Kumpulan Cerita Cerpen Berbahasa Indonesia
Ketika Mas Gagal Pergi
Ku buka lagi..lembaran lembaran harian yang sering menemani sepinya hari, dan hidup.sekedar pelepas..rasa kangen, rindu dan kadang lebih sering rasa kecewa yang semakin hari menghimpit didada..karena pencaharian Frankfurt Jakarta 2004 Udara dingin di bulan Februari begitu [Baca Cerita Selanjutnya]
Evolusi
Sampai pada ujung jalan memasuki terminal bis kota ku, Berjalanlah sekitar 20 meter ke arah kiri, anda akan menemukan satu pedagang rujak. Seperti yang kulakukan sore itu ketika aku baru kembali tiba di kota ku. Read more on Evolusi… [Baca Cerita Selanjutnya]
Surat buat Inul Daratista.
Inul yang baik, Semoga dirimu bersama keluarga sehat walafiat selalu di rumah yang baru. Selamat Hari Ulang Tahun yang baru berlalu. 2004, the year of the monkey kata orang Hong Kong. Read more on Surat buat Inul Daratista…. [Baca Cerita Selanjutnya]
Bulan pun tersenyum
Diujung senja saat sang surya tenggelam di ufuk barat, aku melihat langit merah merona. Kutatap langit tanpa beranjak dari tempatku berdiri, “Aku ingin menikmati karyaMu Tuhan” gumamku. Tak terasa senjapun telah berlalu, “Ya Tuhan, mengapa hanya sekejap [Baca Cerita Selanjutnya]
Pesan Kematian
“Jikalau nyawaku terbawa desing pedang atau desau mesiu para pecandu angkara, kumohon semayamkanlah jasadku di selangkang tebing gunung (carilah yang letaknya tidak jauh dari eyrie eyrie) dengan siraman airmata burung burung. Tertanda, Sangaji Taparaga melipat kembali [Baca Cerita Selanjutnya]
Bosan
Dia sebentar sebentar mondar mandir lalu duduk dan termenung. Diambilnya sebatang rokok dari saku celana yang sudah lusuh lalu diselipkan dikedua bibirnya yang menghitam. “Cress…” rokok dinyalakan lalu dihisapnya dalam dalam seakan akan enggan untuk [Baca Cerita Selanjutnya]
Banyuwangi dan Gilimanuk
Banyuwangi tanah Blambangan, ujung Jawa Timur perlahan jadi tenggelam di ufuk senja. Gilimanuk pelabuhan menunggu kian mendekat. Tak terasa sesuatu berakhir. Tinggal kenangan yang nanti jadi terlupa atau samar bayangan. Kau lahir dibesarkan, sekolah tamat dan pergi jauh [Baca Cerita Selanjutnya]
Hidupku
Malam bulan purnama pada tanggal 09 Mei 1983, pada jam 21.00 WIB lahir seorang bayi perempuan bernama Senja Wulan Sari dari pasangan suami istri bernama Kardi Supardi dan Nining Yuningsih. Alhamdulillah aku hidup di tengah tengah keluarga yang cukup, aku mendapat pendidikan [Baca Cerita Selanjutnya]
Roti Daging Untuk Asih
Ratmi mengitari gedung restoran siap saji yang menjual makanan asing itu, mencari cari tempat yang strategis untuk mengamati ke dalam dari tempatnya berdiri. “Mana yah satpam tadi…”. gumam Ratmi pada diri sendiri, memegangi teralis pagar yang memisahkan [Baca Cerita Selanjutnya]
Khayalan Sesaat
Cuaca terlihat mendung, angin tertiup lambai, rintik tetesan air hujan jarang jarang kulihat basahi tepian jalan, kembang kembang terliat mekar, kicauan burung sore terdengar merdu… duhh indah, damai, aku rasa sore ini. seakan mereka mengerti apa yang ada dalam angan [Baca Cerita Selanjutnya]
Buah Keisenganku
Kucermati setiap sudut ruangan yang ada di kelas 2A di kampusku.Kuingat aku sedang mempelajari matakuliah Carier Management. Mataku tertuju pada meja bangku yang kududuki, saat itu tersirat dibenakku untuk iseng menulis dua baris kalimat yang tak kurencanakan [Baca Cerita Selanjutnya]
Sisi manusia
ditengah dingin malam berteman hujan. aku mendengar tangis kawanku lirih hampir tak terhiraukan. dia bercerita “semasa orang tua jaya dalam masa kerjanya,semua kebutuhanku terpenuhi bahakan lebih,tak ada kamus pribadi berbicara tentang larangan. Read more on Sisi [Baca Cerita Selanjutnya]
Sepinya telaga sepi
Bersama jeritan hati kumananti berakhirnya malam dengan pertanyaan yang tak pernah dapat kujawab.Dan esok tetap sama,…tak ada yang berubah.Begitu tenang,..begitu datar. Sementara waktu yang berputar tak pernah dapat kutahan lajunya. Dan aku tetap terlingkuh oleh [Baca Cerita Selanjutnya]
Cinta itu Hanya MilikMu
Tak seperti biasanya, rumah berdinding papan, beratap seng di Jalan Kom Yos Soedarso No 18 C itu sepi. Tak terdengar suara mesin jahit yang dikayuh dengan kaki. Pun, tak terdengar dendang lagu Rani milik Sheila on 7 yang keluar dari tape kaset merek Sony yang biasa kudengar [Baca Cerita Selanjutnya]
Mencintai sampai disakiti
Keteguhan hati wanita itu bulat : berpisah Hari itu, ketika Shanty tahu perkawinan itu ternyata pahit. Bukan hikayat 1001 malam yg terus gemerlap mempesona. Ia harus berpisah , meski cinta atas suaminya membara di hatinya. Read more on Mencintai sampai disakiti… [Baca Cerita Selanjutnya]
Semalam di Semarang
Ku langkahkan kakiku menuju pintu keluar stasiun tawang. Aku bingung, harus kemana mencari hotel. Dikota ini aku tak kenal siapa pun Hanya seorang teman yang baru aku kenal lewat internet. Dia bernama mas Arman. Hati kecilku bertanya apakah mas arman mau menjemputku? Orang [Baca Cerita Selanjutnya]
Maling itu Boleh
Aku berasal dari sebuah kampung di pinggir suatu kota yang tak pernah disambangi salju satu kali pun. Kampungku pun tak pernah dilanda banjir satu kali pun. Yang selalu ada ialah kemarau di hati kami. Serius. Kalau kau hendak menanyakan apa nama kampungku, mudah. Asli [Baca Cerita Selanjutnya]
Oleh oleh dari Kampung
“Kok kini kamu nggak berminat lagi pada politik, Noy?” tanya Oji suatu hari. “Bosan, Ji. Bikin pengen muntah saja Politik sudah banyak peminat, penikmat, pengamat dan pengkhianatnya,” jawabku santai. “Itu itu melulu. Omong kosong doang.” Read more on Oleh oleh [Baca Cerita Selanjutnya]
Selalu Ada yang bisa Memetik Buah
Bulan binar menatap bumi nanar, tak jua berhasil menembus hadangan rerimbunan pohon peneduh tepi jalan raya lintas kota itu. Lampu penerang di pinggir jalan sudah lama tidak berfungsi, lantaran sering dijadikan sasaran uji kejituan oleh anak anak kecil yang sering bermain [Baca Cerita Selanjutnya]
Ding dong
Rumah aziz tidak jauh dari gedung bioskop Mitra. Pada ruang depan gedung bioskop tersebut terdapat sebuah permainan bernama Ding Dong. Setiap berangkat dan pulang dari sekolah, Aziz bersama teman temannya pasti melewati gedung itu. Banyak di antara teman temannya, setelah [Baca Cerita Selanjutnya]

