1

Kali pertama kucium bau khas milikmu,
ketika ikan ikan yang berlendir dan kaku,
hasil tangkapan kedua kakakku,
berpindah dari kantong plastik ke dalam tumbu.

Dengan baju kotor dan basah,
serta gigil dari bibir yang membiru,
mereka berdua sibuk menyiangi.

Harus segera dan tidak bisa ditunda
Karena kandungan potas akan mengurangi kelezatan,
bahkan menimbulkan bau busuk,
bila berlama lama tinggal di tubuh ikan.

Waktu itu tangan tangan kecilku
belum boleh bermain dengan benda setajam pisau,
jadi tugasku mengawasi ikan ikan,
sambil mengusir ayam ayam yang berdatangan
dan berharap bisa mencuri kesempatan.

Tidak bisa dibiarkan
Jatah mereka hanya kotoran
: sisik, lendir, taik, usus dan
benda benda yang nyangkut dalam perut ikan.

Senja turun.
Suara adzan magrib terdengar lamat lamat
jauh jauh sekali.

2

Api tungku menerangi dinding bambu.
Di amben, emak sibuk meracik bumbu.

Air di Ceret hitam bergejolak.
Nasi di ketel menunggu tanak.

Bapak selesai mencuci ikan.
Emak siap dengan pengorengan.

Lihatlah emak mulai mengorengnya.
Sreng, sreng, sreng… begitulah bunyinya.

Hiruplah aroma kelezatannya,
walaupun bercampur bau potas adanya.

3

Kami menunggu di kamar tengah
Sehabis mandi dan rambut masih basah
Di bawah temaram sinar lampu minyak tanah

Lihatlah hidangan telah menanti
Nasi putih mengepul kenul kenul
Sepiring ikan menarik hati
secobek sambel terasi menemani

Ayo cepat kita sikat
Perut dingin jadi hangat
Benar benar nikmat

Selesai makan kita pergi nonton tivi
Hitam putih empat belas inchi
Di tempat pak Carik seberang kali
Hari ini ada film koboy

Sampai di sana habis berita
kemudian ada lagu Garuda Pancasila

… Pribang pribang saku
… Ayo maju maju

4

Kubayangkan bagaimana tangan tangan
mengenggam tubuh putihmu…
Kemudian digoyang perlahan.

Kubayangkan bagaimana air sungai
mengikis tubuh bulatmu.
Kemudian larut perlahan.

larut… larutlah…
Mabuk… mabuklah…
sebentar lagi pesta.

5

Kaline dipotas
Berita itu kunanti di Tegongan
kelokan sungai di ujung desa.

Tak lepas kupandang kejauhan.
Tempat air sungai menghilang
dalam kerimbunan rumpun bambu dan pepohonan.

Konon di batas itu airnya lebih dalam,
dan gelap membiaskan suasana angker dan seram,
tempat setan dan demit bersemayam.

Dari kegelapan muncul beberapa bayangan.
Aroma potas memenuhi udara.
Kucium berita yang sudah dinantikan.

Aku harus segera mengabarkannya.
Pada kedua kakakku
dan seluruh penghuni desa

6

Kaline dipotas
Siapa saja yang mau turunlah.
Ini pesta tanpa mengenal kasta.
Tua muda, miskin kaya.

Kaline dipotas
Siapa saja yang suka turunlah.
Bawa alat apa saja yang kalian punya.
Ikan nglelengi sudah tak punya daya
dengan tangan kosongpun bisa.

Kaline dipotas
Siapa saja yang senang turunlah.
Mumpung ada kesempatan,
kapan lagi bisa makan ikan.

7

Kaline dipotas
Orang orang turun mencari
Orang orang bergerak ke sana kemari
Orang orang berteriak kegirangan
Orang orang membanggakan hasil tangkapan

Kaline dipotas
Lihatlah Kakakku dapat Bayong
Lihatlah Pak Yono dapat Tawes
Lihatlah Pak Guru dapat Licingan
Lihatlah Kang Bejo dapat lele
Lihatlah Pak Kyai dapat Betik
Lihatlah Paklik Dul dapat Mujair
Lihatlah Emo Pincang dapat kating
Lihatlah Pak Polisi dapat Sili
Lihatlah semua orang dapat ikan

Kaline dipotas
Cepat turun
Jangan hanya berteriak dari atas.
Nanti tidak kebagian.

8

Bukan… bukan kami yang meracuni.
Kami turun ke sungai
ketika ikan ikan mulai nglelengi.

Bukan… bukan kami yang meracuni.
Kami turun ke sungai
ketika yang lain mulai turun mencari.

Bukan… bukan kami yang meracuni.
Kami hanya memanfaatkan kesempatan.
Sebab ikan ikan yang nglelengi
sebentar lagi akan mengambang
menimbulkan bau busuk ke mana mana
sebuah kematian yang sia sia.

Lalu… siapa yang meracuni
kami tak pernah mau peduli

9

Roda kehidupan berderak, berderak dan terus berderak.
Kaline dipotas, dipotas dan terus dipotas.
Ikan ikan nglelengi, nglelengi dan terus nglelengi.
Kami tangkapi, tangkapi dan terus tangkapi.

Air sungai mengalir, mengalir dan terus mengalir.
Ikan ikan semakin jarang, jarang dan jarang.
Racun merasuk, merasuk dan terus merasuk.
Kami tumbuh, tumbuh dan terus tumbuh.

Tapi… kami tak pernah mau belajar.

10

Ikan ikan yang teracuni potas
Sebenarnya sudah berapa ekor
singgah dalam pencernaanku?
kemudian mengendap dalam lambungku?

Sudah berapa persen racun
yang ikut mengalir bersama darahku?
Jangan jangan sudah begitu parah.
Buktinya otakku begitu bebal.

11

Krisis ekonomi melanda
Harga harga naik
Harga pupuk naik
Harga potaspun ikut naik

… Tapi bukan berarti aman
Sungai diracuni dengan Theodan
Murah tapi lebih memabukkan

… Tapi bukan berarti aman
Manusia pandai menyiasati keadaan
Merakit Accu penyetrum ikan

12

Potas…
Benarkah nama lengkapmu Potasium Klorat?
Setelah bergaul dengan sulfur, aluminium dan klorin
kemudian bisa mempunyai daya ledak yang begitu dasyat.
Tidak hanya membuat ikan ikan nglelengi
tapi ratusan tubuh kaku mati
12 Oktober 2002 di Kuta Bali.

Potas…
Benarkah nama lengkapmu Potasium Klorat?
Sebab kalau benar…
Aku takut kandungan yang mengendap
dalam tubuhku dan dalam tubuh orang orang
yang memakan sekian kilo ikan yang teracuni olehmu
Meledak dalam kekuatan yang dasyat
dan meluluhlantakkan seluruh negeri.

selesai?

Tambahredjo Cikoko 2003
Sebuah Perjalanan panjang

========================================
Pengirim : Setiyo Bardono
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone