Kumpulan Cerita Cerpen Berbahasa Indonesia
Naluri Ibu
Ipung, adalah nama kucing Yani yang masih bayi. Ia terpaksa dipisahkan dari ibunya, karena Yani merengek ingin memiliki kucing. Maka ditukarlah Ipung dari keluarga paman yani dengan anak anjing Piup. dannbsp;Piup, sudah dua kali menjadi ibu. Anaknya sekarang masih ada dua [Baca Cerita Selanjutnya]
Nining dan Retno
Nining keluar dari rumahnya dengan wajah muram. Ia baru saja mendapat marah dari ibunya. Soalnya sepele saja. Ia lupa lagi pada janiinya untuk memperbaiki bajunya yang lepas jahitannya. dannbsp;Nining seolah olah mendengar kembali berbagai perkataan yang baru saja keluar [Baca Cerita Selanjutnya]
Padang Garam
“Kita sudah sampai ” Pemberitahuan yang mendengung di dalam helmet telah menarikku ke luar dari lamunan panjang. Kubiarkarkan terlebih dulu anggotaku melompat turun dari APC (armoured personnel carrier). Setelah perjalanan panjang hampir selama 6 jam dalam [Baca Cerita Selanjutnya]
Pengarang Manhad
Sudah berjam jam pengarang Manhad duduk di depan komputer. Tapi sungguh, tak ada satu cerita pun yang berhasil ditulisnya. Keterlaluan, desisnya. Masak seorang tukang cerita seperti aku tidak bisa menulis? Sontoloyo. Read more on Pengarang Manhad… [Baca Cerita Selanjutnya]
Jarum Setan
“Jangan biarkan tanganmu menganggur, sebab setan bisa memperalatnya untuk melakukan kejahatan,” demikian nasihat Ny. Gibson kepada anak anaknya. Bagi si kecil Alice, nasihat itu sangat tepat. Alice memiliki tabiat aneh sehingga setiap saat perlu diingatkan. [Baca Cerita Selanjutnya]
Mengapa Terjadi
Dua tahun adalah waktu yang cukup panjang bagiku untuk melupakan sosok seseorang…tak mudah untuk melupakan dan untuk di lupakan,bagiku tak ada niat sedikitku untuk melupakan sosok seseorang itu dalam hatiku..begitu banyak kisah dan cinta yang ku lalui bersamanya. [Baca Cerita Selanjutnya]
Jangan Katakan Dia Tak Bisa
Untuk pertama kalinya sejak empat tahun yang lalu aku menginjakkan kaki di Bumi Tegalboto, julukan khas mantan kampusku tercinta. Di sana sini sudah banyak perubahan yang terjadi. Tak salah kiranya aku nyatakan bahwa Pak Kabul telah berhasil membenahi Universitas ini. [Baca Cerita Selanjutnya]
Ksatria Hitam
Pedangnya terhunus, darah menetes dari ujung pedangnya. Nafasnya menggebu sekeras detakkan jantungnya, matanya nanar melihat sosok dihadapannya. Siapa dia? Wajahnya tertutup topeng zirah seperti miliknya, bergerak secepat dirinya, menyerang seganas dirinya. Read more on [Baca Cerita Selanjutnya]
Kulminasi Bag IV
Pelan pelan Surya membuka kelopak matanya. “Sudah sadar.� Surya menoleh ke arah suara tadi. dilihatnya seorang laki laki sedang tersenyum ke arahnya. Senyum yang entah bermakna apa. Betapa tidak ada pikiran seperti itu di benak Surya, laki laki [Baca Cerita Selanjutnya]
Monolog sang Pencinta
O, tidak, tidak. Jangan salah. Aku bukan mereka. Aku bukan pembunuh seperti yang kalian cari cari itu walau sejarah banyak menceritakan pujangga dan seniman seperti Heichi kebanyakan jatuh dalam kegelapan dengan mengenaskan, atau membunuh jiwanya sendiri. Read more on [Baca Cerita Selanjutnya]
Kristal kristal gula
Jadi. Sudah habis perkataanmu? Belum. Saya belum selesai. Bahkan sampai esok dan esok dan lusanya esok pun, saya tak akan kehabisan kata kata, Bapak. Tapi kenapa tadi kau membisu? Saya hanya berpikir, betapa sulitnya seorang tua seperti Bapak memahami seorang muda seperti [Baca Cerita Selanjutnya]

