Pamor jamu kembali berkibar seiring dicanangkannya gerakan Back to Nature (Kembali ke Alam) obat asli Indonesia. Sayangnya, mungkin kelewat bersemangat, khasiat jamu sering dilebih lebihkan. Nah, agar tidak menyesal di belakang hari, konsumen jamu perlu mencermati tip berikut.

1. Ada Registrasi

Perhatikan apakah dalam kemasannya terdapat nomor registrasi. Nomor registrasi yang benar untuk jamu produksi dalam negeri (bukan impor) ditandai dengan Dep. Kes. RI No. TR xxxxxxxxx (9 digit).

Nomor pendaftaran ini merupakan syarat mutlak legalitas suatu produk jamu. Dengan adanya nomor registrasi tersebut, berarti jamu telah didaftarkan, diperiksa, dan disahkan oleh Departemen Kesehatan, dalam hal ini Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) untuk dikonsumsi.

Ingat, jangan tertipu dengan angka angka atau kode kode lain yang mirip, seperti NPWP, SIUP, atau TDP.

2. Hindari Jamu Segala Penyakit

Hindari mengonsumsi jamu sapu jagat, yaitu golongan jamu yang diklaim bisa melawan segala jenis penyakit. Secara logis, bagaimana mungkin satu macam jamu (meskipun komposisinya majemuk) dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit sekaligus? Apalagi, penyakit penyakit berat seperti diabetes, darah tinggi, liver, jantung, dsb.

3. Cermati Kandungannya

Sempatkan mencermati jamu yang hendak Anda minum, terutama jamu yang berbentuk serbuk. Jamu haruslah berasal dari alam tanpa campuran bahan sintetis, apalagi bahan kimia obat. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi efek samping yang mungkin timbul. Bila bahan obat ini dicampurkan dalam jamu, tentu saja sangat sukar mengetahui dosis yang terkandung dalam setiap bungkusnya.

4. Hindari Ketergantungan

Hindari ketergantungan minum jamu. Bukan berarti tidak boleh meminum jamu secara teratur. Tetapi, bila badan Anda telah merasa enak dan bugar, tidak perlu terus menerus meminumnya.

5. Bila Ada Efek Samping

Hentikan pemakaian jamu jika terasa ada efek samping yang timbul, misalnya gatal gatal, kulit menjadi merah, mengantuk terus menerus, tidak enak badan, demam, sakit kepala, dsb. Efek sampingan ini jarang terjadi bila kita mengonsumsi jamu yang benar benar mengandung bahan alam dan bebas dari cemaran obat. Jadi, kalau itu terjadi kemungkinan ada bahan campuran kimia yang sesungguhnya dilarang.

========================================
Pengirim : wilga
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone