Kemarin marni menangis
Menumpahkan sakit hati dalam pelukku
Kuseka ribuan sakit yang menggerogoti wajah kuyu,
Yang sedetik lagi mungkin akan layu

Kemarin marni menagis
Menyuarakan hak haknya
Namun….
Tuan tuan dan nyonya nyonya memelototi dengan kejamnya

Tuan tuan
Kutanya kalian
Nyonya nyonya
Dengarkan saya

Tuan tuan
Dimana kalian taruh moral kalian??
Kenapa kalian diam?
Kenapa kalian membisu??
Apakah suaramu juga terbeli sama halnya dengan moralmu??

Kasihan kalian
Otak kalian dikendalikan lembaran lembaran yang akan habis terbakar
Wajah wajah perlente kalian dengan sombong mengemis pada orang orang pinggiran
Kepintaran kalian menggerogoti setiap sendi kehidupan
Dan kukatakan padamu
Itulah kalian tuan tuan

Nyonya nyonya
Buka telinga kalian lebar lebar
Aku akan ceritakan beribu dongeng kesedihan
Seperti halnya dirimu,telah membacakan untukku puisi cemoohan

Tapi mengapa??
Mengapa kalian tutup rapat telinga kalian??
Takut menangis??
Takut terluka??
Takut sakit??
Bagaimanapun dengar aku
Karena aku memaksamu
Bibir bibir bergincu kalian bukan sekedar hiasan
Tolong kumandangkan kata yang bisa membuat tawa
Tuhan tidak membuat otak kalian dari terigu
Jadi tolong Hargai kekuasaan Nya
Gunakan otak kalian sebelum ucapkan kata

Dan ketika kemarin marni menangis
Kenapa kalian hanya tersenyum menikmati??
Kesedihan marni bukan acara entertaiment
Derita marni bukan fashion show
Marni bukan hiburan atau penghibur
Namun …..
Teriakkanku ini perjuangan

Hong Kong,10 Dec 04

========================================
Pengirim : Ann
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone