Apakah Anda kini telah siap menerima BONUS untuk apa yang telah Anda
lakukan setiap hari? Bila ya mari kita mulai

Anda bersama pacar baru saja menonton film terbaru yang sangat mengesankan: Harry Potter . Dalam perjalanan pulang, Anda berdua mampir ke sebuah rumah makan untuk bersantap malam. Masakan di restoran tersebut ternyata luar biasa nikmatnya, sehingga Anda semakin berbunga bunga di akhir pekan itu.

Ketika masuk kerja, Anda ngobrol tentang suasana akhir pekan tadi kepada teman sekantor. Anda bercerita dengan berapi api mulai dari betapa bagusnya film yang Anda tonton hingga soal makan malam yang kelezatannya sulit diungkapkan dengan kata kata. Teman Anda, sebut saja Anton, amat tertarik dengan cerita Anda sampai ia tidak sabar untuk segera menonton Harry Potter bersama seluruh keluarganya.

Ketika akhir pekan berikutnya tiba, Anton bersama istri dan ketiga anaknya sungguh termotivasi untuk pergi menorton film yang Anda ceritakan. Anton sekeluarga tidak hanya membeli karcis masuk tapi juga memesan makanan dan minuman untuk cemilan. Secara keseluruhan Anton mengeluarkan biaya untuk karcis serta makanan dan minuman cemilan sebesar Rp. 224.000,

Sehabis nonton, Anton merasa lapar dan mereka memutuskan untuk makan malam bersama. Teringat akan pengalaman Anda, Anton pun terinspirasi untuk mencicipi hidangan yang Anda ceritakan. Anda telah merekomendasikan film yang bagus, siapa tahu restoran itu juga memuaskan, pikir Anton. Di restoran tersebut, mereka memesan dan menikmati masakan dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp. 577.000,

Keesokkan harinya Anton berterima kasih kepada Anda karena telah mempromosikan film yang bagus dan masakan yang enak. Bahkan dalam hati Anton berpikir bahwa setiap orang semestinya menonton film tersebut.

Dari cerita diatas kita bisa melakukan analisa: karena Anda, pihak bioskop mendapat pemasukan Rp 224.000 dan restoran mendapat Rp 577.000. Belum lagi bila Anton bercerita kepada teman temannya yang lain, jumlah pemasukan bagi boskop dan restoran itu kemungkinan akan bertambah pula. Pemilik bioskop dan restoran menyadari bahwa Anda telah mendatangkan penghasilan bagi mereka, sehingga mereka mengirimkan tanda terima kasih untuk Anda.

Kata pemilik bioskop: “Terima kasih, Anda telah mempromosikan Harry Potter III. Maka Anda berhak atas Bonus Referensi senilai 10% yaitu : Rp.224.000 x 10 % = Rp. 22.400,

Pemilik restoran pun berkata: “Terima kasih, Anda telah mempromosikan bisnis kami kepada Anton dan keluarganya. Maka Anda berhak atas Bonus Referensi 10% yaitu : Rp.577.000 x 10 % = Rp. 57.700

Belajar dari ilustrasi diatas, Anda pasti sering merekomendasikan sebuah film yang bagus atau rumah makan yang Anda sukai kepada teman atau keluarga Anda, sehingga mereka menjadi pelanggan baru bagi kedua tempat itu. Belum lagi bila mereka merekomendasikan kepada teman teman dan kerabat yang lain.

Peristiwa sampai pemilik bioskop dan rumah makan mendapatkan bisnis dan keuntungan tanpa harus mengeluarkan biaya iklan, sebetulnya berkat ANDA

Pertanyaannya, kapan terakhir kali Anda mendapatkan “BONUS Referensi” seperti cerita di atas?

Jawabnya: TIDAK PERNAH dan TIDAK AKAN Kenapa? Bukankah Anda telah mempromosikan kedua tempat bisnis tersebut? Bukankah Anda artinya berhak atas sebagan dari keuntungan kedua bisnis tersebut?

Seharusnya memang begitu. Tapi kabar buruknya, memang kita tidak akan pernah mendapatkan apa pun dengan merekomendasikannya kepada teman teman atau keluarga kita kecuali kalau Anda merekomendasikan bisnis Network Marketing atau Multi Level Marketing (MLM). Network Marketing (dalam hal ini MLM) yang konsepnya sederhana tapi masih kurang dimengerti oleh masyarakat umum adalah suatu jalur distribusi dimana suatu barang atau jasa bisa langsung dinikmati oleh konsumen akhir. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan MLM menggunakan metoda distribusi yang paling efisien dan efektif, yaitu para konsumen yang memakai produk mereka.

Bila Anda melihat sebuah iklan shampoo, dimana seorang gadis dengan rambut panjang yang halus berkilau mempromosikan produk tersebut, apakah Anda percaya bahwa bintang iklan itu menggunakan shampoo yang diprrosikannya? Ataukah bintang iklan tersebut terpilih karena sudah lebih dulu memiliki rambut yang bagus (plus, trik kamera) ?

KESIMPULAN :
Dari cerita diatas dapat kita simpulkan bahwa kita setiap hari telah melakukan kegiatan MLM tanpa disadari yakni mempromosikan suatu produk tanpa dibayar.

Banyak uang dan waktu adalah dua hal yang sulit didapatkan dari pekerjaan kantoran/bisnis konvensional lainnya.

Diakhir tulisan ini, perkenankan saya menulis kata bijak baha di kehidupan ini ada 2 golongan :
. GOLONGAN 10 % yaitu : Golongan yang mau menjadi bukti
. GOLONGAN 90 % yaitu : Golongan yang hanya menunggu bukti

Itulah sebabnya mengapa di kehidupan ini hanya sedikit sekali orang yang sukses, karena hanya 10% yang mau menjadi bukti.

Keputusan Anda adalah Masa Depan Finansial Anda

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone