Ketika kelas 3 smea aku sempat belajar ilmu kebatinan pada seorang pintar di tempatku.Mungkin karena keyakinan yang berlebihan, aku waktu itu merasa jadi orang yang sangat hebat, ibarat ora tedas tapak paluning pande, demit ora ndulit, setan ora doyan.Pokoknya tempat seangker apapun aku berani mendatangi atau melewatinya, nyatanya aku ga pernah dilihatin yang aneh aneh. Namun mungkin tuhan ingin mengingatkanku supaya aku tidak terlalu takabur, waktu itu bulan puasa, sehabis sholat terawih kami tadarusan dan dilanjudkan dengan zdikir. tepat pukul 1.00 hujan turun dengan derasnya.Sampai jam setengah 2, hujan belum juga reda pada hal teman2 satu persatu sudah pulang kerumah masing masing untuk makan sahur.Terpaksa akupun pulang walau hanya berpayung daun pisang, tepat sampai dibawah pohon munggur hujan reda, namun tiba tiba saja seperti ada yang menyawurku dengan pasir, “akh paling paling butiran2 air yang jatuh dari pohon, pikirku.Aku pun berjalan lagi, daun pisang kubuang, baru beberapa langkah tiba tiba didedaunan terdengar spt pasir yang diawur awur. Aneh kenapa sama sekali tak mengenaiku padahal suara itu tepat di atasku. Dan yang aneh lagi kenapa tiba tiba bulu kudukku merinding, dan seakan akan spt ada yang menggerakkan kepalaku ke belakang. Setelah aku menoleh, waduh biyung persis dibawah pohon kulihat sesosok bayangan hitam segede drum tengah duduk asyk dengan kepala lancip ke atas, namun aku tak langsung percaya dengan penglihatanku, bayangan itu ku dekati , siapa tau cuma bayang bayang pohon.Namun apa yang terjadi setelah lebih dekat ternya bayangan hitam itu mempunyai sepasang mata bulat merah menyala, kontan aja karena saking takut dan kagetnya aku tak sempat merapal mantra dari guruku, yang ada aku langsung mengetrapkan aji langkah seribu aliyas lari terbirit birit.Mungkin itulah yang dinamakan hantu genderuwo,mulai saat itu aku tak pernah lagi sombong dihadapan teman temanku, akhirnya aku menyadari betapa ilmu yang kuperoleh itu belum ada apa apanya dibanding dengan orang orang yang telah mumpuni. Kini aku tinggal di jakarta dan apabila kebetulan pulang kampung aku sudah tak seberani dulu lagi.Peristiwa ini terjadi pada tahun 1996 yang silam tepatnya di daerah paliyan gunungkidl, yogyakarta.

========================================
Pengirim : Sutarto
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone