Kepada Kesendirian

Hidup ini lantas menjadi tragis, gelap dan suram, tatkala totalitas kehadiran diri lahir dari kumpulan pengalaman yang tragis. Dari seluruh pergumulan hidupnya, Nietzsche mendapati bahwa hidupnya adalah serpihan serpihan ketragisan. Ia kehilangan orang orang yang sangat dicintainya. Saat itulah ia menyakinkan dirinya akan ketiadaan Tuhan. Tuhan itu telah mati, karena ketika manusia mengalami kesusahan, kesedihan, ketragisan, kegelapan dan ketidakadilan, Ia diam saja. Tentu saja, hal ini perli dipahami pada tataran metafisis, bukan realitas.

Kehilangan orang orang yang sangat dicintai adalah menyakitkan. Inilah yang dinamakan pengalaman eksistensial manusia. Manusia berada dalam pengalaman dirinya yang mendalam. Manusia berhadapan dengan dirinya sendiri. Ia bergulat dengan dirinya sendiri, mempertanyakan dirinya dalam posisi independent lantas merelasikan dirinya dengan realitas. Ia lalu mensintese dirinya dengan realitas yang dihadapi. Kesuraman, kegelisahan dan kegelapan hidup hadir tatkala sintesa kedua realitas: diri ( eksistensi diri ) dan realitas nyata menampakkan kecemasan, dalam bahasa Soren kegentaran � trembling.

Manusia yang mengalami ketragisan dan kesuraman mendeskripsikan manusia yang masih mempunyai kepercayaan terhadap orang lain. Mengapa susah, suram ? karena rajutan kepercayaan itu terputus, terporak poranda � dalam bahasa gaul, dikhianati. Kepercayaan antar dua subyek yang telah lama terjalin musnah. Kepercayaan yang telah sekian lama dihidupi dalam hubungan antar subyek yang saling mencintai terlukai. Saat itulah chaos dan kesendirian yang menggetarkan yang nampak. Hidup lantas hanya dimengerti sbg tragedi, kesusahan. Sudut pandang akan kehidupan dipersempit dalam ruang dan waktu ( ruang dan waktu subyektif ) kesedihan. Ketika kepercayaan menjadi remuk hancur, manusia menjadi gelisah. Hal ini sebenarnya mendeskripsikan manusia yang sebenarnya masih mendambakan kepercayaan bersama. Manusia ditantang untuk memformulasikan kepercayaan itu secara baru.

Hasil pembacaan Fear and Trembling dari Soren Kierkegaard dan The Birth of Tragedy dari Friedrich Nietzsche.

========================================
Pengirim : gendhotwukir
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone