Sejak aku membunuh kenangan, ada yang mengatakan aku akan membunuh kehidupan. Tidaklah demikian. Hidup tanpa kenangan berarti berenang renang di lautan waktu obyektif. Dengan kekar tangan tangan memegang rembulan dan matahari. Tiada malam tiada siang, karena telah kuhancurkan semuanya. Dengan remuknya matahari dan rembulan maka bertaburan kunang kunang di setiap sudut pandang. Itulah keabadian. Malam dan siang tiada, maka tiada kemarin, tiada masa yang akan datang. Masa kini pun tiada karena yang ada adalah “ini hidup”. Siapa tidak merindukan itu. Aku adalah yang sama. Tapi yang sama tetap akan dirindu agar ada yang baru. Surgaku adalah kesendirian dalam keabadian tanpa malam dan siang. Saat itu tiada duka, duka adalah kelahiran janin dari gelap dan terang. Camkan dunia tanpa terang dan gelap Jangan lalu mengigau yang ada adalah kegelapan. Yang ada adalah keabadian terang. Kegelapan adalah terang yang belum sempurna. Kesempurnaan dan keabadian tanpa mengenal sekepak kegelapan. Keabadian sejati adalah bersama matahari matahari yang memancar dari berpenjuru penjuru. Tiada mengenal perjalanan hidup, bukan berenang melainkan berenang renang…….

Sungai Rhein, 060304

========================================
Pengirim : gendhotwukir
========================================

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *