Ketika liburan musim panas kami (Saya dan seorang teman Jepang) diajak oleh guru wali kelas kami menonton pertandingan BaseBall antar klub profesional Tokyo Giants lawan Hiroshima Carp. Wali kelas kami cukup tua kira kira berumur 65 tahun.Dia adalah penggemar BaseBall berat. Karena di daerah Kyushu/Kumamoto pertandingan BaseBall klub Giants diadakan setahun sekali, maka penonton yang datang sangat ramai. Sehabis pertandingan usai karena hari terlalu larut malam, guru kami mengundang untuk menginap di rumahnya. Rumahnya bergaya tradisional jepang kuno dan cukup besar. Dilantai satu ada ruangan tamu yang dijadikan satu dengan ruang makan, satu kamar kecil yang tertutup ,dan dua kamar tidur untuk tamu. Temen saya mungkin karna terlalu capek, memutuskan pergi tidur dulu sementara itu saya menemani wali kelas ngobrol dengan istrinya. Temen saya kelihatannya tidur di kamar tamu sebelah kamar kecil yang tertutup itu. Kira kira pukul 11:30 malam , rasa kantuk saya sudah engga tertahan lagi dan saya putuskan pamit untuk tidur dikamar tamu yang satunya. Kira kira jam 2 pagi saya dibangunkan oleh teman saya sambil menggerutu.

Temen saya berkata “Sialan gue diusir tuh..kayaknya cucu guru kita dateng malem malem dan nginep disini, tapi aneh tuh dia pake bahasa jepang dialek kuno. Yang saya tahu dia marah karena kamar itu kamar dia, orang laen engga berhak. Saya sendiri engga tahu tuh kenapa dia sampe marah gitu”.

Saya pikir pikir masak tengah malam gini anak kecil berani pergi sendiri. Karena saya merasa kasihan saya suruh dia tidur satu tempat sekalipun sempit sekali.

Setelah bangun pagi, guru kami ngajak makan pagi bersama sama. Saya bergumam ke temen saya, mana tuh anak kecil yang marahin kamu. Dia diem aja. Lantas kami liat istri guru kami, membuka kamar tertutup yang disebelah kamar temen saya tadi. Ternyata kamar tertutup itu, khusus digunakan untuk menghormati arwah orang yang sudah meninggal. Biasanya orang Jepang selalu melakukan sembayang untuk menghormati arwah keluarga mereka yang meninggal. Terus iseng iseng saya dan temen saya liat photo yang terpampang disitu. Dengan muka yang takut temen saya berkata bahwa foto itu persis dg anak kecil yang megusir dia. Tetapi kami berusaha untuk tetep merahasiakan ke guru kami. Setelah istri guru kami selesai melakukan penghormatan, guru kami bercerita bahwa mereka punya anak kecil dan meninggal ketika dia berumur 11 tahun. Dan kamar yang tadi malam ditempati teman saya adalah kamar bekas anak tadi

========================================
Pengirim : desain
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone