Waktu kita tak punya apa apa, kita ingin punya apa yang kita perlu.
Dari situ menjalar jadi kita pingin ini itu yang belum tentu diperlukan, tapi kita ingin sekali untuk punya.
Toh semua orang di sekitar kita pada punya
Apa mau jadi ketinggalan zaman?
:=((
Akhirnya nafsu untuk mengejar apa saja yang baru dan lagi top di pasar, membuat kita sibuk dalam kejar mengejar
Sudah dapat apa yang diinginkan, belum sempat puas menikmatinya, aduhai sayang “yang paling baru” telah muncul di dunia dan kita pun tanpa sadar ikut mengejarnya
Buat apa?
Apakah hidup kita tak bermutu atau terganggu tanpa memilikinya?
Apakah kita perlu atau “mau” doang?
Kalau tadinya kita ingin punya, kok sekarang nafsu ingin ini itu malah telah mempunyai diri kita?
Kita jadi budaknya tanpa sadar
Cobalah renungankan sejenak
:=((
Kadang kadang makin sedikit yang dipunya makin kita hargai apa yang kita punya.
Kadang kadang nggak mau punya apa apa yang tak perlu malah jadi semacam “liberation”.
Hidup kita jadi sederhana, bebas dari tetek bengek yang kadang kadang bisa menjerat leher kehidupan kita.
Kadang kadang dalam perjalanan ke desa yang jauh di gunung, kita secara tak sengaja menemui “hidup” dalam arti kata yang sejati
Alangkah nikmat kalau kita bisa memilikinya kembali
Bahagia dengan apa yang Tuhan berikan dan hanya mau punya apa apa yang perlu saja.
:=))
Bukankah makin nggak punya atau nggak perlu punya, makin bebas?
Cobalah hidup seadanya
Bagaimana?
Siap

Cafe Lorca, 2004.

Buat Arty, Lorry, Richard, Abbas di Lombok.

========================================
Pengirim : El Camino
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone