahayakan bumi.

Sebuah buku berjudul The Jupiter Effect karya astronom John Gribbin dan
Stephen Plagemann yang terbit 1974 memperkirakan bahwa fenomena
planetary alignment yang terjadi 10 Maret 1982 akan menghancurkan bumi.
Fenomenan jenis itu dikenal sebagai heliocentric alignment, dimana
delapan planet berada dalam satu garis lurus selain matahari dan bulan,
kejadian itu pertama kali terjadi dalam 176 tahun. Dalam buku itu,
penulis mengungkapkan bahwa ketika planet planet berjajar pada satu sisi
matahari, gaya gravitasi yang ditimbulkan planet planet itu mempengaruhi
matahari seperti munculnya interaksi tidal (gaya pasang) dan gejolak
yang dapat mempengaruhi bumi melalui perubahan medan magnet. Di beberapa
wilayah bumi akan terjadi gempa, patahan San Andes di California akan
mengalami akumulasi getaran. Namun, sampai waktunya semua itu tidak
terjadi.

Meskipun, planet planet mempengaruhi bumi melalui gaya gravitasi dan
tidal namun jarak bumi dengan planet planet itu sangat jauh sehingga
efeknya terhadap bumi sangat kecil. Sebagai perbandingan, jika kita
duduk di sebelah buku yang berada di atas meja, buku itu menarik tubuh
kita ke arahnya semilyar kali lebih besar ketimbang planet Mars dapat
lakukan. Bahkan jika semua gaya gravitasi dan gaya tidal planet planet
disatukan masih jauh lebih besar gaya gravitasi dan tidal bulan. (Lihat
mengukur gaya gravitasi dan pasang naik).

Jadi, jangan cemaskan fenomena berjajarnya plenet planet dalam satu
garis lurus. Fenomena biasa yang langka terjadinya itu aman bagi bumi
dan kita. dody hidayat/bbc news/badastronomy.com/new
science/jpl.nasa/earthsky/flandrau science center

Mengukur Kekuatan Gravitasi dan Pasang Naik

Gravitasi planet pada dasarnya merupakan seberapa kuat planet dapat
menarik bumi keluar dari jalurnya. Sedangkan gaya tidal merupakan
seberapa kuat planet merentangkan bumi hingga mampu membelahnya.

Jika mengetahui massa sebuah planet dan jaraknya dari bumi maka kekuatan
gaya gravitasi dan gaya pasang dapat dihitung.

Sebagai pembanding digunakan bulan yang berjarak paling dekat dengan
bumi, gaya gravitasi bulan di bumi sama dengan 1. Jika gaya gravitasi
sebuah planet 10 berarti gaya tarik planet itu terhadap bumi 10 kali
lipat gaya tarik bulan terhadap bumi.

Rumus menghitung gaya gravitasi adalah perbandingan massa dibagi
perbandingan jarak kuadrat. Perbandingan massa didapat dari membagi
massa planet dengan massa bulan sedangkan perbandingan jarak didapat
dari pembagian jarak planet ke bumi dengan jarak bulan ke bumi.

Penurunan gaya gravitasi planet dua kali lipat dari pertambahan
jaraknya. Sedangkan gaya pasang menurun sebanyak kelipatan tiga
pertambahan jaraknya.

Bagaimana planet planet dapat sejajar

Planet planet dalam tatasurya bergerak pada orbitnya masing masing
mengitari bumi. Planet planet besar atau planet luar seperti Jupiter dan
saturnus memiliki lingkar orbit yang besar sehingga butuh waktu lama
untuk merampungkan satu putaran mengelilingi matahari. Jupiter butuh 12
tahun (ukuran tahun bumi) untuk merampungkan satu putaran, sedangkan
Saturnus butuh 30 tahun. Sekitar 20 tahun sekali, Jupiter dapat menyalip
Saturnus dalam balapan mengitari matahari itu. Peristiwa itu disebut
konjugasi heliocentric Jupiter/Saturnus. Inilah yang menjadi kunci
fenomena planetary alignment.

Planet plenet kecil atau plenet dalam seperti Merkurius, Venus, Mars dan
Bumi lebih cepat dalam mengelilingi matahari karena orbitnya yang lebih
kecil. Merkurius selesai membuat satu putaran mengelilingi matahari
dalam 88 hari. Venus butuh waktu 225 hari sedangkan Mars memerlukan dua
tahun. Bumi sendiri membutuhkan satu tahun atau 365 hari untuk membuat
satu putaran orbitnya.

Berpacunya Lima Planet

Lima planet dalam tatasurya kita berbaris sejajar dan tampak dengan mata
telanjang selama empat minggu dimulai tanggal 20 April 2002 ini.

Bagaimana mengamatinya?
Pilihlah tempat yang jauh dari cahaya terang buatan dan terlihat
cakrawalanya.
Arahkan pandangan ke langit barat, arah matahari terbenam
setelah magrib.
Arahkan pandangan ke langit posisi jam 11.
Merkuri terlihat agak redup, terletak paling dekat dengan
matahari, hanya beberapa derajat diatas cakrawala.
Jupiter di posisi 60 derajat.

Selama beberapa jam planet Merkurius, Venus, Mars, Saturnus, Jupiter
akan mengikuti matahari di atas cakrawala ufuk barat.

20 April
Jupiter
Saturnus
Rasi bintang Orion
Rasi bintang Taurus
Mars
Venus
Merkurius

Terlihat setelah terbenam matahari

16 Mei
Jupiter
Rasi bintang Gemini
Venus
Mars
Saturnus
Merkurius

Mulai 20 April hingga 16 Mei, setiap harinya, posisi planet planet
saling berubah secara perlahan satu dengan lainnya dan terhadap
bintang bintang yang melatar belakanginya.

Kelima planet, bersama bumi, matahari dan bulan (akan sering menampakkan
diri bersamaan) dan dapat diamati tanpa bantua alat pengamatan benda
lanmgit seperti telsekop.

Pacuan Planet
Bumi
Mars
Venus
Merkurius
Jupiter
Saturnus

Perkiraan posisi pada 20 April 2002

Posisi 88 hari setelah 20 April 2002

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone