Sejak dulu aku memang tidak berani untuk mempunyai hubungan dengan orang lain, jangankan berhubungan untuk membicarakannya saja atau sekedar mengharapkan aku tidak berani.
hingga suatu hari aku bertemu dengan seorang pria dia mahasiswa baru di kampusku sebut saja namanya Ikhsan. Ia termasuk orang yang pandai bergaul meskipun ia baru tetapi sudah banyak mendapatkan teman. Satu waktu aku berkelompok dengannya untuk mengerjakan tugas pembuatan artikel salah satu mata kuliah.

otomatis aku ering bertemu dan berdiskusi dengannya.Karena yang lainnya sibuk dan hanya aku dan ikhsan yang mempunyai waktu banyak, akhirnya tugas pengetikan aku dan ikhsan secara bergantian mengerjakn di tempay kosnya karena dia yang mempunyai komputer.Akhirnya pekerjaan itupun selesai dengan hasil memuaskan. Sejak saat itu kami sering terlihat pulang bersama. Aku tahu banyak orang orang disekitarku yang memperhatikan kami, dan tidak sedikit pula teman temanku yang bilang padaku bahwa dia menyukaiku, mereka berkata demikian karena melihat perhatian yang di berikan ikhsan kepadaku berbeda dengan yang lainnya. Aku tidak mau berfikiran seperti itu mungkin saja cara bergaulnya memang seperti itu terhadap wanita. Namun aku lama lama aku juga merasakannya tampaknya hubunganku dengannya sudah terlalu dekat, aku takut sesuatu yang tidak kuinginkan terjadi. sehingga aku megambil keputusan untuk mulai menjauhinya.

Tampaknya dia merasa aku menjauhinya, dan dia berusaha untuk menemuiku, walaupun aku terus menghindar. Dia memintaku untuk tidak menjauhinya karena sejak kebersamaan kami membuat tgas artikel ia memang menyukaiku, perasaan itu ia pendam selama ini. Ia takut kalau aku sampai tahu hal sebenarnya aku akan menjauhinya. Tapi ia tidak menuntutku untuk menyukainya juga atau menjadi kekasihnya, ia hanya ingin aku tidak menjauhinya.
Aku merasa kasihan padanya, akhirnya kukatakan aku tidak akan menjauhinya tetapi au juga tidak bisa memebrikan jaminan apapun kepadanya untuk sekedar lebih dari teman.

Seiringnya waktu kami terlihat sering berdua, karena ia selalu menjemputku dan mengantar ku pulang meskipun aku tidak memintanya. Ia sangat baik dan selalu memperhatikanku dari hal hal yang sangat kecil.Akhirnya tumbuh suatu perasaan yang aku sendiri tidak mengerti. Kadang aku takut kalau ia sudah tidak bersamaku lagi atau tidak memperhatikanku lagi, karena aku telah terbiasa dengan perhatiannya selama ini.

Aku sangat ingin membalas cintanya. Ingin mencintainya seperti ia mencintaiku, bukan mencintainya karena kasihan.
Mencintai adalah menginginkan orang yang dicintai bahagia. Mencintai dengan tulus adalah tidak menuntut balasan cintanya. Mencintai dengan tulus serta ikhlas adalah menyerahkan seluruhnya kepada Allah SWT.

AKU MENCINTAIMU DENGAN TULUS DAN IKHLAS.

========================================
Pengirim : N
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone