Diakhir February 2003, Rachel Corrie menulis e mail yang terakhir untuk ayahnya di Olympia, Washington USA.
Ditulisnya : “Katakanlah Papa kalau ada idea mengenai apa yang terbaik yang bisa kuperbuat dalam hidup ini.
Aku selalu cinta padamu Papa
Anggaplah aku lagi berlibur di Hawaii belajar menenun kain.
Kalau kenyataan disini (West Bank dan Gaza Strip) begitu berat, kucoba melupakannya dengan berkhayal lagi dalam pembuatan film Hollywood atau TV komedi Michael.J.Fox.
Hidup bisa rada lumayan kalau kita bisa berkhayal.
Salam manis Papa
Rachel.”

16/3/2003, Rachel Corrie (23 tahun), seorang activist dari International Solidarity Movement (ISM) yang berasal dari Olympia, state of Washington USA tewas di perkampungan pengungsi Palestina Rafah Gaza Strip.
Tewas ditabrak 60 ton bulldozer ketika tegak berdiri bersama kawan kawan sebagai pagar berjiwa.
Bulldozer yang dikemudi oleh serdadu Israel itu lagi beraksi menghancurkan rumah rumah orang Palestina dan tak ambil pusing dengan siapapun.
Rachel Corrie gugur sebagai kesuma Intifada.

Di Palestina dan USA, beberapa penulis, penyair dan penyanyi, menulis lagu mengenang Rachel Corrie.
Sebuah pusat budaya di Rafah diberi nama :
Rachel Corrie Children and Youth Cultural Centre.
Hari Natal 2003 dan tahun sebelumnya di Bethlehem, sepi dan tak ada apa apa.
Sepi karena patroli tentara Israel, Intifada dan tembak tembakan di sekitarnya.

Terlalu banyak darah dan air mata yang tumpah.
Tak ada yang mampu atau mau merayakan apa apa.
Terlalu berbahaya buat Christian dan Muslim disana.
Yahudi yang fanatik tak bisa membedakan antara rakyat kecil dan laskar jihad Al Aqsa atau orang yang ziarah ke tempat suci.
Seorang pendeta malah bilang : “Syukurlah ada Intifada
Tanpa derita yang timbul dari Intifada, orang tak bisa sadar dan tak mau bertobat.
Apapun yang terjadi, Yahudi, Christian dan Muslim tak bisa terpisah.
Satu hidup semua hidup, satu mati semua sengsara.”

Di Rafah, orang orang Palestina tak bisa melupakan Rachel Corrie.
Gadis Amerika bermata sayu yang gemar berbuat amal dan membela hak azazi manusia.
Di Olympia, kota asal dan tempat kediaman keluarga Rachel Corrie, mereka tak bisa melupakan Palestina dan kawan kawannya di Rafah.
Olympia dan Rafah jadi 2 kota kecil yang bersaudara.
Selamat jalan Rachel Corrie dan seluruh kesuma Intifada yang gugur dalam membela keadilan dan kebenaran.
Tempat kalian disisi Tuhan…….

Melbourne 2004.

========================================
Pengirim : Lasma Siregar
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone