Terlalu banyak Orang menganggap bahwa persoalan yang ada di Indonesia semata mata hanya persoalan duniawi. Apakah itu soal Ekonomi, Politik, Keamanan,Sosial dan yang lebih banyak lagi seakan akan bahwa pemilu ini sebuah obat yang sangat mujarab untuk menyembuhkan semua soal itu. Mari kita cermati situasi yang berkembang saat ini. Apakah bencana alam yang menghantam daerah daerahyang menjadi lumbung pangan atau bahkan ternak ternak yang ada di Indonesia. Paersoalan banyaknya anak bangsa yang meninggal akibat bencana alam atau berjangkitnya berbagai penyakit diberbagai daerah atau semakin maraknya ungkapan ketidakpuasan masyarakat apakah dalam bentuk caci maki atau dalam bentuk demonstrasi yang juga merebak diseantero Nusantara ini.

Ketika Azab itu benar benar sedang diturunkan maka kita tidak akan lagi punya kesempatan atau pilihan banyak yang bisa dipilih tetapi kita harus memperbaiki hal hal yang menyebabkan Azab itu datang sehingga perbaikannya harus mendasar dan secara structural. Sangat mungkin yang menjadi persoalan itu adalah telah hancurnya nilai nilai yang baik serta benar sesuai dengan Ajaran Yang Maha Kuasa sehingga merebaknya ketidakadilan dalam kehidupan bermasyarakat yang mengakibatkan semakin salah arahnya kehidupan yang kita jalani selama ini. Fakta telah banyak menunjukan bahwa terlalu banyak diantara anak bangsa yang lupa terhadap hal hal yang seharusnya dilakukan sehingga antara pikiran, kelakuan dan keputusan keputusan elit politik di Indonesia telah semakin nyata menjerembabkan Rakyak kebanyakan di Indonesia memasuki Gerbang Neraka jahanam akibat berbagai macam hal didalam kehidupannya.

Mari kita lihat secara nyata berapa banyak bangsa Indonesia kehilangan pekerjaan untuk menompang kehidupannya padahal disisi lain sudah terlalu banyak kekayaan Negara dijual secara murah oleh elit pemerintahan yang dapat komisi darinya maupun dirampok oleh tangan tangan tidak bertanggung jawab dengan bantuan elit elit Indonesia. Apakah hal ini pun harus dibuktikan dulu dipengadilan? Bangsa Indonesia semakin hari semakin digiring kejurang kemiskinan secara structural yang mengakibatkan rakyatnya semakin hari semakin menutupi hati nuraninya serta terperosok kedalam jurang kenistaan yang berakibat melupakan harkat kemanusiannya.

Korupsi telah disepakati sebagai musuh bangsa Indonesia nomor satu tetapi berapa koruptor yang diadili dan dihukum ?. Berapa banyak asset Negara yang dijual tapi kenapa beban masyarakat semakin hari semakin berat, kenapa harga harga semakin mahal padahal kekuatan daya beli masyarakat secara umum semakin menurun ?.

Semakin ramenya dibahas bahwa krisis ekonomi harus segera diselesaikan tapi faktanya semakin banyak tenaga kerja yang menganggur ? semakin tingginya kesadaran dan pembahasan bahwa pendidikan itu menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia tapi semakin banyak anak bangsa yang tidak mampu sekolah ?. semakin luasnya dan beragamnya wacana dalam pembicaraan serta diskusi tetapi semakin minusnya kenyataan kelakukan anggota masyarakat didalam kehidupan sehari hari? Semakin ramenya dibahas tentang kelestarian lingkungan tapi semakin banyaknya terjadi bencana akibat tanah longsor, banjir dan gempa bumi.

Saat ini dimana mana dibahas bahwa rakyat harus diperhatikan dan diberdayakan serta harus mendapat keadilan serta keamanan kenyataannya semakin banyaknya orang menyuarakan ketidakpuasan dan terkena tindak kejahatan. Bagaimana semua ini ?. Pertanyaannya apakah semua ini akan selesai ketika bangsa ini selesai melaksanakan Pemilu dan Pemilihan Presiden jawabannya pasti Belum.

Apakah yang akan timbul ketika pemilu dan pemilihan Presiden berhasil dengan baik ? Cuma satu yaitu tumbuhnya harapan kembali dari bangsa Indonesia. Bagaimana jika Pemilihan pemilihan itu gagal yang muncul pasti ketidakpuasan yang lebih luas. Apakah seluruh pemilihan itu telah diamankan secara aturan aturan ? kalaupun itu sudah yang pasti masih banyak celahnya dan hal itu telah dibahas oleh banyak pihak. Artinya Indonesia sedang mengalami perjalanan menuju ketidakpastian kembali.

Apakah kita semua harus memulai revolusi sekarang juga ? jawabannya Ya untuk merevolusikan keimanan dan amal perbuatan kita. Apakah harus mengarah menjadi sebuah revolusi social ? tunggu dulu karena pada kenyatannya akan juga terjadi penyusupan dan pemutar balikan arah perjuangan jika perubahan cepat itu tidak punya kesiapan yang sangat matang bahkan ketika matang pun segala sesuatu yang tidak diharapkan dapat terjadi padahal jika terjadi revolusi social dalam keadaan seperti sekarang dimana ketidakpuasan dan pengedalian hajat hidup orang banyak tidak lagi disatu tangan pasti sudah tidak akan lagi ada pihak yang mampu melakukan perubahan secara cepat dan tepat disegala sector kehidupan, Sehingga kita harus sangat hati hati dan menjauhkan diri dari napsi napsi.

Pengalaman Revolusi yang paling harus jadi pelajaran adalah Revolusi Amerika ketika perang antara utara dan selatang akibat banyaknya perbedaan terutama masalah perbudakan, Revolusi Perancis akibat ditindasnya masyarakat sehingga ketidakadilan dan kesewenang wenangan merajalela , Revolusi Iran dan Revolusi yang di Pimpin Nabi Muhamad SAW dan telah kita saksikan ketahanan hasil peradabannya atau Revolusi Portugal dan Philipina ?

Sebuah revolusi faktanya terjadi bukan karena wacana dan diskusi sebagai motor utamanya tetapi situasi lapangan lah yang mengembangkan arah gerakan revolusi itu karena kehidupan yang ada pada masyarakat pelaku Revolusi sangat menghimpit,menyengsarakan,menistakan kehidupan manusia karena terlalu banyak pembunuhan dan penindasan phisik. Kita saat ini rada sulit melakukan revolusi karena yang dijarah,dihajar dan adalah harta benda negeri dan rakyat sehingga penderitaan dan militansi yang ada belum cukup untuk menggerakan Revolusi sampai hari ini tetapi jika situasi ini akan lain jika Azab yang diturunkan ALLAH SWT punya maksud tertentu. Hanya marilah kita jangan bernafsu atau berpikir jangka pendek dan untuk kepentingan Pribadi karena hal itu sangat berbahaya.

Yang Pasti jika anda dan bangsa Indonesia salah terus mengambil keputusan kehidupan akan semakin sengsara dan asset asset Negara makin habis terjual ujungnya kita bisa kehilangan banyak hal mungkin jutaan orang masuk neraka karena terjebak situasi seperti ini dan melakukan banyak hal yang berdosa tetapi jika anda dan kita semua memilih langkah dengan benar maka belum tentu masuk sorga karena melakukan pilihan yang benar pada pemilihan umum dan Pemilihan Presiden hanya baru pintu masuknya saja kearah Indonesia lebih baik.

Pilihan untuk melakukan perubahan saat ini akan dilakukan dengan melalui mekanisme Pemilihan umum dan Pemilihan Presiden hal ini telah menjadi sebuah agenda nasional bangsa Indonesia hanya saja ketika proses itu tanpa dibarengi dengan pemahaman yang sangat mendasar mengenai pentingnya perubahan pola pikir, cara pandang dan perilaku bangsa Indonesia maka hasil apapun yang terjadi setelah proses pemilu ini akan tetap membuat situasi bangsa Indonesia sulit untuk keluar dari persoalan yang melilitnya sampai saat ini. Pilihan perubahan cepat sangat berisiko tetapi disisi lain pemilu pun bisa hanya menghasilkan pergantian actor sehingga ujung ujungnya perubahan kearah yang lebih baik bisa hanya menjadi angan angan belaka.

Tantangan bagi kita semua adalah bagaimana caranya dalam kondisi yang seperti ini kita mampu untuk melakukan hal hal yang berdampak positif terhadap bangsa Indonesia tetapi dengan perbuatan langsung yang pada dasarnya telah menjadi sebuah kemampuan yang kita punyai dan malahan makin meningkatkan kehidupan kita, keluarga dan masyarakat disekitar kita yang berujung kepada semakin kondusifnya kondisi bangsa Indonesia untuk menghadapi perubahan dunia di ERA abad 21 ini.
Perbuatan yang paling nyata saja misalnya kita tidak lagi menyebarkan fitnah tetapi membiasakan diri membicarakan hal hal yang kongkrit dan nyata nyata memotivasi kita semua untuk berbuat baik.

Disisi lain ketika kita tahu persis ada kebusukan maka kita pun berbicara kondisi tersebut apa adanya tanpa berpretensi membusukan atau menambah nambahi dengan hal hal yang kita sendiri tidak mengetahuinya secara persis. Kita juga stop bicara mengenai kerendah dirian bangsa Indonesia tetapi mulai mencari potensi serta keunggulan kita masing masing yang bisa diaplikasikan untuk kemaslahatan banyak orang sehingga ketika direalisasikan makin banyak orang yang mendapatkan manfaatnya. Kita tidak lagi mengemis ngemis kepada siapapun tetapi secara pribadipun mulai berusaha untuk tegak diatas kaki sendiri.

Kita tidak lagi melakukan tindakan yang yang secara substansial adalah sama dengan menggali kuburan buat Indonesia. Kita tidak lagi melakukan tindakan yang jika ditelaah akan menurunkan kepercayaan bangsa Indonesia didunia International atau bahkan kita menghindari tindakan apapun yg akan membuat orang lain tidak percaya lagi. Kita hanya melakukan tindakan tindakan yang jelas jelas bermanfaat buat kemanusiaan dan bangsa Indonesia.

Akibat situasi seperti ini kenapa kita tidak mendorong agar sitausi Pemilu dan pemilihan Presiden pun kalaulah memang hanya mempunyai harapan yang sangat kecil terhadap perubahan kearah yang lebih baik tetapi bagaimana kalau kita mendorong agar prose situ minimal mengarah kepada perbaikan situasi bangsa Indonesia secara menyeluruh.

Misalnya marilah kita munculkan keungulan keunggulan yang ada pada calon calon itu tetapi kita tidak lagi memilih wakil rakyat ataupun Presiden berdasarkan dana yang ditawarkan. Katakanlah diberi rezeki ya diterima saja saja tetapi hal itu bukan merupakan dasar utama untuk menentukan pilihan kita semua. Kita tetap mendorong agar semua calon calon itu menunjukan keunggulannya dan pengalaman terbaiknya serta mendiskusikan pokok pokok pikiran serta rencana kerjanya dan melihat kemampuan tim yang akan dibawanya serta dalam menyelamatkan Indonesia ini.

Kita tidak lagi bicara saling membusukan tetapi mendorong terjadinya interaksi aktif yang menelorkan kegiatan kegiatan yang positif bagi bangsa Indonesia. Kita memulai melakukan pemgkajian tidak lagi hanya menggunakan akal tetapi juga nurani kita. Kita tidak lagi mudah percaya tetapi tidak juga buta. Kita tidak lagi hanya mendengar apa kata orang lain tetapi kita belajar juga tentang semua hal yang terjadi ini serta mencari solusi yang terbaik dan mencari peluang yang dapat dilakukan sehingga bukan Cuma ikut kereta tetapi menciptakan kereta. Kita tidak lagi mengeluh tetapi juga mencari solusi. Kita semakin hari tidak lagi menelanjangi diri sendiri tetapi juga tidak menelanjangi orang lain. Kita tidak lagi suka mebodoh bodohi orang lain tetapi lebih aktif memberdayakannya. Kita tidak lagi hanya kagum kepada calon pemimpin kita tetapi juga menunjukan kemampuan kita untuk memperbaiki bangsa Indonesia.

Semakin hari kita harus mampu membuktikan bahwa pola pikir, perilaku,cara pandang kita semua semakin baik. Jika hal ini mulai dilakukan mulai hari ini maka dalam satu tahunpun akan banyak perubahan yang akan terjadi pada bangsa ini. Soal ekonomi,hukum,politik,soasial dll pada akhirnya adalah hanya sebuah assesoris didalam peradaban ini karena sesungguhnya yang akan kita bawa pulang nanti adalah pertanggung jawaban kita semua akibat perbuatan yang kita lakukan. Kenapa semua persoalan itu kita anggap sebagai assesoris karena sebenarnya kita tahu dan mampu menyelesaikan itu semua tapi kita tidak mau karena berbagai alasan dan jika tetap tidak berubah maka Bangsa Indonesia boleh dibilang Bangsa yang memang keterlaluan karena kalau soal pintar dan professional di Indonesia tidak kekurangan. Perubahan dunia saat ini memang telah membawa korban yang luar biasa tetapi disisi lain ada juga manfaat dan celah dari situasi sekarang ini yaitu mengajarkan kepada kita semua harus menjadi manusian yang berahlak baik dan berkualitas jika kita ingin selamat.

Kecurangan kecurangan,kekayaan,kekuasaan dan kezaliman yang siapapun lakukan memang kadang kadang dipersepsikan dapat menyelamatkan kehidupan dan martabatnya tetapi pada akhirnya semuanya akan ada akhirnya. Oleh karenanya marilah kita berbicara dan berbuat baiklah sebanyak banyaknya sehingga Allah SWT menurunkan kembali Rahmat dan Hidayah secara luar biasa daripada bencana yang kita ciptakan akibat perbuatan kita masing masing. Semoga ALLAH SWT segera membukakan hati dan pikiran bangsa Indonesia untuk segera menemukan jalan yang tepat untuk menyelamatkan kita,keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Medio February 2004

Agus muldya

========================================
Pengirim : adi
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone