Gula bisa ditemui di banyak jenis minuman dan makanan, bukan hanya air gula
atau gula gula. Ingat, gula banyak sekali ditemukan didalam berbagai jenis
makanan yang
tersedia di toko toko grosir makanan modern dan toko makanan alami. Gula dari
berbagai jenis dengan kadar fruktosa tinggi dicampurkan ke dalam berjenis jenis
makanan tersebut.

Jadi, kita harus jeli memilah mana makanan
berkadar gula tinggi demi kesehatan. Ada lagi satu hal yang harus diingat, gula
yang baik adalah adalah gula alami yang didapatkan dari tumbuh tumbuhan. Nah
bagi para ngemil mania, lebih baik makan apel begitu rasa ingin ngemil melanda
dibanding black forest coklat yang legit dan
manis itu.

Obat obatan Traditional Cina banyak menggunakan gula atau pemanis buatan sebagai
pembangkit energi. Rasa manisnya menimbulkan rasa nyaman dan aman. Sedangkan di
budaya barat, gula dianggap sebagai pelengkap kenikmatan satu
makanan. Kalau dilihat dari pola ini, anak anak menjadi cenderung mengikuti
selera orang tuanya. Jadi demi kesehatan Anda dan keluarga, mulai sekarang
hilangkan
tradisi manis itu nikmat dan nyaman.

Hampir semua bayi menganggap gula adalah simbol cinta dan pengasuhan. Maklum,
makanan pertama yang dicicipi para bayi adalah lactosa dan susu manis.
Mengkonsumsi gula yang berlebihan dan menggunakan gula setiap hari adalah awal
yang buruk yang dampaknya sangat tidak baik di kemudian hari. Memang benar, gula
yang sederhana seperti glukosa sangat dibutuhkan keberadaannya oleh tubuh, sel
dan otak kita sebagai sumber energi. Beberapa jenis glukosa yang mengendap dalam
hati dan jaringan otot yang menjadi
glycogen yang berguna bagi perkembangan motoriknya, sementara sisanya akan
mengendap menjadi lemak sebagai cadangan kalau suatu ketika tubuh kekurangan
kalori.

Namun jika kita tidak pernah mau berusaha membakarnya dengan berolahraga,
endapan tersebut tak akan pernah hilang, dan cenderung bertambah.

Oleh karena itu usahakanlah menggunakan gula secara proporsional sejak bayi.
Soalnya kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman manis akan membuat kita
kecanduan.
Umumnya yang sering dipermasalahkan mengenai si manis ini hanyalah seberapa
sering kita mengkonsumsinya dan berapa banyak jumlahnya saja. Padahal jenis gula
memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi masalah tersebut.

Misalnya saja, gula saring dari pohon tebu atau sukrosa sering kali menjadi
bahan utama dalam makanan. Buruknya lagi, gula saring sebenarnya hanya memberi
rasa manis namun tidak bergizi. Soalnya dalam proses penyaringan ini kandungan
gizinya malah terbuang. Yang tersisa hanyalah molasse yang mengandung 4 gram
kalori per gramnya.
Banyak ahli gizi yang mengatakan penggunaan gula yang banyak saat berdiet
merupakan penyebab utama penyakit.

Hal itu tidak salah karena terlalu banyak menggunakan pemanis akan memberikan
efek negatif pada kesehatan kita di kemudian hari. Tidak hanya gula saring, tapi
juga gula jagung, madu, dan jus buah, yang kemudian dicampurkan ke dalam minuman
soda, kue dan permen. Ini sebenarnya wajar saja karena rasa manis dari gula bisa
memberikan rasa
puas dan kenyang saat kita lapar.

Nah, kalau sudah terbiasa membuang urusan yang satu ini tidak semudah membalikan
telapak tangan, padahal resikonya melemahkan bisa sistem kekebalan tubuh kita.

(Fitri Oktarini/Elsonhaas.com)
Hangtuah Digital Library

========================================
Pengirim : Loly
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone