ditengah dingin malam berteman hujan. aku mendengar tangis kawanku lirih hampir tak terhiraukan. dia bercerita “semasa orang tua jaya dalam masa kerjanya,semua kebutuhanku terpenuhi bahakan lebih,tak ada kamus pribadi berbicara tentang larangan.

mabok,ngga sadar karena putauw,ijo, itu sudah jadi makanan saban hari. kata ortu nasehat hanyalah bualan belaka,bagiku apa mereka ngga pernah begitu. kawan apa kamu pernah seperti itu? aku terdiam sejenak dan menggelengkan kepala.

beruntung kamu.ketika dulupun wanita bagiku hanyalah mainan yang bisa aku ajak tidur. sejenak kawanku terdiam menerawang,aku lihat matanya menerawang keatas mengingat semua apa yang telah dia pernah lakukan. lalu senyum sinis mengembang dari bibirnya. kenapa kamu tersenyum seperti itu. tidak “jawab kawanku singkat”.betapa hinanya diriku dulu tak pernah mau tahu sekitarku. bahkan tetangga yang minta bantuanpun aku hanya mematung. layak jika mereka mencibir aku.

kawan pernah dalam sekali hidup aku tersentuh oleh fenomena kaum miskin,aku melihat mereka begitu bahagia,walaupun mereka serba kekurangan. dan itu tak pernah aku alami dalam hidup walau aku bergelimang kekayaan “TAK PERNAH KU BAHAGIA”. namun ketika tuhan sudah membuka pintu untuk tobat tapi dasar manusia banyak ngga bersyukur,perihal itu ngga membawaku ke jalan lurus. aku ngga akan menyalahkan siapa siapa atas diriku bahkan akupun tidak akan menyalahkan setan sekalipun.

kawan kamu mau mendengar kataku terakhir “jadilah manusia yang sehat dalam segala hal,masa lalu ku jadikan sisi dari kemilau dunia. bahwa dunia itu bohong adanya”. kawan boleh aku minta kepadamu. aku menganggukkan kepala. “kunjungilah aku jika engkau sempat”. itu merupakan kata terakkhir dia dan lalu pergi meninggalkan aku,perlahan hilang digelapnya malam itu. aku berdiri setelah itu,secarik kertas berada disampingku. disitu tertulis ” buat temanku.
” dari yang pernah hidup”

kawan jadilah manusia yang mampu menghargai diri sendiri. tidak akan pernah manusia dapat menghargai manusia lain jika dia tidak dapat menghargai dirinya sendiri.

========================================
Pengirim : agung
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone