Suatu kali kali seorang ayah dari keluarga yang sangat kaya mengajak puteranya berjalan jalan ke luar kota. Dia ingin menunjukkan padanya betapa mungkinnya kemiskinan menimpa sekelompok orang. Mereka tinggal beberapa hari dalam sebuah peternakan milik keluarga yang sangat miskin. Saat mereka pulang kembali ke rumah, sang ayah bertanya kepada puteranya: “Bagaimana perjalanan kita tadi?”
“Menyenangkan, Ayah.”
“Dapatkah kamu melihat betapa orang bisa menjadi miskin?”
“Ya ayah.”
“Jadi, apa yang kamu peroleh dari perjalanan itu?”

Sang anak menjawab : “Aku menyadari bahwa kita memiliki seekor anjing, dan mereka
mempunyai empat ekor. Kita memiliki sebuah kolam yang panjangnya sampai ke tengah
lapangan, dan mereka mempunyai sebuah sungai kecil tanpa ujung. Pada malam hari kita memasang lampu buatan, dan mereka mengandalkan bintang bintang. Kita membeli makanan kita, tapi mereka menanamnya sendiri. Kita dilindungi oleh tembok sekeliling kita untuk melindungi kita, tapi mereka memiliki teman teman untuk menjaga mereka.”
Kemudian dia menambahkan : “Terima kasih Ayah, karena kau telah menunjukkan padaku betapa miskinnya kita ”

Terkadang kita lupa .. bahwa apa yang kita miliki lebih baik dari apa yang orang lain punyai ….. karena kita terbiasa melihat ke atas .. dan lupa untuk menunduk ke bawah …

Malang 021204 :: memang sudah nasib ::

========================================
Pengirim : loper
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone