Tulis Sitor dalam sajak “Danau Toba”:

Aku rindu pada bahagia anak,
Yang menunggu bapaknya datang,
Dari gunung membawa puput,
Sepotong bambu tumbuh di
paya paya.
Pada perahu tiba tiba muncul sore,
Dari balik tanjung di teluk danau,
Membawa Ibu dari pekan,
Dengan oleh oleh kue beras
bergula merah.
Aku rindu pada malam berbulan,
Kala si tua dan si anak mandi
sinar purnama,
Sebelum air mengelucak
di musim kemarau.
Aku rindu pada bunyi seruling
gembala,
Bergema di bukit memenuhi
lembah,
Pada permainan di gua gua batu
penuh lebah,
Kala api panen mengusik hewan
di tengah sawah.
Aku rindu. Aku rindu pada tebing
hijau,
Tempat ikan emas bercengkerama,
Di antara lumut menggeliat bening,
Seperti taman zamrud dalam
impian.
Aku rindu pada batu batu besar
dan hitam,
Muntahan lahar dari perut bumi,
Pada pemandangan tua ribuan
tahun,
Si gembala domba, termenung
di atas batu.
Sumur Abadi

Tulis Sitor dalam sajak “Danau Toba”:

Aku rindu pada bahagia anak,
Yang menunggu bapaknya datang,
Dari gunung membawa puput,
Sepotong bambu tumbuh di
paya paya.
Pada perahu tiba tiba muncul sore,
Dari balik tanjung di teluk danau,
Membawa Ibu dari pekan,
Dengan oleh oleh kue beras
bergula merah.
Aku rindu pada malam berbulan,
Kala si tua dan si anak mandi
sinar purnama,
Sebelum air mengelucak
di musim kemarau.
Aku rindu pada bunyi seruling
gembala,
Bergema di bukit memenuhi
lembah,
Pada permainan di gua gua batu
penuh lebah,
Kala api panen mengusik hewan
di tengah sawah.
Aku rindu. Aku rindu pada tebing
hijau,
Tempat ikan emas bercengkerama,
Di antara lumut menggeliat bening,
Seperti taman zamrud dalam
impian.
Aku rindu pada batu batu besar
dan hitam,
Muntahan lahar dari perut bumi,
Pada pemandangan tua ribuan
tahun,
Si gembala domba, termenung
di atas batu.
Sumur Abadi

========================================
Pengirim : sarudung
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone