Assalamu�alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam akademia juga dan academy award sekalian deh Tentang Akademi Fantasi Indosiar memang lagi jadi �mimpi baru� anak anak muda Indonesia. Menurutku sih itu kegiatan positif karena benar benar realistis tanggapan para pengamatnya. Tetapi pada AFI malam minggu yang lalu � saat si Veri jadi jawaranya � ada satu orang pengamat yang kurang profesional dalam memberikan masukan kepada peserta, yaitu Guruh Sukarnoputra. Menurutku ia tidak benar benar memperhatikan kemampuan peserta atau mungkin ia memang tak punya kemampuan untuk menganalisa kemampuan dan kelemahan peserta. Beda sekali dengan Trie Utami dan Harry Roesli yang sangat obyektif dalam menilai kemampuan peserta. Salut buat Veri yang berhasil menang. Tapi kemampuan yang dimiliki oleh Kia dan Mawar juga nggak kalah bagus tuh. Ternyata kamu juga nyimak AFI ya.

Kalau Academy Award gimana? Sempet nyaksiin ga? Atau paling tidak tau film apa yang menjadi jawara tahun 2004 ini. Ya, yang menjadi film terbaik dalam acara penganugerahan insan film di Amerika itu adalah sebuah film trilogy yang merupakan film favorit saya. Sebuah film yang diadaptasikan dari sebuah novel karya J.R.R. Tolkien yaitu THE LORD OF THE RING : The Return of the King. Kebetulan saya sudah nonton filmnya. Jadi setuju banget kalau film itu jadi film terbaik. Apalagi dalam Academy Award itu film tersebut mendapatkan kemenangan untuk 11 kategori. Bahkan hebatnya lagi film tersebut merupakan film ketiga di dunia yang mendapatkan sampai 11 kategori, setelah film BENHUR yang mendapatkan 8 award dan TITANIC yang hanya mendapatkan 10 award.

Wah perasaan waktu berjalan cepat sekali ya. Berarti setahun lagi kamu sudah lulus SMP. Rencananya mau lanjutan ke sekolah mana? Coba dong persiapkan dari sekarang. Caranya, kamu harus sudah bisa fokus kepada kecenderungan akademismu. Kamu juga harus bisa menilai kemampuan kamu lebih baik dalam pelajaran apa. Kalau kamu kesulitan dalam menilai kemampuan diri, ga ada salahnya konsultasi kepada wali kelas atau beberapa guru yang kamu nilai bisa memberikan penilaian obyektif. Kalo Yomie dapat rangking berapa? Pasti masuk dalam 5 besar juga dong

Kamu masuk OPENG? Kayaknye nggak mungkin deh. Apalagi kamu punya sohib macam Yomie yang orangnya ga bisa nganggur. Apa aja kan bisa dia lakukan. Dan dia kan selalu dekat dengan kamu.

Tapi omong omong soal OPENG, memang paling bete kalo ga ada kegiatan. Bete di hati dan jenuh di pikiran.tapi mesti gimana? Apa harus memaksakan diri untuk aktif kalau memang kamu nggak punya kesempatan untuk aktif. Walaupun aktif dalam kegiatan sekolah itu banyak manfaatnya (paling tidak kamu bisa dikenal banyak orang dan juga diprioritaskan dalam arti positif) tapi tidak semuanya bisa memberikan hal terbaik bagi kamu. Lalu gimana? Nah untuk menjawab hal ini perlu paragrap baru. Tapi aku ambil minum dulu ya ����������������������������������������������������.. (lagi minum neeh Glegek�.glegek�.)

Tau ga berapa total jumlah murid di SMP kamu? Ha ha ha pasti ga sempet mikirin kan? Tapi itu nggak penting. Maksud ku, dari sekian banyak murid di sekolah, apakah hanya orang orang yang aktif saja yang memiliki prestasi? Nggak juga kan? Pasti ada beberapa (atau mungkin banyak juga) yang kelihatannya pasif namun sebenarnya memiliki prestasi tersendiri. Nggak mesti aktifitas itu hanya di lingkungan sekolah. Bisa saja aktifitas itu di luar sekolah. Mungkin ada teman kamu yang tidak aktif di sekolah, bahkan mungkin tidak dikenal dan tidak pernah diperhitungkan oleh guru dan teman temannya. Tetapi ternyata di lingkungan rumahnya, ia menjadi ketua remaja mesjid yang sangat diandalkan oleh orang orang di lingkungannya. Atau mungkin ada lagi teman kamu yang mempunyai prestasi di luar sekolah, seperti menjadi juara lukis, juara ngaji, juara nyanyi, atau mungkin ada juga yang menjadi penulis cerpen atau puisi di majalah majalah yang beredar di dunia ini. Bisa saja kan. Jadi kesimpulannya, kamu nggak perlu terpaku untuk aktif di sekolah. Dunia kamu bukan terbatas di lingkungan sekolah saja. Dunia kamu itu suanguat luaaaaaaaaas sekalleee. Saking luasnya, aku nggak bisa ngitung berapa km2. Lagi pula kesuksesan itu kan tidak bisa dilihat dari kondisi sekarang saja. Saat ini kamu sedang dalam masa � kalo kata istriku tercinta bilang, �the Golden Age�. masa ini adalah masa dimana seseorang berusia 0 � 18 tahun. Pada masa inilah perkembangan otak sedang dalam proses penyempurnaan dalam menerima berbagai rangsangan dari luar. Inilah masa yang tepat untuk menyerap informasi sebanyak mungkin, yang akan menjadi memori permanent (daya ingat yang ga mudah hilang). Pada masa ini sebaiknya setiap orang banyak banyak belajar, baik itu dalam aktifitas fisik, pikiran, dan spiritual. Seorang Hilman Hariwidjaya, yang saat ini merupakan penulis terkenal dalam membuat cerita remaja, adalah seorang anak yang pada masa emasnya (golden age) banyak melatih diri dalam membaca segala macam buku cerita dan juga berlatih dalam menulis. Hasilnya? Kamu tau sendiri kan? Contoh lainnya adalah J.K. Rowling, penulis novel Harry Potter yang menjadi bacaan favorit di seluruh dunia mulai dari anak berumur 9 tahun hingga kakek/nenek yang berumur 99 tahun Rowling kecil adalah seorang anak miskin yang ga pernah putus asa dalam melatih kemampuannya membaca dan menulis. Bahkan ketika kecil ia sangat gembira walau hanya sekedar membaca sekelebat informasi yang ia dapatkan dari robekan koran di pinggir jalan dekat selokan rumahnya. Itu mungkin dari dunia baca tulis. Dari dunia lainnya, seorang pemecah rekor �Guinnes Book of Record� (sayang saya lupa namanya) yaitu seorang laki laki berusia 38 tahun, yang mampu terjun bebas dari ketinggian yang tak wajar ke dalam bak yang berisi air, namun ia tidak cidera. Hal ini mampu ia lakukan karena �menurut pengakuannya � , ia mulai belajar terjun bebas sejak umur 8 tahun. Seorang pahlawan bulutangkis Indonesia, Rudi Hartono yang telah 8 kali menjuarai All England (bahkan dari 8 itu, diantaranya 7 kali berturut turut) adalah seorang anak yang keras dalam berlatih. Ia sempat hampir putus asa ketika dilatih oleh ayahnya dengan sangat disiplin. Tetapi setelah ia sadar bahwa ayahnya benar benar mendukungnya, ia terus berlatih dan hasilnya? Belum pernah ada atlit bulutangkis di dunia ini yang bisa memecahkan rekor yang pernah ia raih. Masih banyak contoh orang orang yang sukses dan ternyata kesuksesannya itu ia titi sejak kecil. Terutama pada masa golden age.

Wah jadi mencong ke mana mana nih obrolan kita.

Saat ini kamu memang belum merasakan sukses seperti orang orang yang saya cuplik di atas. Tapi sebenarnya kamu punya kemampuan untuk bisa seperti mereka atau siapa saja yang berprestasi di dunia ini. Asal kamu mau dan mampu melawan rasa tidak percaya diri saat ingin memulainya. Misalnya saja, waktu kamu mau mengirim tulisan (cerita ataupun puisi) ke salah satu majalah, pasti kamu minder, apa mungkin tulisanku layak dimuat? Iya kan Nah, aku kan pernah bilang waktu kita di Alf dulu. Untuk memulai sesuatu yang hebat memang umumnya kita grogi duluan. Tapi sebenarnya hal itu hanya terjadi sebentar saja. Dan itu adalah kondisi yang wajar terjadi pada semua orang di dunia ini. Tapi dengan keberanian untuk terus mencoba dan melakukan apa yang ingin kita lakukan, Insya Allah apa yang kita harapkan bisa kesampean.

Dulu, waktu saya belum pernah mengirimkan tulisan ke internet, rasanya ragu ragu apakah tulisan saya bakal dipublikasikan di dunia maya. Sekali dua kali aku kirim ternyata tulisan itu ga muncul muncul. Tetapi setelah aku menemukan situs yang cocok, ternyata pada saat yang tepat, saat aku kirim karya karyaku eh langsung dipublikasikan. Kini karya ku bisa dibaca di www.sarikata.com (biasa, aku pasti pake nama mataharitimoer). Kalo kamu sempet main ke warnet bersama teman, coba aja periksa, pasti karya om emte ada di sana.
Kamu kangen dengan suasana waktu di Alf?? Ya memang sih itu sekolah yang tepat untuk kamu. Tapi nggak mungkin kan kamu bisa balik lagi ke masa lalu Aku yakin orang orang yang pernah di Alf (teman teman kamu) pasti merasakan hal yang serupa denganmu. Tapi kalau aku, terus terang, ga pernah ada rasa kangen sama sekali terhadap Alf. Karena aku pikir missi ku sudah berakhir di sana dan kini aku punya missi lain di dunia yang berbeda dengan dunia pendidikan. Memang kadang pikiran terlintas sesaat tentang saat saat di Alf. Tapi hanya sekelebatan saja. Aku sama sekali nggak ingin kembali ke masa lalu. Buatku hidup ini adalah menapak masa depan. Masa lalu adalah pelajaran berharga yang mesti aku hikmahi. Dan masa kini adalah perjuangan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Aku yakin suasana di Alf yang sekarang pasti berbeda dengan suasana kita dulu. Coba aja tanya sama orang orang yang saat ini masih di Alf, entah itu murid murid ataupun guru gurunya. Aku yakin sangat berubah. Saat ini Alf bukanlah Alf yang dulu, saat aku masih ada di sana. Memang dari sisi fisik kondisi Alf pasti lebih baik. Tetapi hal itu belum berarti lebih baik dari sisi non fisik seperti suasana, kegembiraan, keseriusan, keceriaan, kebersamaan, dan segala hal yang memuaskan hati dan pikiran.

Mungkinkah suasana di Alf yang dulu dapat kamu rasakan di sekolah kamu yang sekarang? Pertanyaan itu tidak ada jawabannya. Karena kalau memang suasana itu betul betul ingin terwujud kembali, berarti kita semua (yang pernah ngumpul di Alf pada masa kamu) harus bertemu lagi dunk He he he kamu puzzink ya Oke oke ga usah dipikirin tentang alf itu. Sekarang lebih baik kamu mikirin lingkungan kamu yang lebih realistis. Bahwa saat ini kamu berhadapan dengan lingkungan sekolah yang berbeda, teman teman yang berbeda yang umumnya lebih egois, dan guru guru yang berbeda. Itu adalah tantangan kamu. Dan missi kamu adalah : Bagaimana tetap fokus terhadap kemampuan kamu, baik dari sisi akademis maupun spiritual. Itu adalah missi kamu. Dan ingat saat ini kamu dan teman teman seusiamu sedang dalam masa golden age. (makanya kamu susah ngelupain nostalgia Alf. Karena saat di Alf kamu sedang masa awal golden age, jadi memori kamu lebih kuat mengingatnya). Yah, Alf bagiku hanyalah kenangan yang tak terlupakan namun harus tetap ditinggalkan. Kamu mau tau kenapa suasana di Alf dulu begitu menyenangkan? Apa rahasianya? Jawabannya cari sendiri aja ya Atau diskusiin aja sama orang orang yang pernah di Alf. Tapi ini bukan tugas yang harus dikumpulkan dalam 30 menit lho

Tapi Ci, suatu saat kamu bakal menemukan suasana yang lebih baik atau mungkin sebanding dengan kenangan di Alf. Tapi aku juga ngga tau kapan hal itu terjadi. Bisa jadi saat kamu SMA, kuliah, atau mungkin saat kamu kerja atau sudah menjadi seorang profesional. Aku yakin akan ada suasana terbaik yang kita dapatkan dalam hidup kita. Dan hal itu lebih dari sekali terjadinya. Buat kamu pertama kali itu terjadi di Alf. Dan selanjutnya, kamu jalani saja terus hidup ini. Insya Allah suasana yang kamu idam idamkan terwujud tanpa kamu sadari nanti. I hope you�ll be fine every time

Ci, kalo ketemu pak Didin salam hormat ya. Aku ngga sempat datang saat resepsi pernikahannya. Banyak hal yang membuat aku tidak bisa datang saat itu. Tapi hal itu tak membuat aku lupa untuk mendoakan agar pak Didin sukses dalam menjalin mahligai rumah tangga bersama istrinya. Sepertinya aku memang sulit untuk menginjak wilayah rawa aren lagi. Inginnya sih aku dan keluargaku ga mau balik balik lagi ke lingkungan Alf. Mungkin satu saat kamu bakal mengerti mengapa hal ini terjadi dan mengapa hal ini begitu membuat aku tak mau kembali ke lingkungan Alf. Satu saat kamu pasti bisa mengerti. Jangan lupa salam untuk pak Didin dan pak Nana, (juga teman temanku lainnya di Alf).

Wassalam [Salam juga untuk Ibu, Bapak, dan adik adik dari pak Prass, bu Harti, Abiy, dan Kin Kin]

========================================
Pengirim : mataharitimoer
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone