U dara pagi di kota kelahiranku, di lereng gunung Gede terasa dingin menggigit
T erasa sejuknya udara seolah menembus dinding kamar tidurku
U sahaku dan pikiranku terpusat untuk menarik selimut dan melanjutkan tidur
K etika itu lah ,lagi lagi dan setiap pagi , kudengar pintu dibuka dengan keras�brak �
M uncul bayangan tubuh bunda, berkacak pinggang dan meraung raung �Bangun, Nak Bangun �
U dara di dalam kamarku dan tubuhku mendadak menjadi agak menghangat
I nilah manusia yang paling kubenci saat bangun pagi dihari hari sekolah
B erat kaki ini melangkah ke kamar mandi berlantai ubin hitam
U luran tangan Bunda mengantarku ke jamban ��Mandi ya Nak�

U ap air panas dari ember besi tua menyambut langkah kakiku di jamban dingin
N uansa kasih ibu mulai terasa merasuk sanubariku
T api tak penuh, karena raungan bunda masih mengikuti �yang bersih mandinya ya Nak �
U ntuk udara gunung sedingin itu dengan fajar yang masih jauh di balik ufuk timur
K ata kata indah dan lembut bunda serasa raungan yang nyaring dan menyakitkan
M auku adalah bunda jangan berteriak ,meraung apalagi membangunkanku. Itu mauku
U ntaian kata dan kasihnya di setiap pagi yang dingin itu tak membuat hatiku senang
I ngin rasanya membungkam mulut bunda di setiap pagi hari yang dingin.
B etapa tidak
U dara dingin, kantuk dan rasa malas, membuat apapun ucapan bunda jadi tak bermakna bagiku

U ngkapan kasih, raungan di pagi hari telah berlalu tiga puluh tahun yang lalu
N ostalgia indah bersama bunda di pagi dingin selama bertahun tahun lalu terasa indah
T eriakan lembutnya� bujukannya�.dorongan semangatnya yang dahulu seperti dengusan liar
U ntukku sekarang terdengar seindah lagu klasik rock �Stair way to heaven� dari Led Zeppelin
K emurnian dan keabadian kasihnya tak memudar dan tak berkurang
M embiarkan aku untuk memiliki semua kenangan indah di pagi hari sebelum berangkat sekolah
U ntukku bunda memasak air mandiku, mempersiapkan sarapanku, menyiapkan baju seragamku
I ngin rasanya mengulang saat saat itu, saat aku membenci udara dingin dan raungan itu
B ukan untuk merasakan kebencian�. tetapi untuk menikmati kebersamaan dengan bunda
U ntukku bunda berbuat� kasihnya….�bagai sang surya menyinari dunia�

========================================
Pengirim : Marina J. Loing
========================================

Ayo di share di ...Share on Facebook0Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone