Sisa sisa nasi itu masih berserakan dijalan kecil dekat masjid. Mbah Arjo tetanggaku itu, semalem jatuh bangun sepulang dari kenduri. Hi hi aku geli juga mendengar ceritanya, malam itu memang masih masuk bulan ruwah, jadi dikampungku masih banyak yang mengadakan selamatan untuk kirim doa bagi para luluhur.Mbah Arjo waktu itu baru pulang dari kendurian, sampai dibawah pohon Nyamplung digang yang agak gelap dia berteriak, “Mbah Kopek mbah kopek ” teriaknya .Saking takutnya nasi berkat ditangannya dilempar berhamburan entah kemana, orang orang pun berdatangan kearah teriakan mbah arjo,”Ada apa mbah ?” tanya seorang pemuda kepada mbah arjo, “Itu tu mbah kopek nakal, masa saya ngga ngomongin ngga apa, tau tau di cegat disini.He he sipemuda malah ketawa tak bisa menahan geli ketika melihat wajah mbah arjo yang masih ketakutan”.Mbah kopek adalah sebutan untuk seekor harimau putih siluman yang sering muncul di kampungku khususnya bila bulan ruwah.Konon ia adalah harimau Siluman piaraan Eyang SingoKromo yang tinggal di goa Rancang.Bila bulan ruwah dia akan pergi kepetilasan Eyang SingoKromo. Sebetulnya dia tak bertujuan untuk menakut nakuti penduduk, tapi karena kampungku kebetulan terletak persis antara goa rancang dan petilasan eyang singokromo, otomatis mbah kopek akan lewat kampungku kalau ia akan mengunjungi petilasan Eyang.Namun adapula cerita versi lain, konon mbah kopek adalah salah satu khodam penunggu pusaka eyang singokromo, karena tak ada yang merawat akhirnya ia mengembara kemana dia suka, dan akan pulang setiap bulan Ruwah.Menurut cerita dari nenekku, Eyang SingoKromo adalah salah satu prajurit P. Diponegoro dan ikut perang melawan kompeni waktu itu. Namun menurut Nenek, Eyang tidak mau dicatat dalam sejarah.Setelah Eyang wafat Beliau dimakamkan didesa KedungDowo, makam itu terlihat asri karena terletak di atas tanah yang tinggi dan dibawahnya mengalir sungai yang amat jernih airnya, namun kalau kita masuk ke area tersebut kesan angker dan mistis terasa sangat kuat. Namun di desa lain ternyata ada juga petilasan Eyang, untuk kebenarannya aku juga tidak tau, mungkin ini sengaja dikaburkan untuk menghindari orang orang yang suka ngalap berkah.Kalau menurut silsilah aku masih turun ke 6 dari eyang SingoKromo, dan untuk kebenaran mbah kopek akupun tidak tau persis, karena akupun belum pernah bertemu langsung.Semua itu kuhimpun dari cerita orang orang yang pernah dijumpainya. Wallahu alam bil shawab.

========================================
Pengirim : Sutarto
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone