Inilah kisah sedih satu insan menuai kelam dengarlah wahai sahabat rintih pedih luka hati.inilah kisah sedih di hari2 yg tlah terlewati.lunglai langkah kaki telusuri jalan perih terjal berliku sedih.tlah tercoba kepakkan sayap impian namun semua hanyalah sia2 tiada arti ,maksut hati teraih harapan diri,namun apalah daya ia berjalan sendiri .

ketidak mampuan mengangkat beban berat diwaktu umur masih teramat dini.apa salahnya, apa dosanya ,apa yg bisa di perbuat dalam ketidak mampuan daya dan upaya. Mengapa disa,at jamah jemari terbutuhkan tuk menopang tonggak punggung dalam genggaman dua nama namun satu tak pernah ia rasakan belai genggam insantewarisi satu lingkup nama (adam/ayahanda).hingga ia tertatih sendiri jalani hari2 yg teramat pedih. Sedang lingkup jemari terpatri insan lingkup nama (hawa/ibunda) tiada mampu menopang berat beban semua kebutuhan buah hatinya ,bukan kesalahan ibunda ibundapun berusaha cukupi satu kebutuhan yg tiada pernah harus tertunda walau harus berjalan telusuri seluruh jalanan kota ,.

ibundapun tetap tegar melangkah demi lambung anak anaknya ,sungguh mulia engkau tiada pernah lelah tuk tersambungnya nafas hidup anak anaknya. Inilah kisah sedih di hari2 yg tlah terlewati guratkan berjuta perih menyayat hati. kini ia tlah dewasa dan mengenang semua iapun berjanji kelak, jikalau keberhasilan tlah teraih kebutuhan tlah terpenuhi tiada adakan terlupa kisah pilu hari2 yg tlah terlewati dankan coba berbagi kebahagiya,an pada semua insane menuai sedih walau tak semua

terpenuhi,semoga kebahagiya,an yg dulu tak teraih terobati pabila insan yg tak pernah sunggingkan senyum terkurang bebanya hingga terlupa kerut raut muka tanda kesedihan dan berganti senyum tawa terjauh resah. itulah kebahagiya,an yg ia dambakan yg dulu tak pernah ia rasakan

========================================
Pengirim : agus budianto
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone