Tamparan memang sangat menyakitkan, karena kita tidak tahu maksud dan tujuan Si penampar.
Kita seringalah memahaminya ahirnya semua tamparan kita nilai sesuatu yang menyakitkan dan menghancurkan, tanpa menyimak, memahami, dan mengambil hikmah dari tamparan itu.
mungkin tamparan itu terjadi karena ahir dari sebuah proses yang panjang, negosiasi, nasehat, kritik halus, saran dan teguran yang tak pernah kita terima atau yang kita abaikan.

Tamparan itu ternyata sebuah paket yang sangat lengkap yang isinya terdiri dari saran, petuah, nasehat teguran, cinta, kasih sayang, emosi, yang dibungkus dan diberikan kepada kita secara bersamaan .

seorang ayah tlah menampar anaknya yang terliba penjualan NARKOBA, karena sangat menyanginya, ahirnya sang Ayah harus memberikan sebuah tamparan kepada anaknya.

Tamparan bukan hanya secara fisik, Tamparan bukan berarti sebuah layangan tangan keras yang mendarat di pipi, seperti tuhan telah menampar hambanya yang telah terlibat sindikat NARKOBA itu dengan cara dia harus ditangkap Polisi diproses dan ahirnya Dia sadar dan menemukan jalan hidupnya, dia telah ditampar tuhan dengan cara ditangkap oleh polisi supaya dia tahu dan menyadari semua kesalahannya dan segera memperbaikinya.

Seseorang telah diberi sakit ketika Ia tidak lagi menghargai kesehatanya, kita bangkrut, kita gagal ketika kita tidak bisa menghargai kesuksesan. Tamparan adalah pengingat agar kita jangan terlena agar kita menyadari kekurangan kita, agar kita tidak bertindak suka suka, agar kita selalu berusaha selalu membuat yang terbaik buat kita.

dan Tamparan itu ternyata tidak menyakitkan kalau kita memahami maksud dan tujuanya.

========================================
Pengirim : dede heri wahyudi
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone