Sungguh,
aku tak ingin kau mendulang air mata
meretas retas bathin dengan duka
karena keceriaanmu itu
menjadikanku mampu mendaki kesunyian

Sungguh,
begitu berartinya candamu
mengguncang letih dan pucat nafasku
hingga aku melonjak lonjak bangkit
berlari meninggalkan resahku

kutahu kau mampu
memilah rasa diantara kabut malammu
dan aku hanya ingin berteduh saja
jikalau aku tak mampu
menghela hujan
yang mengguyur jiwaku

aku tepekur diam
ada sesuap hasrat yang tak mampu hilang
meski kucoba menyirnakannya

kuyakin,
pertemuan ini bukanlah hembusan angin
tapi roh yang mampu menggugah
dan memberiku keyakinan
bahwa cinta sejati ak kan pernah mati

meski kini tak ada lagi jalan untuk merengkuh
kubiarkan saja tunas tunas bermekaran
di taman hatiku
agar kau tahu
aku ingin kembali terbang
dengan sayap cintaku seperti dulu

========================================
Pengirim : Mahadhewi
========================================

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *