Kumpulan Cerita Cerpen Berbahasa Indonesia
Perasaan Tak Bisa Berbohong
?Wan, pinjam novel yang kemaren dong?, kata Luna siang itu di depan kelasku. Aku menoleh. ?Boleh, ambil aja di tasku?. Aku dan Luna berteman selama lebih dari 3 tahun. Aku sangat tau perangainya dan sebaliknya. Kualihkan pandanganku ke sosok imut di belakang Luna. Ada [Baca Cerita Selanjutnya]
Visi Tiada Akhir
Kami akan berkumpul di sebuah mushalla. Aku dan Rijal berangkat bersama ke sana. Kehadiranku di sana karena memenuhi undangan dari seorang teman, Budi. Dia punya rencana agar memasuki tahun baru, ada baiknya dimulai dengan kegiatan yang bermanfaat lahir batih, yaitu [Baca Cerita Selanjutnya]
Swadialog : Tabir Cahaya
Ini adalah awal kepulanganku pada jalan Tuhan. Setahun lebih aku keluar dari lintasan. Meninggalkan hampir semua keharusan yang mesti aku lakukan pada jalan Tuhan. Semua itu kulakukan dengan sadar, bahwa aku memang mengambil keputusan ini : meninggalkan jalan yang benar. [Baca Cerita Selanjutnya]
Apa yang Kau Lihat
Gadis manis yang telah matang, dialah Nanda, masih suka tersenyum di kedinginan senja ketika Putra kekasihnya menyelesaikan beberapa helai daun pada kegenitan jarinya. Senja menjelang maghrib, taman kota terlihat mengantuk, tapi mereka berdua tak juga bergeming dari [Baca Cerita Selanjutnya]
Malam Sabtu Ketangkap Polisi
Kisah ini tak akan ku muat bila malam itu tak terjadi sesuatu yang membuat kamu kegelian bila mengingatnya…..Setidaknya dengan cara ini,mungkin akan ku ceritakan bagaimana dan kenapa bisa malam itu terjadi….hingga suasana yang dingin menjadi hangat di susul [Baca Cerita Selanjutnya]
Ultah tanpa person yang bersangkutan
January 15 2003 Pesta ultah tanpa person yang bersangkutan Pada suatu hari aku bermimpi, bayanganmu hadir seolah olah membangunkanku dari tidur yang begitu nyenyak. Betapa terkejutnya aku karena kau yang selama ini kunanti dalam setiap mimipiku. Sejenak kurenungkan [Baca Cerita Selanjutnya]
Ragu Mati
Teman, hari sudah malam saat kutulis surat ini. Bulan tiada juga bintang bintang di langit sana. Tak ada gairah apapun. Entah aku harus berbuat apa selain malas malasan dan iseng belaka. Read more on Ragu Mati… [Baca Cerita Selanjutnya]
Aku tak bisa menulis hal lain kecuali ini
malam ini aku belum juga bisa tidur. setiap hari masalah ini kurasakan. semakin aku tenggelam dalam genangan permasalahan hidup yang tak pernah terserap ke bumi yang begitu kering. padahal matahari begitu panas meradang. Read more on Aku tak bisa menulis hal lain kecuali [Baca Cerita Selanjutnya]
Kenangan Bersama Bunda 1
Saat kuingat masa laluku bersama ibunda tercinta, di sudut sebuah desa yang sunyi. Dengan perjuangannya yang tiada batas, saya bersama 4 orang kakak dan satu orang adik di tempa dengan serba kekurangan karena sejak meninggalnya ayahanda. Read more on Kenangan Bersama Bunda [Baca Cerita Selanjutnya]
Impromptu
.. pkl. 00.35 … namaku verdana shiva.. apa maksudnya, artinya, tanya saja pada kedua orang tuaku. pernah suatu waktu, usiaku sekitar sepuluh tahun, pertanyaan itu meresahkanku.. tiga hari tak cukup buatku puas dan tak ada jawaban yang benar benar pas buat sekedar [Baca Cerita Selanjutnya]
Lambaian Sang Lilin
Kucoba Pejamkan mata malam ini Kuraih semua mimpi yang ada dihati Terpejamlah, dan terpejamlah wahai otak…..yang lelah sejak pagi Otak Marah pada hati, Kenapa kamu bisa memepengaruhi aku wahai hati hati menjawab inilah Cinta Senjati wahai otak Akhirnya Sang Otak [Baca Cerita Selanjutnya]
Anak Kabayan
Si Kabayan terihat mondar – mandir di kamarnya. Sedangkan Si Iteung berbaring di kasur. Bulan Juli 2002 ini usia kandungan dalam perut Si Iteung menginjak 7 bulan. Itu berarti 2 bulan kemudian anak Kabayan akan lahir. Read more on Anak Kabayan… [Baca Cerita Selanjutnya]
Kabayan Jadi Artis
“Kabayan.� Teriak Si Iteung. Kamu lihat kehidupan artis – artis, mereka kaya – raya, borjuis. Rumah mereka luas seperti istana, mobilnya banyak, sampai – sampai garasi mereka saja jauh lebih luas daripada luas tanah dan bangunan kita. Kamu [Baca Cerita Selanjutnya]
Sosok Ayah
04.35 ?.. 6 September 2003 Pagi ini udara begitu dingin menusuk tulang, pun di dalam kereta ini. Mutiara Selatan berlahan mengurangi kecepatan. Stasiun Madiun telah menyambut tenang. Para penumpang yang akan turun bergegas beranjak dari tempat duduknya, menepi ke dekat [Baca Cerita Selanjutnya]
Tulang Rusuk
Ella : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa? Rudi : Kamu dong Ella : Menurut kamu aku ini siapa? Rudi : (berpikir sejenak lalu menatap ella dengan pasti)kamu tulang rusukku Read more on Tulang Rusuk… [Baca Cerita Selanjutnya]
Indonesia Kemarin
Kemarin di Indonesia Kemarin aku tak bisa menahan tawa ketika mendengar diskusi menarik dua orang politisi di televisi. Mereka mereka saling menjatuhkan satu sama lainnya untuk menarik simpati pemirsa. Dua duanya saling memberikan bukti bukti tentang ketidak etisan lawan [Baca Cerita Selanjutnya]
Hasrat
Keinginan itu muncul lagi—walau sudah kucoba untuk menguburnya dalam dalam. Tapi, ia rupanya tak mudah menyerah, kali ini. Tiba tiba saja ia datang mengahmpiri benakku. Begitu lama ia menari di pikiranku. Memaksa aku agar menuruti keinginannya. Ia begitu lincah [Baca Cerita Selanjutnya]
Tebakan Daeng
Daeng dan Jomroon adalah dua bersaudara yangtinggal di sebuah desa di pinggir sungai Chao Phya, dekat kota Bangkok. Keduanya menuntut ilmu di sekolah yang sama. Guru mereka sama pula. Setamat belajar mereka pun pergi ke Bangkok mencari pekerjaan. Dalam perjalanan mereka [Baca Cerita Selanjutnya]
Putri Ampai Ani
Ada seorang penggembala kehilangan kerbau. Ketika ia menggiring kerbau kerbaunya ke kandang, ternyata kurang seekor. Kerbau yang hilang itu betina, dan bertanduk bengkok. Karena takut dimarahi majikannya ia lalu pergi mencarinya. Read more on Putri Ampai Ani… [Baca Cerita Selanjutnya]
Jet Coaster
Hari Minggu sore kupergunakan untuk berjalan jalan ke Taman Ria. Letaknya tidak jauh dari Senayan yang terkenal itu. Aku akan mencoba “kereta kilat” atau jet coaster yang ada di sana. Aku sudah bertekad bulat. Kalian heran, bukan? Naik kereta saja pakai bertekad [Baca Cerita Selanjutnya]

